Berita

Beredar Chat Tak Pantas Mahasiswa ITK yang Bikin Resah, Ketahuan Boti dengan Fetish Kentut: Korban Tak Hanya Satu

Muhammad Fatich Nur Fadli 05 September 2026 | 16:38:34

Zona MahasiswaSebuah unggahan yang memperlihatkan tangkapan layar percakapan pribadi dan diduga melibatkan seorang mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan (ITK) tengah ramai diperbincangkan di media sosial.

Dalam sejumlah tangkapan layar yang beredar, terlihat percakapan dengan muatan bernuansa seksual yang disebut membuat pihak penerima merasa tidak nyaman. Isi pesan tersebut antara lain berupa ajakan untuk bertemu, pembahasan mengenai preferensi seksual tertentu, hingga permintaan mengirimkan voice note dengan konteks yang dianggap tidak pantas.

Baca juga: Heboh! Pelecehan Mahasiswa UB saat Magang, Ditemukan Lebih dari 900 Foto, Video, Dan Rekaman Dalam Folder Tersembunyi Di Ponsel Pelaku

Unggahan tersebut kemudian menarik perhatian warganet setelah muncul klaim bahwa penerima pesan serupa diduga tidak hanya satu orang.

Sejumlah akun yang membagikan informasi tersebut menyebut terdapat pihak lain yang mengaku pernah mendapatkan pesan dengan pola serupa. Bahkan, beberapa di antaranya disebut berasal dari luar lingkungan kampus maupun luar daerah.

Sosok yang Disebut Diklaim Aktif di Kegiatan Kampus

Dalam unggahan yang beredar, sosok yang dikaitkan dengan percakapan tersebut juga disebut pernah mengikuti sejumlah kegiatan organisasi maupun kepanitiaan.

Informasi mengenai latar belakang tersebut ikut menyebar bersamaan dengan tangkapan layar percakapan, sehingga membuat isu ini semakin ramai menjadi pembahasan publik.

Meski demikian, informasi mengenai identitas, riwayat kegiatan, maupun hubungan pihak yang disebut dengan percakapan tersebut masih perlu diverifikasi lebih lanjut.

Isi Percakapan Jadi Sorotan

Salah satu hal yang paling banyak disorot warganet adalah isi pesan yang dinilai melewati batas kenyamanan penerima.

Beberapa percakapan disebut memuat pembahasan mengenai fetish atau ketertarikan seksual tertentu, termasuk yang berkaitan dengan kentut. Selain itu, terdapat pula permintaan dan ajakan lain yang dianggap tidak pantas oleh pihak penerima.

Percakapan tersebut kemudian dibagikan ke media sosial dan memunculkan berbagai reaksi dari warganet.

Sebagian menyoroti pentingnya menjaga batasan dalam berkomunikasi, terutama ketika pembicaraan sudah menyangkut hal pribadi dan seksual. Warganet juga menilai persetujuan atau consent tetap menjadi hal penting dalam setiap bentuk komunikasi dengan konteks seperti itu.

Disebut Ada Penerima Lain

Isu ini semakin berkembang setelah muncul klaim bahwa ada lebih dari satu orang yang pernah menerima pesan serupa.

Dalam unggahan yang beredar, beberapa pihak disebut memiliki pengalaman komunikasi yang hampir sama dengan sosok yang tengah diperbincangkan.

Namun, jumlah pasti pihak yang menerima pesan tersebut maupun kronologi lengkap setiap kejadian belum dapat dipastikan.

Karena informasi yang beredar saat ini sebagian besar berasal dari tangkapan layar dan unggahan media sosial, diperlukan verifikasi lebih lanjut agar setiap klaim dapat ditempatkan sesuai konteksnya.

Perlu Klarifikasi dari Pihak Terkait

Hingga informasi ini ramai diperbincangkan, keseluruhan kronologi maupun kebenaran identitas pihak yang disebut dalam unggahan belum dapat dipastikan secara independen.

Belum diketahui pula apakah pihak kampus maupun sosok yang dikaitkan dengan percakapan tersebut telah memberikan klarifikasi resmi terkait unggahan yang beredar.

Karena itu, publik diharapkan tetap berhati-hati dalam menyebarkan identitas maupun informasi pribadi seseorang sebelum terdapat keterangan yang dapat diverifikasi.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa komunikasi bernuansa seksual tanpa persetujuan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman bagi penerimanya. Di sisi lain, penyebaran tuduhan di media sosial juga perlu dilakukan secara bertanggung jawab agar tidak menimbulkan penghakiman sepihak sebelum fakta dan konteksnya benar-benar diketahui.

Baca juga: Asap Semakin Pekat, Kadisdik Kalteng Bersikeras Tidak Liburkan Sekolah: Nanti Dapur MBG Mati

Share:
Tautan berhasil tersalin

Komentar

0

0/150