Zona Mahasiswa - Sobat Zona, siapkan tisu sebelum baca kisah yang satu ini! Kalau kalian masih sering mengeluh capek belajar padahal fasilitas sudah serba ada, kisah dari Andromeda Sufi Anggoro ini dijamin bakal menampar rasa malas kalian.
Seorang anak sopir bajaj asal Yogyakarta ini membuktikan bahwa biaya dan latar belakang ekonomi sama sekali bukan halangan untuk menembus kampus impian. Andro resmi diterima sebagai mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) lewat jalur SNBT. Dan yang bikin speechless, ia diantar oleh keluarganya dari Yogya ke Bandung selama 24 jam penuh menggunakan bajaj! Yuk, kita simak kisah perjuangannya yang luar biasa ini!
Baca juga: Teliti Mitos Pesugihan Gunung Kawi, Mahasiswa UB Malah dapat ‘Pengalaman Tidak Biasa’
Perjalanan 24 Jam Penuh Cinta dari Yogya ke 'Kampus Gajah'
Senin, 20 Juli 2026, menjadi hari yang sangat bersejarah bagi Andro dan keluarganya. Ditemani kedua orang tua dan adiknya, Andro menempuh perjalanan darat selama 24 jam dengan menggunakan bajaj kesayangan sang ayah.
Sesampainya di Wisma Rector ITB, perjuangan keluarga ini disambut langsung oleh Rektor ITB, Tatacipta Dirgantara. Momen haru ini menjadi saksi bisu bahwa tekad yang kuat selalu menemukan jalannya sendiri. Andro berhasil mengamankan kursi di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB.
Namun, siapa sangka, mimpi Andro untuk masuk ITB ini ternyata sempat terkubur. Sejak kelas X di SMAN 4 Yogyakarta, ia sudah mengincar ITB. Sayangnya, sang ayah, Yusuf, sempat berterus terang bahwa ia belum mampu membiayai kuliah di Bandung.
"Waktu itu saya mengatakan kepada Andro, kalau kuliah di Bandung, saya belum mampu membiayainya. Akhirnya dia mencoba kuliah di Yogyakarta," kenang Yusuf dengan haru.
Tanpa Bimbel Mahal, Cuma Modal YouTube & Konsistensi
Meski sempat berkuliah di Yogyakarta, api semangat Andro untuk menembus ITB ternyata belum padam. Memasuki semester kedua, ia diam-diam menyusun strategi "balas dendam" untuk mengikuti UTBK ulang.
Sadar dengan kondisi ekonomi keluarga, Andro tidak merengek minta didaftarkan bimbingan belajar (bimbel) jutaan rupiah. Ia memilih jalur mandiri yang gratis tapi butuh disiplin tingkat dewa.
Apa rahasia belajar ala Andro?
- Mengandalkan YouTube: Ia mencari materi spesifik yang ingin dipelajari lewat video-video gratis.
- Try Out Online: Ia rutin menguji kemampuannya secara mandiri.
- Fokus Tuntas: Menyelesaikan satu materi hingga benar-benar paham sebelum melompat ke materi berikutnya.
Kerja keras dalam diam ini berbuah manis. Nama Andromeda Sufi Anggoro terpampang nyata dengan warna biru sebagai peserta yang lolos SNBT ITB!
Keajaiban Kata 'Bismillah' & Arti Nama Andromeda
Kelolosan Andro sempat membuat ayahnya kembali dilanda kebingungan soal biaya. Namun, di saat kritis itulah sang ibu hadir sebagai penguat dengan satu kalimat sakti yang mengubah segalanya.
"Istri saya bilang, 'Ayah, bismillah'. Akhirnya, saya mengizinkan dan mendukung Andro berangkat ke Bandung," tutur Yusuf penuh emosi.
Keyakinan "Bismillah" itu membawa Andro selangkah lebih dekat dengan cita-citanya. Ternyata, nama "Andromeda" yang diberikan orang tuanya bukanlah nama sembarangan. Itu adalah sebuah doa besar. Ayahnya berharap Andro memiliki pemikiran yang seluas galaksi.
Doa itu sangat selaras dengan target Andro di ITB. Setelah menyelesaikan masa Tahap Persiapan Bersama (TPB) dengan nilai terbaik, ia berambisi untuk masuk ke Program Studi Astronomi. Kecintaannya pada benda langit dan luasnya alam semesta semakin dalam setelah ia mengikuti sebuah pengajian yang membahas tentang penciptaan langit.
Jangan Biarkan Ekonomi Membunuh Mimpimu!
Sobat Zona, perjalanan Andro dari kursi penumpang bajaj menuju deretan bintang di jurusan Astronomi ITB adalah bukti nyata bahwa keajaiban itu ada bagi mereka yang mau berusaha.
Keterbatasan ekonomi memang ujian yang berat, tapi bukan berarti menjadi vonis mati bagi masa depanmu. Dengan konsistensi belajar otodidak, keberanian untuk mencoba lagi, dan tentunya restu serta doa "bismillah" dari orang tua, pintu kampus top mana pun bisa terbuka lebar.
Baca juga: Mahasiswa KIP-K 'Retas' Celah Keamanan Claude AI, Langsung Diganjar Rp 66 Juta!
Komentar
0

