Berita

Pemerintah Akan Buat Universitas Republik Indonesia, Lantas Apa Bedanya dengan Kampus Lain?

Muhammad Fatich Nur Fadli 24 Juli 2026 | 16:59:21

Zona MahasiswaPemerintah berencana mengembangkan Universitas Republik Indonesia atau URI sebagai bagian dari sistem pendidikan untuk menyiapkan sumber daya manusia bagi pemerintahan dan BUMN.

Rencana tersebut disampaikan Gubernur Universitas Republik Indonesia, Donny Ermawan Taufanto, setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (22/7/2026). Donny dilantik sebagai Gubernur URI, sementara Yos Sunitiyoso dilantik sebagai Wakil Gubernur URI.

Baca juga: Teliti Mitos Pesugihan Gunung Kawi, Mahasiswa UB Malah dapat ‘Pengalaman Tidak Biasa’

Akan Dibangun 10 Universitas Republik Indonesia

Donny menyebut Presiden Prabowo ingin mengonsolidasikan dan mengintegrasikan sejumlah unsur pendidikan yang sudah ada. Integrasi itu mencakup pendidikan di tingkat sekolah, perguruan tinggi, hingga pembinaan di pemerintahan.

Menurut Donny, pemerintah menargetkan pembangunan 10 Universitas Republik Indonesia. Lembaga ini juga akan terhubung dengan Lembaga Administrasi Negara atau LAN dalam proses pembinaan sumber daya manusia.

“Ini semua terkait dengan pendidikan, pembinaan, penyiapan sumber daya manusia untuk ke depan, baik untuk pemerintahan ataupun untuk BUMN,” kata Donny.

Apa Bedanya dengan Kampus Lain?

Secara jurusan, Donny menyebut URI nantinya tidak jauh berbeda dari kampus lain. Namun, perbedaan utamanya ada pada pembinaan karakter, kemampuan manajerial, wawasan kebangsaan, patriotisme, cinta Tanah Air, integritas, dan kejujuran.

Dengan konsep tersebut, URI diproyeksikan tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga wadah pembentukan calon pemimpin yang disiapkan untuk kebutuhan pemerintahan dan BUMN.

Donny juga menyebut pengajar URI dapat berasal dari dalam negeri, luar negeri, maupun dosen dari perguruan tinggi lain. Perkuliahan di URI disebut akan menggunakan skema beasiswa.

Batch Pertama Sudah Berjalan

Meski kelembagaan URI baru diumumkan secara resmi, Donny menyebut angkatan pertama sudah berjalan melalui Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan atau P3MD.

Program tersebut dimulai pada 20 Mei 2026 dan diikuti 399 pegawai baru BUMN. Para peserta mendapatkan pembinaan karakter, kepemimpinan, dan wawasan kebangsaan.

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah long march rute Panglima Sudirman di Wonosari. Donny menyebut kegiatan itu bertujuan menanamkan nilai perjuangan, ketahanan mental, dan semangat pantang menyerah kepada peserta.

Terinspirasi dari INSP Prancis

Donny juga menjelaskan bahwa konsep URI terinspirasi dari lembaga pendidikan kepemimpinan di sejumlah negara, salah satunya Institut National du Service Public atau INSP di Prancis.

INSP merupakan lembaga yang berfokus pada rekrutmen, pelatihan awal, dan pelatihan berkelanjutan bagi pejabat serta manajer publik tingkat tinggi di Prancis. Lembaga ini merupakan penerus École Nationale d’Administration atau ENA.

Pemerintah berharap konsep serupa dapat disesuaikan dengan kebutuhan Indonesia, terutama dalam menyiapkan calon pemimpin yang memiliki kemampuan manajerial dan karakter kebangsaan.

Masih Banyak Detail yang Ditunggu

Meski konsep besarnya mulai dijelaskan, sejumlah detail URI masih perlu ditunggu. Misalnya, mekanisme seleksi mahasiswa, status kelembagaan, kurikulum, lokasi 10 kampus, model pembiayaan, hingga hubungan URI dengan kampus-kampus yang sudah ada.

Bagi mahasiswa, isu ini penting untuk diperhatikan karena URI berpotensi menjadi salah satu jalur pendidikan baru yang berhubungan langsung dengan karier di pemerintahan dan BUMN.

Namun, publik tetap perlu melihat bagaimana aturan teknisnya nanti. Apakah URI benar-benar membuka akses pendidikan yang adil, transparan, dan berkualitas, atau hanya menjadi lembaga eksklusif untuk kelompok tertentu.

Menurut Sobat Zona, konsep kampus khusus untuk menyiapkan calon pemimpin pemerintahan dan BUMN ini menarik atau justru perlu dikritisi lebih jauh?

Baca juga: Mahasiswa KIP-K 'Retas' Celah Keamanan Claude AI, Langsung Diganjar Rp 66 Juta!

Share:
Tautan berhasil tersalin

Komentar

0

0/150