Zona Mahasiswa - Sobat Zona, kadang realita kejahatan di dunia nyata itu jauh lebih mindblowing dan lebih jahat daripada plot sinetron azab di televisi. Sebuah kasus pembunuhan keji berencana baru saja terungkap di Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali.
Seorang ibu mertua bernama Aminah (57) tewas secara tragis usai menyantap sate beracun. Dalang di balik kejahatan ini? Tidak lain dan tidak bukan adalah menantunya sendiri, seorang pria berinisial PW (40). Yang bikin bulu kuduk merinding, pelaku sempat menyusun siasat super licik untuk memfitnah anggota keluarga lain! Mari kita bedah akal bulus predator berkedok keluarga ini.
Baca juga: Memalukan! Ilmuwan Gadungan Asal Indonesia Ketahuan Palsukan Riset Pakai AI di Konferensi Dunia
Siasat Licik: Pakai Akun Palsu & Catut Nama Anak Korban
PW rupanya sudah merencanakan aksi pembunuhan ini dengan sangat rapi dan matang. Ia mengirimkan sate ayam maut tersebut menggunakan layanan aplikasi ojek online (Go-Send) pada Senin (18/5/2026) petang.
Agar jejaknya tidak terendus, ia tidak menggunakan nama aslinya. Polisi mengungkap bahwa PW membuat akun fiktif dengan nama "Lurianti Putri", yang tak lain adalah anak kedua dari korban (Aminah). Tidak cuma nama, PW bahkan menggunakan foto Lurianti sebagai foto profil di aplikasi ojek online tersebut!
"Tersangka mencoba membuat alibi, supaya apabila terjadi permasalahan terhadap korban yang akan dituduh adalah saudari LP atau anak kedua korban," ungkap Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Indrawan Wira Saputra.
Driver Ojol Sempat Curiga dengan Gestur Pelaku
Insting seorang driver ojol rupanya sempat menyelamatkan situasi, meski akhirnya pengiriman tetap berlanjut. Sang driver sempat menaruh curiga saat mengambil pesanan paket sate tersebut. Pasalnya, nama dan foto di aplikasi jelas-jelas menunjukkan identitas seorang perempuan, tapi yang menyerahkan sate justru seorang laki-laki (PW).
Saat dipertanyakan oleh driver, PW berkilah dengan santai, "Ini dari mbak e," dan mengaku sebagai perwakilan dari anak korban. Karena alasan tersebut dirasa masuk akal, sate maut itu pun akhirnya sampai ke meja makan korban.
Motif Sepele Berujung Maut: Sakit Hati Gegara Nganggur
Apa yang membuat seorang menantu begitu tega merencanakan pembunuhan sadis terhadap mertuanya sendiri? Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra, membongkar bahwa motif utamanya adalah murni sakit hati dan dendam pribadi.
PW merasa dirinya sering dipojokkan, tidak dihargai, dan tidak dianggap di mata keluarga mertuanya karena tidak memiliki pekerjaan alias nganggur. Alih-alih membuktikan diri dengan mencari kerja, perasaan insecure itu malah berubah menjadi dendam kesumat yang melahirkan niat membunuh.
Racun Tikus di Dalam Lontong & Ancaman Hukuman Mati!
Kasus ini akhirnya meledak dan terbongkar secara ilmiah. Berdasarkan hasil ekshumasi (penggalian makam) dan otopsi dari Kedokteran Kepolisian (Dokpol) Polda Jateng yang keluar pada 2 Juni 2026, ditemukan sisa makanan berupa nasi lontong, daging unggas, kacang, dan cabai di lambung korban yang positif mengandung racun tikus.
Di hadapan penyidik, PW akhirnya tak bisa mengelak dan mengakui bahwa ia telah mencampurkan racun tikus ke dalam bumbu sate sebelum dikirim. Akibat aksi kejinya ini, pelaku langsung dijerat dengan Pasal 459 atau Pasal 458 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2025 tentang KUHP Nasional.
Hukumannya nggak main-main, Sobat Zona: Ancaman pidana mati, penjara seumur hidup, atau kurungan paling lama 20 tahun!
Baca juga: Gacor! Setelah Dibuatkan Lagu Kanda Bahlil Ciduk 7 Tambang Ilegal yang Bikin Rugi Negara 857 M
Komentar
0

