Zona Mahasiswa - Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa Flores terus bermunculan. Salah satunya datang dari Max Sabaat, pemilik rumah kos di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Max menawarkan lima kamar kos gratis selama tiga bulan kepada mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Kota Kupang dan berasal dari wilayah terdampak gempa Flores.
Penawaran tersebut disampaikan Max pada Senin (17/8/2026), dua hari setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Flores dan sejumlah wilayah di sekitarnya.
“Syalom kaka, adik, basodara sekalian. Sehubungan dengan musibah gempa bumi yang terjadi di Pulau Flores, saya menawarkan bagi teman-teman mahasiswa yang sementara kuliah di Kota Kupang dan berasal dari daerah terdampak untuk menempati kamar kos yang tersedia selama tiga bulan secara gratis,” kata Max.
Siapkan Lima Kamar Tanpa Biaya Sewa
Pada tahap awal, Max menyediakan lima kamar yang dapat ditempati tanpa dipungut biaya sewa.
“Untuk sementara lima kamar,” ujarnya.
Rumah kos tersebut berada di kawasan Matani, Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Lokasinya berada di sekitar kawasan Penfui dan dapat dijangkau dari Kota Kupang.
Bantuan itu ditujukan kepada mahasiswa yang keluarganya mengalami dampak langsung maupun kesulitan ekonomi akibat gempa. Kerusakan rumah dan terganggunya mata pencaharian membuat sebagian keluarga harus memprioritaskan kebutuhan pemulihan di kampung halaman.
Kondisi tersebut turut memengaruhi mahasiswa yang sedang merantau. Sejumlah mahasiswa asal Flores dilaporkan mengalami kesulitan membayar biaya kuliah dan tempat tinggal karena tidak lagi menerima kiriman rutin dari keluarga.
Hunian Sementara untuk Meringankan Beban
Menurut Max, membantu korban bencana tidak harus selalu dilakukan melalui pemberian uang tunai atau bahan pangan. Menyediakan tempat tinggal sementara juga dapat menjadi bentuk bantuan yang bermanfaat bagi mahasiswa.
Biaya kos merupakan salah satu kebutuhan rutin yang harus dipenuhi mahasiswa perantauan. Dengan menggratiskan kamar selama tiga bulan, Max berharap mahasiswa dapat mengalihkan dana yang dimiliki untuk kebutuhan makan, perkuliahan, dan keperluan mendesak lainnya.
Bantuan tempat tinggal tersebut diharapkan dapat digunakan oleh mahasiswa yang benar-benar membutuhkan selama proses pemulihan kondisi keluarga di wilayah terdampak.
Gempa M7,7 Mengguncang Flores
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB atau 05.58 WITA.
Gempa tersebut berpusat di laut sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo dengan kedalaman sekitar 15 kilometer. Gempa juga memicu tsunami yang terpantau di sejumlah wilayah pesisir.
Bencana itu menyebabkan korban jiwa, kerusakan rumah, fasilitas pendidikan, tempat ibadah, jalan, serta sejumlah fasilitas umum. Aktivitas ekonomi masyarakat di beberapa daerah terdampak juga mengalami gangguan.
Dalam keadaan tersebut, bantuan berupa tempat tinggal sementara dapat membantu mahasiswa tetap melanjutkan kegiatan perkuliahan tanpa semakin terbebani biaya kos.
Ketersediaan Perlu Dikonfirmasi
Penawaran lima kamar gratis tersebut pertama kali disampaikan pada 17 Agustus 2026. Karena jumlah kamar terbatas, mahasiswa yang membutuhkan perlu memastikan kembali ketersediaannya melalui kanal pengumuman resmi atau pihak yang telah mendapat izin dari Max.
Detail mengenai persyaratan penerima, fasilitas kamar, dan mekanisme penempatan juga perlu dikonfirmasi sebelum mahasiswa datang ke lokasi.
Langkah Max menunjukkan bahwa kepedulian dapat diwujudkan melalui sumber daya yang dimiliki. Bagi mahasiswa perantauan yang keluarganya terdampak bencana, satu kamar untuk beristirahat dapat menjadi bantuan yang sangat berarti.
Baca juga: Viral! MWCNU Kasembon Larang Mahasiswa KKN UMM Ikut Kegiatan Keagamaan Warga NU
Komentar
0

