Berita

Bikin Ferry Irwandi Nggak Habis Pikir! Orang-orang Ini Malah Bikin Pameran Sawit di saat Karhutla Masih Parah "Nirempati"

Muhammad Fatich Nur Fadli 14 September 2026 | 16:44:05

Zona MahasiswaRencana penyelenggaraan konferensi dan pameran sawit IPOSC 2026 di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, menuai kritik dari kreator konten Ferry Irwandi.

Ferry menilai penyelenggaraan kegiatan bertema sawit tersebut tidak menunjukkan empati karena direncanakan ketika kebakaran hutan dan lahan serta kabut asap masih berdampak pada masyarakat.

Melalui unggahan media sosialnya, Ferry mempertanyakan keputusan penyelenggara yang tetap mempromosikan acara tersebut di tengah situasi karhutla.

“Bagaimana kalian bisa menyelenggarakan festival sawit saat kebakaran hutan masih sangat parah, dada warga sesak, orang-orang sakit dan meninggal?” tulis Ferry.

Baca juga: Dokter Bagikan Hasil Lab Siswa yang Diduga Ker4cun4n di SMA Berastagi, Temuannya Bikin Prihatin

Ia kemudian mendesak penyelenggara mengevaluasi dan membatalkan acara tersebut.

“Batalkan segera, ditunggu pengumuman pembatalannya,” lanjutnya.

IPOSC 2026 Dijadwalkan Digelar di Kubu Raya

IPOSC merupakan kependekan dari Indonesia Palm Oil Smallholder Conference and Expo. Berdasarkan informasi di laman resminya, penyelenggaraan keenam IPOSC dijadwalkan berlangsung pada 22–23 September 2026 di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Peran Smallholders dalam Hilirisasi Sawit dan EUDR”.

Acara ini dirancang sebagai tempat bertemunya pekebun sawit rakyat, pelaku usaha, pemerintah, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya. Pamerannya juga direncanakan menghadirkan bibit, pupuk, peralatan, teknologi, dan berbagai layanan pendukung perkebunan sawit.

Dengan demikian, IPOSC bukan hanya festival atau perayaan industri sawit. Kegiatan tersebut juga membawa agenda peningkatan produktivitas serta pembahasan tantangan yang dihadapi pekebun sawit rakyat.

Namun, waktu dan lokasi penyelenggaraannya menjadi sorotan karena Kubu Raya merupakan salah satu wilayah yang menghadapi persoalan kebakaran lahan dan kabut asap.

Ferry Soroti Persoalan Lingkungan

Dalam kritiknya, Ferry turut menyinggung kerusakan lingkungan di Kalimantan, Sumatra, dan Papua. Menurutnya, persoalan tersebut tidak dapat dilepaskan dari tata kelola sumber daya alam dan aktivitas sejumlah korporasi.

Pernyataan tersebut merupakan pandangan Ferry. Penyelenggaraan IPOSC sendiri tidak dapat dijadikan bukti bahwa seluruh peserta, pekebun sawit, ataupun perusahaan yang terlibat bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan.

Meski demikian, kritik Ferry muncul ketika situasi karhutla Indonesia memang sedang mendapat perhatian luas.

Data Copernicus yang diberitakan Reuters menunjukkan emisi akibat kebakaran di Indonesia pada 1–7 September 2026 mencapai sekitar 19,7 juta ton karbon dioksida. Konsentrasi tertinggi terpantau di Kalimantan dan bagian timur Sumatra.

Sementara itu, sebanyak 13.443 titik panas tercatat di Indonesia selama 1 Agustus hingga 8 September 2026. Kualitas udara di Pontianak juga sempat berada pada kategori berbahaya.

Belum Ada Pengumuman Pembatalan

Hingga Minggu (14/9/2026), informasi pada laman IPOSC masih mencantumkan jadwal pelaksanaan pada 22–23 September 2026.

Belum ditemukan tanggapan resmi penyelenggara terhadap kritik Ferry maupun pengumuman bahwa acara tersebut akan ditunda atau dibatalkan.

Penyelenggara perlu memperoleh ruang untuk memberikan penjelasan mengenai kelanjutan acara, langkah mitigasi yang disiapkan, dan kemungkinan memasukkan penanganan karhutla serta perkebunan berkelanjutan sebagai pembahasan utama.

Kritik terhadap IPOSC menunjukkan bahwa kegiatan industri tidak hanya dinilai dari tujuan ekonominya, tetapi juga dari kepekaan terhadap keadaan masyarakat dan lingkungan di sekitar lokasi penyelenggaraan.

Menurut Sobat Zona, apakah IPOSC 2026 sebaiknya dibatalkan, ditunda, atau tetap dilaksanakan dengan mengubah fokus pembahasannya pada penyelesaian masalah karhutla?

Baca juga: Febiola Br Purba, Wakil Ketua OSIS & Siswi Berprestasi yang Hilang 70% Ingatannya Karena Keracunan MBG

Share:
Tautan berhasil tersalin

Komentar

0

0/150