Berita

Dirujak Netizen Gegara Gagal Mal!ng Helm karena Kejebak Macet, Pria Ini Duduga Calon Presiden BEM

Muhammad Fatich Nur Fadli 11 Februari 2026 | 18:02:47

Zona MahasiswaSobat Zona, definisi "Instant Karma" itu nyata adanya! Kalau biasanya maling itu lincah, licin, dan susah ditangkap, maling yang satu ini justru gagal total karena faktor alam alias terjebak macet.

Kejadian konyol sekaligus memalukan ini terjadi di kawasan Sudimoro, Lowokwaru, Kota Malang, pada Minggu malam (8/2/2026). Seorang pemuda nekat mencuri helm di tengah keramaian bubaran konser musik.

Niat hati ingin kabur membawa helm curian, apa daya jalanan Sudimoro terkunci total (gridlock). Alhasil, si maling terjebak di tengah lautan manusia, nggak bisa maju, nggak bisa mundur. Warga yang sadar langsung menyoraki dan mem-viral-kan wajahnya yang tertunduk malu.

Namun, plot twist yang lebih mencengangkan muncul di media sosial. Netizen membongkar identitas pemuda tersebut yang diduga kuat merupakan Calon Presiden BEM (Capres BEM) di salah satu kampus vokasi ternama, Politeknik Negeri Malang (Polinema). Waduh, calon pemimpin kok panjang tangan?

Baca juga: Guru Besar UIN Palopo Diduga Cabuli Mahasiswi Saat Pingsan, Kampus Gercep Nonaktifkan!

Yuk, kita bedah kronologi kejadian yang bikin geleng-geleng kepala ini!

Kronologi: Maling Terbodoh Tahun Ini?

Peristiwa ini bermula saat ribuan penonton konser memadati kawasan Sudimoro. Kondisi jalan macet parah. Di tengah kekacauan itu, seorang pemuda berkaos merah dengan santainya mengambil helm milik orang lain.

Sialnya, aksi itu ketahuan. Pemilik helm dan warga sekitar langsung meneriaki. Biasanya, maling motor/helm akan tancap gas. Tapi kali ini, Tuhan berkehendak lain. Motor matic si pelaku terjepit di antara ratusan motor lain yang juga terjebak macet.

Sanksi Sosial Menyakitkan: Warga Malang yang terkenal santuy tapi savage, tidak melakukan aksi anarkis atau main hakim sendiri. Mereka memilih memberikan Sanksi Sosial. Si pelaku dikerumuni, direkam, dan disoraki habis-habisan.

"Ya nangis… ya nangis…!" ejek warga serempak saat melihat pemuda itu menutupi wajahnya dengan tangan.

"Lagi macet-macet ngene kok nyolong helm, goblokmu lho (Lagi macet gini kok nyuri helm, bodoh banget kamu)," sindir warga lain dalam bahasa Jawa Timuran yang kental.

Video saat pelaku "kena mental" dan menangis di atas motornya pun viral di TikTok dan Instagram, menjadi tontonan jutaan netizen.

Geger! Diduga Capres BEM Polinema

Saat video itu viral, netizen yang jeli (intel jalur medsos) mulai melakukan cocoklogi. Muncul dugaan kuat bahwa pemuda tersebut adalah mahasiswa aktif dan bahkan berstatus sebagai Kandidat Presiden BEM di Polinema.

Isu ini langsung meledak di kalangan mahasiswa Malang. Poster kampanye yang diduga milik pelaku pun mulai disandingkan dengan wajah pelaku di video. Kemiripannya sangat tinggi.

Jika benar, ini adalah skandal besar bagi dunia aktivis kampus. Seorang calon pemimpin mahasiswa yang seharusnya menyuarakan keadilan dan integritas, malah jatuh dalam tindak kriminal remeh (mencuri helm).

Respon Polisi & Kampus: Investigasi Berjalan

Menanggapi kegaduhan ini, Kapolsek Lowokwaru, Kompol Anang Tri Hananta, menyatakan bahwa hingga Selasa (10/2/2026), belum ada laporan resmi dari korban.

"Tidak ada laporan terkait itu," singkatnya.

Mungkin korban sudah memaafkan atau malas ribet karena helmnya sudah kembali. Namun, sanksi akademik menanti.

Pihak Kampus Polinema melalui Wakil Direktur Bidang III, Ir. Pipit Wahyu Nugroho, M.T., tidak membantah maupun membenarkan secara langsung. Namun, mereka mengakui sedang melakukan Investigasi Internal.

"Kami sedang menginvestigasi kejadian ini, ada tim yang sedang bekerja," ungkap Pipit, Selasa (10/2/2026).

Pipit menegaskan bahwa setiap pelanggaran civitas akademika pasti ada konsekuensinya.

"Masih menunggu hasil investigasi (soal kebenaran terduga maling helm adalah Capres BEM Polinema)," tambahnya.

Krisis Integritas Calon Pemimpin

Sobat Zona, kasus ini bukan sekadar berita kriminal biasa. Ini adalah cermin retaknya moralitas di kalangan mahasiswa (jika terbukti benar dia mahasiswa/Capres BEM).

  1. Logika yang Mati: Mencuri di tengah kemacetan total adalah tindakan kriminal dengan IQ rendah. Risiko tertangkapnya 99,9%. Ini menunjukkan pelaku bertindak impulsif tanpa pikir panjang.
  2. Beban Moral Aktivis: Kalau benar dia Capres BEM, mau dibawa kemana BEM-nya nanti? Maling helm saja berani, apalagi kalau pegang dana anggaran organisasi? Integritas adalah harga mati bagi seorang pemimpin.
  3. Sanksi Sosial Lebih Kejam: Mungkin dia tidak dipenjara polisi. Tapi jejak digital "Maling Helm Nangis" akan menghantuinya seumur hidup. Saat lulus, saat cari kerja, saat mau nikah, video itu akan selalu ada.

Kejadian ini harus jadi pelajaran keras.

  • Jaga Nama Baik Almamater: Jas almamatermu mahal, jangan ditukar dengan helm curian seharga ratusan ribu.
  • Stop Klepto: Kalau nggak punya uang, pinjam teman atau kerja part-time. Jangan ambil hak orang lain.
  • Kawal Investigasi: Mahasiswa Polinema wajib mengawal kasus ini. Jika terbukti, pastikan sanksi tegas (Diskualifikasi/DO) diberikan agar tidak mencoreng nama kampus.

Malu bos, Capres BEM kok nyolong helm. Minimal nyolong hati adek tingkat lah (eh, bercanda!)

 

Baca juga: Mahasiswa Itera Lampung Diam-diam Rekam Teman Cewek Tanpa Busana: "Sehari Bisa Dua Kali", Pelaku Diinterogasi Warga!

Share:
Tautan berhasil tersalin

Komentar

0

0/150