Zona Mahasiswa - Seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (UB) menjalani perawatan intensif setelah mengalami insiden di salah satu gedung kampus pada Kamis (10/9/2026).
Pihak kampus membenarkan bahwa mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa aktif FK UB. Setelah memperoleh pertolongan awal, ia dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah dr. Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang.
Baca juga: Dokter Bagikan Hasil Lab Siswa yang Diduga Ker4cun4n di SMA Berastagi, Temuannya Bikin Prihatin
Demi melindungi privasi mahasiswa dan keluarganya, identitas serta rincian lokasi kejadian tidak dicantumkan dalam artikel ini.
Telah Menjalani Operasi
Humas RSSA Malang, Muhammad Syamsul Bakhri, mengatakan mahasiswa tersebut telah menjalani tindakan operasi pada Kamis siang.
Berdasarkan keterangan rumah sakit pada Jumat (11/9/2026), kondisinya dilaporkan stabil dan masih berada dalam perawatan intensif di ruang ICU.
Pihak rumah sakit terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi pasien selama proses pemulihan.
Penyebab Masih Diselidiki
Kepolisian masih menyelidiki rangkaian peristiwa tersebut. Sejumlah saksi dan rekaman kamera pengawas diperiksa untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap.
Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobikhin, mengatakan motif kejadian belum diketahui. Polisi juga belum dapat meminta keterangan langsung dari mahasiswa tersebut karena ia masih menjalani perawatan.
Oleh sebab itu, publik diimbau tidak berspekulasi mengenai penyebab kejadian ataupun mengaitkannya dengan persoalan akademik, keluarga, dan kondisi psikologis tertentu tanpa informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Hormati Privasi Mahasiswa
Informasi mengenai kesehatan fisik dan mental seseorang merupakan perkara sensitif. Penyebaran identitas, foto, rekaman kejadian, percakapan pribadi, ataupun dugaan mengenai penyebabnya dapat menambah beban bagi mahasiswa dan keluarganya.
Sivitas akademika dan masyarakat diharapkan tidak menyebarkan materi dari lokasi kejadian serta memberikan ruang kepada mahasiswa untuk menjalani pemulihan.
Peristiwa ini juga dapat menjadi pengingat bagi perguruan tinggi untuk memastikan mahasiswa mengetahui dan mudah menjangkau layanan pendampingan. Namun, satu kejadian tidak cukup untuk menyimpulkan adanya “darurat kesehatan mental” tanpa data yang lebih luas.
Dukungan dapat dimulai dengan mendengarkan tanpa menghakimi, menanggapi tanda-tanda krisis dengan serius, dan membantu orang yang sedang kesulitan terhubung dengan tenaga profesional.
Jika kamu sedang berpikir untuk menyakiti diri atau mengakhiri hidup, jangan menghadapi keadaan tersebut sendirian. Segera hubungi orang yang dipercaya, psikolog, psikiater, layanan konseling kampus, atau datang ke IGD terdekat. Layanan Kementerian Kesehatan Healing119 juga dapat diakses melalui telepon 119 ekstensi 8 atau konseling WhatsApp di healing119.id.
Komentar
0

