Berita

Tawuran Maut di Tlogomas Malang, Seorang Mahasiswa Tewas Mengenaskan dengan 7 Luka Tusuk

Muhammad Fatich Nur Fadli 29 Desember 2025 | 15:44:16

Zona MahasiswaSobat Zona, kabar duka kembali menyelimuti dunia mahasiswa di penghujung tahun 2025 ini. Kota Malang, yang selama ini kita banggakan sebagai "Kota Pendidikan" yang adem, sejuk, dan ramah bagi perantau, kembali tercoreng oleh noda darah.

Belum kering ingatan kita tentang berbagai insiden gesekan antar-kelompok mahasiswa di masa lalu, kini tragedi serupa terulang kembali. Sebuah aksi tawuran pecah di kawasan padat mahasiswa, Jalan Telaga Warna, Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, pada Sabtu dini hari (27/12/2025).

Baca juga: Tragis! Mahasiswi UMM Dihabisi Oknum Polisi, Dendam Kesumat Berujung Maut

Insiden yang terjadi di jam istirahat warga ini tidak hanya menyisakan ketakutan, tapi juga merenggut satu nyawa mahasiswa yang seharusnya memiliki masa depan cerah. Korban tewas berinisial AKN (23), seorang mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kronologi Mencekam: Teriakan di Pukul 02.30 Pagi

Berdasarkan keterangan warga sekitar, suasana Sabtu dini hari itu awalnya tenang seperti biasa. Namun, sekitar pukul 02.30 WIB, keheningan malam pecah oleh suara gaduh yang mengerikan.

Bukan suara orang sahur atau nobar bola, melainkan suara teriakan provokasi, derap langkah kaki puluhan orang yang berlarian, dan bunyi benda-benda keras beradu.

"Awalnya teriakan dari dua kelompok terdengar saling bersahutan sebelum berubah menjadi aksi saling kejar di jalanan permukiman," ungkap salah satu saksi mata yang enggan disebutkan namanya.

Jalan Telaga Warna yang biasanya sunyi berubah menjadi arena pertempuran alias battle royale dunia nyata. Puluhan pemuda terlibat bentrok fisik. Warga yang terkejut langsung keluar rumah, namun tak berani melerai karena situasi yang sangat chaos dan berbahaya.

Banyak warga yang hanya bisa merekam kejadian tersebut dari balik pagar atau jendela rumah mereka. Video-video amatir yang merekam kepanikan massa ini pun viral di media sosial, memperlihatkan betapa brutalnya kejadian malam itu.

Daftar Korban: Satu Nyawa Melayang Sia-Sia

Setelah situasi mulai mereda dan aparat keamanan tiba di lokasi, pemandangan memilukan terlihat di aspal jalanan. Beberapa tubuh pemuda tergeletak tak berdaya.

Total ada tiga mahasiswa yang menjadi korban dalam insiden berdarah ini. Ketiganya diketahui berasal dari daerah yang sama, yakni Nusa Tenggara Timur (NTT).

  1. AKN (23): Korban meninggal dunia. Luka yang dideritanya diduga sangat parah hingga nyawanya tak tertolong. Jenazahnya langsung dievakuasi ke Instalasi Kedokteran Forensik RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar) Malang untuk keperluan autopsi dan visum.
  2. DKG (24): Mengalami luka-luka serius dan dilarikan ke rumah sakit.
  3. OKB (23): Juga mengalami luka-luka dan kini dalam kondisi stabil setelah mendapatkan perawatan intensif.

Bayangkan, Guys. AKN yang jauh-jauh merantau dari NTT untuk menimba ilmu, harus pulang tinggal nama hanya karena konflik yang mungkin pemicunya sepele. Cita-citanya, harapan orang tuanya di kampung halaman, semuanya pupus dalam satu malam.

Polisi Bergerak: Buru Pelaku dan Cegah Balas Dendam

Pihak kepolisian dari Polsek Lowokwaru dan Polresta Malang Kota langsung bergerak cepat. Kapolsek Lowokwaru membenarkan adanya insiden maut tersebut.

Saat ini, status kasus masih dalam tahap penyelidikan mendalam. Polisi sedang bekerja keras mengumpulkan kepingan puzzle kejadian ini:

  • Olah TKP: Mengamankan barang bukti di lokasi.
  • Saksi Mata: Meminta keterangan warga dan korban yang selamat.
  • CCTV: Menelusuri rekaman kamera pengawas di sekitar Jalan Telaga Warna untuk mengidentifikasi wajah-wajah pelaku.

Namun, tugas polisi tidak cuma menangkap pelaku. Ada tugas yang lebih berat: Mencegah serangan balasan.

Kita tahu, konflik antarkelompok daerah di Malang seringkali memiliki pola "balas dendam". Oleh karena itu, personel gabungan kini disiagakan di dua titik krusial:

  1. Lokasi Kejadian (Tlogomas): Untuk memberikan rasa aman bagi warga sekitar yang trauma.
  2. Rumah Sakit: Untuk menjaga korban selamat dan jenazah, mengantisipasi adanya massa yang datang.

Analisis Zona: Kenapa Malang Jadi "Sumbu Pendek"?

Sobat Zona, kejadian ini adalah tamparan keras bagi predikat Malang sebagai Kota Pendidikan. Tlogomas, Lowokwaru, Dau, adalah kawasan yang dipadati ribuan mahasiswa dari Sabang sampai Merauke. Harusnya, ini menjadi melting pot (tempat peleburan) budaya yang indah, bukan arena tawuran.

Ada beberapa faktor yang sering menjadi pemicu konflik seperti ini:

  1. Solidaritas Semu (Kedaerahan Berlebihan): Rasa persaudaraan satu daerah (primordialisme) itu bagus. Tapi kalau digunakan untuk membela teman yang salah atau main hakim sendiri, itu namanya fanatisme buta. Seringkali masalah sepele antar-individu (misal: saling tatap, masalah cewek, atau senggolan motor) ditarik menjadi masalah antar-kelompok daerah.
  2. Pengaruh Alkohol: Tidak bisa dipungkiri, banyak kasus tawuran di Malang bermula dari pesta miras yang memicu emosi tak terkontrol.
  3. Kurangnya Ruang Dialog: Forum komunikasi antar-organisasi daerah (Orda) seringkali hanya aktif saat seremonial, tapi kurang efektif meredam konflik akar rumput.

Kampus ke Mana? Alarm Bahaya bagi Rektorat

Tragedi tewasnya AKN harus menjadi alarm keras bagi pihak kampus. Kampus tidak boleh cuci tangan dengan alasan "kejadian di luar jam kuliah" atau "di luar area kampus".

Mahasiswa adalah tanggung jawab moral institusi pendidikan. Pihak kampus, bekerjasama dengan Pemkot Malang dan Polisi, harus lebih proaktif.

  • Sanksi Tegas: Mahasiswa yang terbukti terlibat tawuran harus di-DO (Drop Out). Tidak ada toleransi bagi kekerasan.
  • Pembinaan: Asrama-asrama mahasiswa daerah perlu dirangkul, bukan dicurigai. Buat program yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai latar belakang budaya.

Pesan untuk Mahasiswa Rantau: Ingat Tujuan Awal!

Buat Sobat Zona yang sedang merantau di Malang, ingatlah satu hal: Orang tuamu mengirimmu ke sini untuk pakai toga, bukan kain kafan.

Solidaritas itu penting, tapi nyawa jauh lebih berharga. Jangan mudah terprovokasi oleh ajakan senior atau teman untuk "turun ke jalan" atau "sweeping". Kalau ada masalah, serahkan ke polisi. Jangan main hakim sendiri.

Jaga nama baik daerahmu. Tunjukkan bahwa mahasiswa dari NTT, Papua, Maluku, Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan semuanya, adalah kaum intelektual yang cinta damai.

Rest in Peace, Kawan

Kami segenap tim Redaksi Zona Mahasiswa turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya saudara kita, AKN. Semoga kejadian ini menjadi yang terakhir.

Tlogomas harus kembali aman. Malang harus kembali nyaman. Jangan biarkan ketakutan menguasai kota kita tercinta.

Stop Kekerasan! Stop Tawuran! Mahasiswa Bersatu, Tak Bisa Dikalahkan (oleh ego sendiri)!

Bagaimana pendapatmu, Sobat Zona? Apa solusi terbaik biar tawuran kayak gini nggak kejadian lagi di Malang? Tulis di kolom komentar, ya!

 

Baca juga: Seorang Ustaz Diduga Pinjam Duit dari Jemaah Buat 'Perbesar Alat Vital', Janji Nikah Berujung Ghosting Hutangnya sampai 97 Juta

Share:
Tautan berhasil tersalin

Komentar

0

0/150