Berita

Utas Arie Kriting Viral: Warganet Spill Gubernur yang Biayai Kuliah dari S1 sampai S3 Gratis

Muhammad Fatich Nur Fadli 01 September 2026 | 17:45:16

Zona MahasiswaSobat Zona, sebuah utas yang dibuat komika Arie Kriting ramai diperbincangkan di media sosial. Dalam unggahannya, Arie mengajak warganet menyebut kepala daerah di Indonesia yang dinilai memiliki program berdampak positif bagi masyarakat.

Beragam jawaban kemudian bermunculan. Warganet menyebut sejumlah gubernur beserta program unggulan di daerah masing-masing.

Baca juga: Heboh! Pelecehan Mahasiswa UB saat Magang, Ditemukan Lebih dari 900 Foto, Video, Dan Rekaman Dalam Folder Tersembunyi Di Ponsel Pelaku

Salah satu jawaban yang menarik perhatian menyoroti Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud dan program Gratispol Pendidikan. Program tersebut memberikan bantuan biaya pendidikan kepada mahasiswa asal Kalimantan Timur, mulai jenjang diploma hingga S3.

Namun, unggahan tersebut tidak dapat diartikan sebagai dukungan khusus Arie terhadap satu kepala daerah. Nama Rudy Mas’ud dan Gratispol muncul dari jawaban warganet, sementara program dari beberapa provinsi lain juga ikut disebutkan.

Bantuan Biaya Pendidikan hingga S3

Gratispol merupakan program Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang memberikan bantuan biaya pendidikan kepada mahasiswa sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Program tersebut mulai diterapkan untuk mahasiswa baru pada 2025. Memasuki 2026, cakupannya diperluas kepada mahasiswa baru dan mahasiswa yang sedang melanjutkan pendidikan.

Bantuan tersedia untuk mahasiswa jenjang diploma, S1, S2, hingga S3. Meski kerap disebut sebagai program “kuliah gratis”, bantuan yang diberikan memiliki batas nominal dan masa studi.

Berdasarkan penjelasan Pemprov Kaltim, bantuan UKT untuk sebagian besar program studi berada pada kisaran maksimal Rp5 juta per semester.

Batas berbeda diterapkan untuk beberapa bidang dan jenjang pendidikan. Program Studi Farmasi memperoleh bantuan maksimal Rp7,5 juta, sedangkan Kedokteran maksimal Rp15 juta per semester.

Untuk jenjang S2, bantuan diberikan maksimal Rp9 juta. Sementara itu, mahasiswa S3 dapat menerima bantuan hingga Rp15 juta per semester.

Jika biaya kuliah yang ditetapkan perguruan tinggi melebihi batas bantuan tersebut, mahasiswa masih dapat diminta membayar selisihnya.

Tidak Otomatis untuk Semua Mahasiswa

Program Gratispol tidak otomatis diberikan kepada seluruh mahasiswa hanya dengan menunjukkan KTP Kalimantan Timur.

Calon penerima harus memenuhi sejumlah persyaratan, antara lain memiliki KTP dan Kartu Keluarga Kalimantan Timur sekurang-kurangnya tiga tahun, terdaftar sebagai mahasiswa aktif, serta menempuh pendidikan di perguruan tinggi yang diakui pemerintah.

Terdapat pula batas usia untuk setiap jenjang. Penerima jenjang S1 maksimal berusia 25 tahun, S2 maksimal 35 tahun, dan S3 maksimal 40 tahun. Khusus guru dan dosen yang melanjutkan pendidikan S3, batas usia dapat mencapai 45 tahun.

Mahasiswa juga tidak diperbolehkan menerima bantuan pendidikan lain untuk komponen pembiayaan yang sama. Data pendaftar harus melalui proses pemeriksaan dan verifikasi sebelum penerima ditetapkan.

Penerima yang sedang menjalani perkuliahan wajib melaporkan perkembangan akademik dan biaya pendidikan pada setiap semester.

Bantuan tersebut juga mempunyai batas masa pemberian. Untuk S1, bantuan diberikan maksimal selama delapan semester. Jenjang S2 maksimal empat semester, sedangkan S3 maksimal enam semester.

Puluhan Ribu Mahasiswa Sudah Menerima Bantuan

Gratispol bukan lagi sebatas janji kampanye. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah menyalurkan bantuan tersebut kepada puluhan ribu mahasiswa.

Berdasarkan data Diskominfo Kaltim hingga 12 April 2026, penyaluran tahap pertama mencapai Rp103,1 miliar untuk 21.128 mahasiswa.

Pada tahap berikutnya, dana sekitar Rp117,55 miliar disalurkan kepada 27.548 mahasiswa di 51 perguruan tinggi.

Dengan demikian, total bantuan yang telah disalurkan mencapai sekitar Rp220,65 miliar kepada 48.676 mahasiswa.

Penyaluran berikutnya tetap dilakukan secara bertahap setelah perguruan tinggi dan pemerintah daerah menyelesaikan proses verifikasi data penerima.

Perlu Dilihat Berdasarkan Aturan Resmi

Ramainya utas Arie Kriting memperlihatkan bahwa warganet mulai aktif membandingkan program yang dijalankan kepala daerah.

Namun, informasi mengenai suatu program tetap perlu diperiksa melalui ketentuan resminya. Sebutan “kuliah gratis sampai S3” memang menarik perhatian, tetapi dapat menimbulkan kesan bahwa seluruh mahasiswa memperoleh pembiayaan penuh tanpa syarat.

Gratispol lebih tepat disebut sebagai program bantuan UKT atau biaya pendidikan hingga jenjang S3, dengan batas nominal, masa studi, persyaratan, dan proses verifikasi tertentu.

Meski demikian, bantuan tersebut dapat meringankan beban keluarga sekaligus memperluas kesempatan masyarakat Kalimantan Timur untuk mengakses pendidikan tinggi.

Menurut Sobat Zona, apakah program bantuan kuliah dari pemerintah daerah seperti ini layak diterapkan di provinsi lain?

 

Baca juga: Asap Semakin Pekat, Kadisdik Kalteng Bersikeras Tidak Liburkan Sekolah: Nanti Dapur MBG Mati

Share:
Tautan berhasil tersalin

Komentar

0

0/150