Tips

Dosen Minta Ganti Judul Itu Belum Tentu karena Judulmu Jelek, Bisa Jadi Beliau Cuma Ngetes Mentalmu!

Muhammad Fatich Nur Fadli 16 Februari 2026 | 15:47:41

Zona MahasiswaMomen mengajukan judul skripsi adalah salah satu detik-detik paling mendebarkan dalam kehidupan mahasiswa. Anda sudah melakukan riset berhari-hari, membaca puluhan jurnal, dan merangkai kata-kata seindah mungkin agar terdengar intelek.

Namun, begitu masuk ke ruangan dosen pembimbing atau kaprodi, hanya dalam waktu kurang dari lima menit, beliau berkata: "Judulmu ini kurang menarik. Ganti saja ya," atau "Saya tidak sreg dengan variabel ini, coba cari yang lain."

Rasanya seperti disambar petir. Semangat langsung runtuh, dan pikiran negatif mulai bermunculan: "Apakah aku sebodoh itu?", "Apakah ideku sampah?", "Dosen ini sentimen sama aku."

Baca juga: Guru Besar UIN Palopo Diduga Cabuli Mahasiswi Saat Pingsan, Kampus Gercep Nonaktifkan!

Tunggu dulu. Sebelum Anda berkecil hati atau memutuskan untuk merombak total skripsi Anda dari nol, pahamilah satu rahasia dapur dosen: Penolakan judul sering kali bukan karena kualitas judulnya, melainkan ujian pertama untuk menguji seberapa kuat Anda mempertahankan ide Anda.

Berikut adalah alasan mengapa dosen meminta ganti judul dan bagaimana cara menyikapinya dengan cerdas.

1. Ujian Mental: Seberapa Paham Anda dengan Masalah?

Dosen pembimbing yang berpengalaman tahu bahwa banyak mahasiswa mendapatkan judul dari internet, kakak tingkat, atau bahkan jasa joki tanpa benar-benar memahami isinya.

Ketika dosen berkata "Ganti judulnya," beliau sebenarnya sedang memancing reaksi Anda.

  • Jika Anda langsung pasrah dan menjawab "Baik Pak, saya ganti," itu adalah sinyal bagi dosen bahwa Anda tidak menguasai masalah. Anda dianggap tidak memiliki pendirian akademis.
  • Sebaliknya, jika Anda berani (dengan sopan) bertanya atau berargumen, "Mohon maaf Pak, alasan saya mengangkat judul ini karena fenomena X di lapangan sangat krusial dan belum banyak diteliti, datanya pun sudah saya pegang," dosen justru akan respek pada Anda.

Dosen mencari mahasiswa yang "ngotot" karena paham, bukan mahasiswa penurut yang buta arah.

2. Masalah Redaksional, Bukan Substansial

Mahasiswa sering kali salah tangkap. Ketika dosen mencoret judul, Anda mengira harus mengganti Topik Penelitian. Padahal, sering kali dosen hanya ingin mengganti Kalimat Judulnya.

Substansi (isi) penelitian Anda mungkin sudah bagus, tetapi cara Anda membungkusnya dalam kalimat judul mungkin terdengar kurang ilmiah, terlalu pasaran, atau ambigu.

Contoh:

  • Judul Awal: Pengaruh Diskon Terhadap Minat Beli Konsumen. (Dosen menolak karena terdengar seperti makalah semester 3).
  • Saran Dosen: Analisis Sensitivitas Harga dan Promosi Penjualan Terhadap Keputusan Pembelian.

Intinya sama-sama membahas diskon, tetapi judul kedua terdengar lebih spesifik dan akademis. Jadi, tanyakan dulu: "Apakah variabelnya yang salah, atau hanya penyusunan kalimatnya yang perlu diperbaiki, Pak?"

3. Menyelamatkan Anda dari Kesulitan di Masa Depan

Terkadang, judul Anda terlihat sangat keren dan "wow". Misalnya: "Strategi Pemasaran Global PT Unilever Tbk dalam Menghadapi Resesi Dunia."

Dosen menolak judul keren ini bukan karena jelek, tapi karena beliau tahu Anda akan menderita.

  • Apakah Anda punya akses data internal Unilever Global?
  • Apakah Anda sanggup menganalisis ekonomi dunia dalam waktu 1 semester?

Dosen meminta ganti judul (biasanya disuruh dipersempit) justru untuk menyelamatkan Anda agar tidak macet di Bab 3 atau Bab 4 karena kesulitan mencari data. Beliau ingin Anda lulus tepat waktu.

4. Judul Sudah Jenuh (Oversaturated)

Ada kalanya judul Anda ditolak karena memang sudah terlalu pasaran. Jika setiap tahun ada 50 mahasiswa yang meneliti "Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pelanggan", maka penelitian Anda tidak lagi memiliki nilai kebaruan (novelty).

Dosen meminta ganti judul agar skripsi Anda memiliki kontribusi nyata, bukan sekadar menumpuk kertas di perpustakaan yang isinya sama persis dengan skripsi tahun 2015.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Judul Ditolak?

Jangan langsung keluar ruangan dengan wajah sedih. Lakukan langkah negosiasi ini:

  1. Tanya "Kenapa": Tanyakan alasan spesifik penolakannya. Apakah karena variabel, objek, atau redaksi kata?
  2. Siapkan Data Pendukung: Tunjukkan fenomena masalah (gap) yang nyata. Dosen tidak bisa menolak fakta lapangan. "Pak, di perusahaan ini profitnya turun 50% lho, masa tidak kita teliti penyebabnya?"
  3. Tawarkan Opsi: Jika dosen tetap menolak, tawarkan jalan tengah. "Kalau variabel X diganti Y tapi objeknya tetap sama, bagaimana Pak?"

Kesimpulan: Judul skripsi hanyalah "kulit luar". Dosen bisa mencoret kulitnya, tapi Anda harus mempertahankan isinya jika Anda yakin itu benar. Jadikan penolakan tersebut sebagai latihan mental sebelum menghadapi sidang skripsi yang sesungguhnya.

Ingat, petarung skripsi sejati tidak mati hanya karena satu kalimat penolakan. Semangat revisi!

Baca juga: Mahasiswa Itera Lampung Diam-diam Rekam Teman Cewek Tanpa Busana: "Sehari Bisa Dua Kali", Pelaku Diinterogasi Warga!

Share:
Tautan berhasil tersalin

Komentar

0

0/150