Berita

Keren! Anak 9 Tahun Asal Indonesia Angkat Isu Sampah Plastik ke Panggung Global

Muhammad Fatich Nur Fadli 28 Agustus 2026 | 18:38:12

Zona MahasiswaMuhammad Rafardhan Atharizz atau Athar membawa pesan mengenai bahaya sampah plastik ke panggung internasional pada usia yang baru sembilan tahun.

Pelajar asal Jakarta tersebut tampil dalam 51Talk Global Youth Summit 2026 yang digelar di Beijing, China. Bersama anak-anak dari sejumlah negara, Athar berbagi gagasan sekaligus memperkenalkan kepeduliannya terhadap persoalan lingkungan.

 

Baca juga: Viral Aksi Baca Al-Qur’an Berhadiah Miras di The Sounds Project, Polisi Periksa Penyelenggara dan Newport

Angkat Tema “My Hometown, Our Planet”

Dalam penampilannya, Athar membawakan presentasi bertema “My Hometown, Our Planet”. Ia membahas sampah plastik yang mencemari laut dan membahayakan kehidupan satwa.

Tema tersebut mengajak peserta melihat hubungan antara kondisi kampung halaman dan persoalan lingkungan secara global. Melalui presentasinya, Athar menunjukkan bahwa kepedulian terhadap bumi dapat tumbuh sejak usia dini.

Meski masih berusia sembilan tahun, Athar berani menyampaikan gagasannya di hadapan peserta internasional. Ia juga berkesempatan bertemu, berteman, dan bertukar cerita dengan anak-anak dari berbagai negara.

Naskah lengkap presentasi Athar belum dipublikasikan. Namun, dokumentasi yang dibagikan keluarganya memperlihatkan Athar berdiri di atas panggung dengan membawa identitas Indonesia.

Berawal dari Kompetisi Pidato

Sebelum tampil di Beijing, Athar diumumkan sebagai juara pertama dalam 51Talk Speech Competition di Indonesia.

Kompetisi tersebut menilai kemampuan peserta dalam menyampaikan gagasan menggunakan bahasa Inggris. Selain isi presentasi, peserta juga dinilai berdasarkan kemampuan berbicara, pelafalan, kepercayaan diri, dan kreativitas.

Pencapaian itu kemudian memberikan kesempatan kepada Athar untuk mengikuti rangkaian kegiatan internasional 51Talk di Beijing.

Karena acara tersebut diselenggarakan oleh lembaga pendidikan swasta, Athar lebih tepat disebut sebagai peserta asal Indonesia, bukan delegasi resmi yang ditunjuk pemerintah.

Orang Tua Ungkap Rasa Bangga

Pencapaian Athar turut menjadi momen membanggakan bagi kedua orang tuanya. Melalui akun Instagram @poppyputri, ibunya, Poppy Putri, membagikan rasa syukur ketika melihat putranya tampil membawa Merah Putih di Beijing.

“Dari Indonesia hingga Beijing, membawa Merah Putih dengan penuh kebanggaan,” tulis Poppy dalam unggahannya yang diterjemahkan secara bebas dari bahasa Inggris.

Poppy juga menceritakan bahwa Athar mendapatkan kesempatan untuk berbagi gagasan, menjalin pertemanan baru, dan belajar dari anak-anak dengan latar belakang berbeda.

Bagi keluarganya, pengalaman tersebut bukan sekadar kesempatan tampil di luar negeri. Perjalanan itu diharapkan dapat membantu Athar tumbuh menjadi anak yang berani bermimpi, percaya diri menyampaikan pendapat, dan tetap mengingat tempat asalnya.

Anak-anak Juga Bisa Menyuarakan Perubahan

Kisah Athar menunjukkan bahwa usia tidak menjadi penghalang untuk mulai memahami persoalan di sekitar dan menyampaikan gagasan kepada orang lain.

Kepedulian terhadap sampah plastik juga dapat diwujudkan melalui kebiasaan sederhana, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah, serta menjaga kebersihan lingkungan. Langkah tersebut merupakan edukasi tambahan yang dapat dilakukan masyarakat dan bukan kutipan langsung dari pidato Athar.

Dari Jakarta hingga Beijing, keberanian Athar menjadi pengingat bahwa suara anak-anak juga layak mendapatkan ruang untuk didengar.

Sobat Zona, kalau mendapat kesempatan berbicara di panggung internasional, persoalan apa yang ingin kalian suarakan?

Baca juga: Viral! MWCNU Kasembon Larang Mahasiswa KKN UMM Ikut Kegiatan Keagamaan Warga NU

Share:
Tautan berhasil tersalin

Komentar

0

0/150