Zona Mahasiswa - Seorang mahasiswa baru Universitas Negeri Semarang (UNNES), Rivaldo Aulia Reza (18), meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas setelah mengikuti rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru atau PKKMB.
Peristiwa tersebut kemudian memicu sorotan publik terhadap jadwal kegiatan mahasiswa baru. Sejumlah orang tua dan warganet mempertanyakan ketentuan yang disebut mengharuskan peserta tiba di kampus sejak pukul 03.00 WIB.
Meski demikian, belum ada kesimpulan bahwa jadwal PKKMB atau kelelahan menjadi penyebab kecelakaan yang dialami Rivaldo.
Kecelakaan Terjadi Sepulang PKKMB
Kecelakaan terjadi di Jalan Koesbiyono Tjondrowibowo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 16.20 WIB.
Saat itu, Rivaldo mengendarai sepeda motor Honda BeAT Street dengan membonceng seorang mahasiswa berusia 18 tahun. Keduanya melaju dari arah utara menuju selatan setelah mengikuti rangkaian PKKMB.
Berdasarkan keterangan Satlantas Polrestabes Semarang, Rivaldo diduga kurang berkonsentrasi sehingga sepeda motornya oleng ke kiri dan menabrak pohon di pinggir jalan.
Kendaraan tersebut kemudian bergerak ke kanan, memasuki jalur berlawanan, lalu bertabrakan dengan sepeda motor yang datang dari arah sebaliknya.
Rivaldo mengalami cedera berat pada bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Jenazahnya kemudian dibawa ke RSUP Dr Kariadi Semarang.
Sementara itu, mahasiswa yang dibonceng mengalami patah tulang pada kaki kiri. Ia sempat dirawat di RS Cepoko Semarang sebelum dipindahkan ke RS Karima Utama, Sukoharjo.
Jadwal Kedatangan Pukul 03.00 Dipertanyakan
Setelah kabar kecelakaan tersebut beredar di media sosial, sejumlah orang tua mahasiswa baru menyoroti jadwal pelaksanaan PKKMB UNNES.
Salah seorang orang tua mahasiswa mengatakan rangkaian PKKMB berlangsung pada 11–14 Agustus 2026 dengan waktu kedatangan yang berbeda setiap harinya.
Menurut keterangannya, mahasiswa diminta tiba pukul 04.00 pada hari pertama, pukul 03.00 pada hari kedua, pukul 07.30 pada hari ketiga, dan pukul 04.30 pada hari keempat.
Kecelakaan Rivaldo terjadi pada hari kedua pelaksanaan PKKMB, ketika peserta disebut harus berada di kampus sejak pukul 03.00 WIB.
Ketentuan tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai kecukupan waktu istirahat, keamanan perjalanan pada dini hari, serta kesiapan fisik mahasiswa ketika pulang dari kegiatan.
Namun, informasi tersebut berasal dari keterangan orang tua mahasiswa dan pemberitaan media. UNNES belum memublikasikan penjelasan terperinci mengenai alasan peserta harus hadir sejak dini hari.
Klaim bahwa mahasiswa pulang pada pukul 19.00 juga tidak dapat langsung dikaitkan dengan Rivaldo. Kecelakaan yang dialaminya tercatat terjadi sekitar pukul 16.20 WIB.
Belum Ada Bukti Kelelahan Menjadi Penyebab
Kepolisian menyebut Rivaldo diduga kurang berkonsentrasi saat berkendara. Akan tetapi, belum ada keterangan bahwa kondisi tersebut disebabkan kelelahan, kurang tidur, atau rangkaian kegiatan PKKMB.
Pembonceng yang bersama Rivaldo juga belum dapat dimintai keterangan karena masih menjalani perawatan.
Kepala Humas UNNES Rahmat Petuguran menyatakan hubungan sebab-akibat antara PKKMB, rasa mengantuk, kepadatan jalan, dan kecelakaan belum dapat dikonfirmasi maupun dibantah.
Karena itu, dugaan kelelahan akibat PKKMB harus tetap ditempatkan sebagai informasi yang belum terbukti, bukan sebagai penyebab pasti kecelakaan.
UNNES Jadikan Kritik sebagai Bahan Evaluasi
UNNES menyampaikan duka cita atas meninggalnya Rivaldo yang merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran, Fakultas Ekonomika dan Bisnis.
Pihak kampus telah berkoordinasi dengan kepolisian dan menemui keluarga Rivaldo di RSUP Dr Kariadi untuk menyampaikan belasungkawa serta menyerahkan jenazah kepada keluarga.
Menanggapi sorotan terhadap jadwal PKKMB, UNNES menyatakan menerima kritik dan masukan masyarakat serta akan menjadikannya sebagai bahan evaluasi.
Kampus juga mengimbau mahasiswa baru agar lebih berhati-hati dalam berkendara, mematuhi peraturan lalu lintas, dan mengurangi perjalanan yang tidak mendesak.
Terlepas dari belum terbuktinya hubungan antara PKKMB dan kecelakaan, jadwal kegiatan sejak dini hari tetap perlu dievaluasi berdasarkan kecukupan waktu istirahat, akses transportasi, keselamatan perjalanan, serta kondisi fisik mahasiswa baru.
Sobat Zona, menurut kalian, masih relevankah kegiatan pengenalan kampus mewajibkan mahasiswa datang sejak pukul 03.00 pagi?
Baca juga: Viral! MWCNU Kasembon Larang Mahasiswa KKN UMM Ikut Kegiatan Keagamaan Warga NU
Komentar
0

