Teknologi

iPhone Diyakini Pembunuh Nokia, Ternyata Ini Faktanya

Zahrah Thaybah M 17 Juni 2022 | 10:16:37

zonamahasiswa.id - Kemunculan iPhone pada tahun 2007 mengguncang eksistensi Nokia dan BlackBerry. Mantan Perdana Menteri Finlandia, Alexander Stubb, pernah mengakui bahwa iPhone merupakan penjegal Nokia. Seperti diketahui, Nokia sempat menjadi kebanggaan di negara asalnya itu.

"Kami memiliki dua pilar, satu adalah industri TI dan satu lagi adalah industri kertas. Nalle Wahlross, presiden bank Nordea mendeskripsikan dengan baik ketika mengatakan bahwa iPhone meruntuhkan Nokia dan iPad menumbangkan industri kehutanan," ujarnya.

"Ya, Steve Jobs telah mengambil lapangan kerja kami, tapi sekarang sudah mulai berubah. Industri kehutanan kami pelan tapi pasti berubah dari produksi kertas ke bioenergi. Industri TI kami menuju ke sektor gaming, tidak lagi hanya soal hardware seperti ponsel Nokia," lanjutnya.

Baca Juga: Berkat Fitur Terbaru WA, Kini Bisa Keluar Grup Tanpa Ketahuan!

Fakta Kehancuran Nokia

Namun, menurut sebagian pihak mengatakan jika tersangka utama pembunuh Nokia bukan iPhone, melainkan diri mereka sendiri.

Nyatanya, Nokia masih perkasa sampai beberapa tahun setelah iPhone diluncurkan. iPhone baru berhasil melampaui penjualan ponsel Nokia pada tahun 2011 atau 3,5 tahun kemudian.

Diketahui, penjualan Nokia mencapai puncaknya dengan 103 juta unit terjual di tahun 2010. Pada saat itu, iPhone sudah eksis selama 3 tahun.

Dengan kata lain, Nokia sebenarnya punya waktu lumayan panjang untuk melawan iPhone dan menjaga posisinya sebagai raja ponsel dunia. Pada waktu itu, Nokia juga masih unggul dibandingkan Apple dengan iPhone dalam berbagai hal.

Nokia punya jaringan distribusi yang menggurita di seluruh dunia dan menjalin hubungan baik dengan ratusan operator. Walau kalah dari sisi software, Nokia unggul dalam bidang kamera misalnya, di mana jepretan dari ponsel kelas atasnya superior pada zamannya.

Akan tetapi waktu yang panjang itu tidak dimanfaatkan dengan baik oleh Nokia, khususnya dalam masalah software. Symbian yang mereka andalkan sudah usang dan Nokia tidak cekatan beralih ke OS lain.

Banyak yang menilai jika saja pada waktu itu Nokia langsung mencoba memakai Android, nasib mereka bisa jauh berbeda. Tapi pada akhirnya, Nokia merengkuh Windows Phone dan berakhir tragis.

Mantan Chairman Nokia, Risto Siilasma pernah menyatakan bahwa jika sebuah perusahaan begitu besar dan bisa jatuh begitu parah seperti Nokia, pasti ada yang salah dengan manajemennya.

"Jika sebuah perusahaan adalah yang terbesar di dunia, dengan banyak uang dan investasi besar dalam riset dan pengembangan dan kalah dari kompetitor, satu-satunya penjelasan adalah ada masalah dengan manajemennya," katanya.

iPhone Diyakini Pembunuh Nokia, Ternyata Ini Faktanya

Itulah ulasan Mimin mengenai fakta-fakta di balik kehancuran Nokia. Bagaimana menurutmu?

Semoga ulasan ini bermanfaat bagi Sobat Zona. Jangan lupa untuk terus mengikuti informasi seputar mahasiswa dan dunia perkuliahan serta aktifkan notifikasinya ya. Sampai jumpa.

Baca Juga: Presiden Baru Microsoft Indonesia Gencarkan Transformasi Digital, Mahasiswa Siap?

 

Share:
Tautan berhasil tersalin

Komentar

0

0/150