Berita

Viral! Chat Mesum Mahasiswa Teknik UGM, Lakukan Objektifikasi Seksual

Muhammad Fatich Nur Fadli 29 September 2026 | 16:34:33

Zona Mahasiswa - Sobat Zona, nama besar dan almamater mentereng ternyata sama sekali tidak menjadi jaminan tingginya moralitas seseorang. Belum kering ingatan kita tentang skandal kekerasan seksual berbasis digital di kampus-kampus ternama lain, kini kabar yang tak kalah bikin mengelus dada menghantam Universitas Gadjah Mada (UGM).

Jagat media sosial, khususnya platform Threads, mendadak geger usai tangkapan layar percakapan grup WhatsApp mahasiswa Fakultas Teknik UGM bocor ke publik. Percakapan tersebut memperlihatkan bagaimana sejumlah mahasiswa dengan ringannya menjadikan mahasiswi sebagai objek pemuas fantasi seksual dan melontarkan kata-kata merendahkan. Mari kita bedah kasus yang sedang dikawal ketat oleh Satgas PPKS ini!

 

Baca juga: Bikin Ferry Irwandi Nggak Habis Pikir! Orang-orang Ini Malah Bikin Pameran Sawit di saat Karhutla Masih Parah "Nirempati"

Viral di Threads: Objektifikasi Seksual Dipikir Bikin Keren?

Skandal ini mencuat setelah akun Threads @hmart_lw mengunggah potongan tangkapan layar percakapan dari grup chat yang melibatkan oknum mahasiswa Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI) FT UGM.

Dalam percakapan yang viral tersebut, terlihat sejumlah mahasiswa tanpa beban melontarkan kata-kata sensitif dan vulgar yang mendegradasi serta mengobjektifikasi bagian tubuh rekan mahasiswi mereka. Pengunggah meluapkan keprihatinannya karena kasus serupa terus berulang di lingkungan akademis.

"Warga threads, sedih krn means VIRALNYA kasus PELECEHAN FH UI ga mengubah apa2... ngejadiin PEREMPUAN sebagai OBJEKTIFIKASI SEKSUAL, kok bisa SEENTENG itu MELECEHKAN PEREMPUAN? Malah terjadi lagi di UGM dgn beda oknum, tolong bantu UP!!" tulis akun tersebut.

Meski unggahan awal tersebut kini telah dihapus, gelombang desakan dari netizen dan civitas academica agar pelaku ditindak tegas sudah telanjur bergulir masif.

Sikap Tegas FT UGM: Kecam Keras KBGO & Berdiri Bersama Korban

Merespons riuhnya isu tersebut, Dekanat Fakultas Teknik UGM bersama DTETI UGM langsung bergerak cepat melayangkan pernyataan sikap resmi melalui akun Instagram mereka. Pihak fakultas menegaskan tidak akan mentoleransi segala bentuk Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO).

FT UGM menyatakan sangat menyesalkan dan mengecam keras perilaku oknum mahasiswanya yang dinilai sangat bertentangan dengan moral, etika, dan integritas seorang insan terdidik.

Dalam pernyataan tertulisnya, pimpinan fakultas berkomitmen penuh untuk mendampingi korban, menjamin rasa aman selama proses hukum berlangsung, serta mengawal kasus ini secara adil, objektif, dan transparan. Kampus juga berjanji akan menjatuhkan sanksi tegas kepada para pelaku sesuai dengan aturan tata tertib universitas.

Satgas PPKS & Rektorat Turun Tangan Lakukan Investigasi Cermat

Penanganan kasus ini tidak hanya berhenti di tingkat fakultas. Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) UGM, Prof. Dra. Raden Ajeng Yayi Suryo Prabandari, mengonfirmasi bahwa timnya telah turun tangan secara langsung.

"Terima kasih menghubungi saya dan perhatiannya, kasus sedang berproses di satgas bersama dengan universitas," ungkap Prof. Yayi singkat saat dimintai konfirmasi (28/9/2026).

Senada dengan hal tersebut, Juru Bicara UGM, Dr. I Made Andi Arsana, menekankan bahwa pihak universitas tengah melakukan langkah-langkah penyelidikan yang cermat dan hati-hati agar keputusan yang diambil memiliki dasar yang kuat dan tepat sasaran. Koordinasi antara fakultas, rektorat, dan Satgas PPKS terus dilakukan untuk mengusut tuntas siapa saja oknum yang terlibat di dalam grup chat mesum tersebut.

Pintar Akademik Nggak Guna Kalau Nir-Etika!

Sobat Zona, berulang mulunya kasus KBGO dan objektifikasi perempuan di grup-grup chat mahasiswa adalah bukti bahwa misogini dan pelecehan digital sudah merasuk tajam ke ruang-ruang akademik kita.

Sangat tidak masuk akal jika mahasiswa dari jurusan teknik ternama yang digadang-gadang sebagai calon intelektual bangsa, justru memiliki perilaku sosial yang primitif dengan menjadikan teman wanitanya sebagai bahan pelecehan verbal di media sosial. "Cuma bercandaan cowok di grup WA" bukan lagi alasan yang bisa dimaklumi!

Langkah cepat FT UGM dan Satgas PPKS UGM patut kita apresiasi, namun publik menanti bukti konkret berupa sanksi administratif dan akademik yang memberikan efek jera. Jangan sampai kasus ini selesai hanya dengan dinamika surat pernyataan maaf di atas meterai. Mari kita kawal bersama sampai para pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal!

 

Baca juga: Mahasiswa PTN Asal Jakarta Ditemukan Meninggal di Kos, Sempat Meringis Kesakitan

Share:
Tautan berhasil tersalin

Komentar

0

0/150