Motivasi Hidup

Tips Bahagia untuk Si Perfeksionis, Stop Mengekang Dirimu!

Zahrah Thaybah M 22 September 2021 | 12:08:43

zonamahasiswa.id - Halo, Sobat Zona. Setiap manusia memiliki karakter yang berbeda-beda, salah satunya perfeksionis. Kamu pasti tahu kalau mereka identik dengan yang namanya estetika, kerapian, terstruktur, semata-mata supaya terlihat sempurna di mata orang lain.

Sekilas memang bagus dan nggak semuanya bisa seperti itu, tapi tanpa disadari si perfesionis ini terlalu mengekang dan memaksa dirinya, sehingga perlahan dirinya begitu tersiksa. Mau berhenti pun nanti takut merusak citra diri yang sudah dikenal oleh lingkungannya. Oleh karena itu, melalui tulisan ini semoga bisa membantumu untuk lebih bahagia.

Baca Juga: Saatnya Berani Bilang ‘Tidak’ Pada Orang Lain demi Kesehatan Jiwamu

Mencoba untuk Hidup Normal

5 Sisi Buruk dari Sifat Perfeksionis yang Perlu Diwaspadai | kumparan.com
Ilustrasi perfeksionis (Foto: Kumparan)

Orang yang memiliki sisi perfeksionis biasanya digunakan untuk menutupi rasa insecure dan rendah diri. Padahal, ada saatnya kamu memperlihatkan sisi lemah dan itu terbilang wajar. Cobalah untuk menjadi orang yang normal seperti lainnya, karena bagaimanapun juga tak baik apabila selalu memaksakan diri.

Kalau takut dengan anggapan orang lain yang tiba-tiba berubah menjadi seperti orang lain, hiraukan saja. Karena hidupmu bukan berdasarkan pendapatnya. Kamu lebih berhak atas seluruhnya dan yang terpenting adalah nyaman serta menikmatinya. Sama seperti orang lain, kamu pun berhak untuk bahagia. Let's be a normal person.

Kemudian, jangan terlalu membatasi dirimu untuk melakukan kegiatan yang mungkin belum pernah dilakukan sebelumnya dengan alasan tak terbiasa. Jika mempunyai waktu luang, istirahatlah barang sejenak, sekadar berlibur dan merasakan kebebasan dari sesuatu yang terasa membelenggu.

Hidup ini terlalu singkat untuk merasakan kesakitan. Sedangkan banyak hal yang menjadi sumber kebahagiaan. Menjadi orang perfeksionis hanyalah membuatmu terlihat tak menarik, terlalu kaku, dan sedikit menakutkan. Sehingga, lingkungan sekitarmu merasa segan untuk sekadar mengakrabkan diri.

Mereka pun bisa saja mengira kamu tak sepadan apabila menjalin pertemanan dengannya. Jangan sampai itu semua membuatmu terluka, karena anggapan yang belum tentu benar dari orang lain terhadapmu. Karena, berdampak pada reputasi di luaran sana.

Baca Juga: Untukmu yang Selalu Jadi Tokoh Figuran di Cerita Mereka, Apa Kabar?

Saatnya Hidup Bahagia

10 Cara Untuk Hidup Lebih Bahagia - Lifestyle Bisnis.com
Ilustrasi bahagia (Foto: Lifestyle)

Ada sebuah kata-kata dari Leo Tolstoy, bahwa kesempurnaan hanyalah mendatangkan perasaan tidak puas. Artinya, kalau kamu hanya mengerjar kesempurnaan demi memenuhi karakter perfeksionismu, maka hanya akan membuatmu selalu merasa kurang dan itu tidak baik.

Sementara itu, orang lain memiliki kekurangan dan kelebihan yang tentunya berbeda darimu, terpaksa harus menyesuaikan supaya bisa diterima dengan baik olehmu. Padahal, mereka cukup keberatan untuk melakukannya. Jadi, belajarlah untuk memakluminya.

Pada dasarnya tidak salah untuk menjadi si perfeksionis, tapi alangkah terlalu berlebihan jika tak memberikan dampak yang cukup baik bagimu. Karakter tersebut bisa mempengaruhi orang lain supaya mau bekerja keras dan lebih detail lagi dalam mengerjakan sesuatu. Namun, sekaligus mudah menyebabkan penyakit mental.

Kamu lebih suka menyendiri, karena merasa semua orang tak ada yang bisa melakukanya dan hanya jadi pengacau. Nggak mudah percaya terhadap kemampuannya, sebab khawatir akan kegagalan. Kemudian, gampang stres serta tertekan jika tak sesuai ekspektasi.

Kini saatnya si prefeksionis untuk memilih kebahagiaannya, menemukan sesuatu yang sudah lama hilang. Biarkan ia bebas mengekspresikan perasaannya tanpa perlu takut dengan anggapan orang lain.

Tips Bahagia untuk Si Perfeksionis, Stop Mengekang Dirimu!

Itulah ulasan mengenai tips bahagia untuk kalian yang perfeksionis. Jangan pernah mengekang dan membatasi dirimu ya!

Semoga ulasan ini bermanfaat bagi Sobat Zona. Jangan lupa untuk terus mengikuti informasi seputar mahasiswa dan dunia perkuliahan serta aktifkan notifikasinya ya. Sampai jumpa.

Baca Juga: Namanya Juga Proses, Maklum Kalau Banyak Gagalnya

Share:
Tautan berhasil tersalin

Komentar

0

0/150