Berita

Anggota Brimob Maluku Hantam Kepala Pelajar yang Sedang Berkendara, Korban Jatuh Terseret Hingga Tewas

Muhammad Fatich Nur Fadli 21 Februari 2026 | 15:58:17

Zona MahasiswaSeorang pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs) berusia 14 tahun berinisial AT (Aat), tewas mengenaskan di jalanan Kota Tual, Maluku. Nyawanya melayang bukan karena kecelakaan tunggal, melainkan diduga kuat akibat dihantam helm oleh oknum anggota Brimob berinisial Bripda MS.

Aat yang saat itu sedang asyik riding pagi setelah sahur bersama kakaknya, harus pulang tinggal nama. Arogansi oknum aparat penegak hukum kembali memakan korban jiwa anak di bawah umur. Mari kita kawal dan bedah tuntas kasus yang mengiris hati ini!

Baca juga: Guru Besar UIN Palopo Diduga Cabuli Mahasiswi Saat Pingsan, Kampus Gercep Nonaktifkan!

Kronologi: Jalan Pagi Berujung Maut

Peristiwa mengerikan ini terjadi pada Kamis pagi (19/2/2026) di Jalan Marren, tak jauh dari Universitas Uningrat, Kota Tual.

Menurut penuturan kakak korban, Nasri Karim (15), ia dan adiknya sedang jalan-jalan santai usai makan sahur. Mereka mengendarai sepeda motor masing-masing. Di saat yang bersamaan, kebetulan rute yang mereka lewati sering dijadikan arena balap liar, sehingga dijaga oleh sejumlah anggota Brimob, termasuk Bripda MS.

Saat melewati jalanan menurun, motor mereka melaju cukup kencang. Di titik inilah petaka terjadi.

Bukannya diberhentikan dengan prosedur yang benar (diadang atau disemprit), Bripda MS justru melakukan tindakan ala film action yang kelewat batas.

"Saat itu anggota Brimob melompat dari atas trotoar dan memukul muka korban dengan helm," cerita Nasri dengan nada bergetar.

Hantaman keras dari helm mendarat tepat di wajah Aat yang melaju di belakang kakaknya. Aat langsung hilang kendali, terjatuh dengan keras, dan kepalanya membentur aspal. Darah segar mengalir dari hidung, mulut, dan samping kepalanya.

Evakuasi Tak Manusiawi & Intimidasi

Sobat Zona, yang bikin darah makin mendidih adalah perlakuan oknum polisi setelah korban terkapar.

Alih-alih memberikan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dengan hati-hati, proses evakuasi Aat ke mobil Patwal disebut sangat tidak manusiawi. Nasri bersaksi bahwa adiknya dievakuasi dengan posisi kepala tergantung.

"...sebagian anggota hanya menarik pakaian korban selayaknya binatang," ungkap Nasri menggambarkan betapa teganya oknum tersebut.

Aat menghembuskan napas terakhirnya setibanya di RSUD Karel Sadsuitubun.

Intimidasi: Belum selesai rasa duka dan shock kehilangan adik di depan mata, Nasri mengaku sempat diinterogasi dan diintimidasi oleh anggota Brimob di rumah sakit. Ia dipaksa mengaku bahwa mereka adalah bagian dari kelompok balap liar. Namun, Nasri bersikeras membantah dan menyatakan mereka cuma jalan-jalan habis sahur.

Respons Polda Maluku: Ancaman Pecat Tidak Hormat (PTDH)

Merespons video dan berita yang kadung viral ini, Polda Maluku akhirnya turun tangan. Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, memastikan Bripda MS sudah ditangkap dan dijebloskan ke Rutan Polres Tual.

Polda Maluku berjanji akan memproses kasus ini secara pidana sekaligus sidang kode etik.

"Proses pidana berjalan, proses kode etik juga berjalan. Jika terbukti bersalah, sanksinya jelas dan tegas (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat/PTDH)," tegas Kombes Rositah pada Jumat (20/2).

Kapolda Maluku, Irjen Pol Dadang Hartarto, juga langsung menerjunkan tim investigasi dari Propam dan Irwasda untuk mengusut tuntas SOP penanganan di lapangan.

Keluarga korban, melalui perwakilannya Moksen Ali, mengutuk keras tindakan brutal ini. Mereka menuntut Bripda MS dipecat dan dihukum seberat-beratnya.

"Mestinya anak kami ditegur atau dibina, bukan dianiaya hingga tewas!" jerit keluarga korban.

Baca juga: Mahasiswa Itera Lampung Diam-diam Rekam Teman Cewek Tanpa Busana: "Sehari Bisa Dua Kali", Pelaku Diinterogasi Warga!

Share:
Tautan berhasil tersalin

Komentar

0

0/150