Zona Mahasiswa - Tugas akhir alumni Kriminologi Universitas Indonesia, Andrew Timothy Umboh menjadi perhatian setelah kasus dugaan korupsi di Kebun Binatang Surabaya atau KBS mencuat ke publik.
Pada 2018, Andrew menulis tugas akhir berjudul “Kekejaman terhadap Satwa di Dalam Kebun Binatang dari Perspektif Kriminologi: Studi Kasus Kebun Binatang Surabaya”. Dalam riset tersebut, ia menyoroti dugaan kekejaman, kelalaian, dan persoalan kesejahteraan satwa di KBS dari sudut pandang kriminologi.
Baca juga: Tak Sanggup Beri Ongkos Kereta Seorang Ayah Antar Anak ke ITB Naik Bajaj, Tempuh 24 Jam Perjalanan
Riset itu kembali ramai dibahas setelah Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menetapkan mantan Direktur Utama KBS, Choirul Anwar, sebagai tersangka dugaan korupsi dana operasional KBS periode 2016–2024. Kerugian negara dalam perkara ini ditaksir sementara mencapai sekitar Rp10,2 miliar.
Tugas Akhir yang Soroti Animal Welfare
Dalam abstrak yang tercantum di repositori Perpustakaan UI, penelitian Andrew membahas berbagai temuan terkait kondisi satwa di Kebun Binatang Surabaya. Beberapa isu yang disorot antara lain kematian satwa, kehilangan satwa, serta kelalaian yang dinilai bertentangan dengan prinsip kesejahteraan hewan atau animal welfare.
Andrew juga menggunakan perspektif species justice, yaitu sudut pandang yang menekankan bahwa manusia memiliki tanggung jawab moral dan sosial terhadap keberlangsungan hidup spesies lain.
Meski penelitian tersebut tidak membahas korupsi keuangan secara langsung, isu yang diangkat memiliki irisan dengan persoalan tata kelola kebun binatang dan perlindungan satwa.
Eks Dirut KBS Jadi Tersangka
Kasus terbaru KBS mencuat setelah Kejati Jatim menetapkan Choirul Anwar sebagai tersangka dugaan korupsi dana operasional. Choirul merupakan mantan Direktur Utama Perumda Kebun Binatang Surabaya yang menjabat pada periode 2016–2024.
Menurut Kejati Jatim, tersangka diduga memerintahkan staf keuangan untuk mengeluarkan anggaran dan membuat laporan pertanggungjawaban seolah-olah dana tersebut digunakan untuk kegiatan operasional. Namun, dana itu diduga digunakan untuk kegiatan yang tidak sesuai peruntukan, pengeluaran fiktif, hingga kepentingan pribadi.
Berdasarkan perhitungan sementara bersama BPKP Provinsi Jawa Timur, kerugian negara dalam kasus ini mencapai sekitar Rp10,2 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp7,4 miliar diduga mengalir untuk kepentingan pribadi tersangka.
Diduga Berdampak pada Perawatan Satwa
Kejati Jatim menyebut dugaan penyelewengan anggaran tersebut tidak hanya berdampak pada kerugian negara, tetapi juga pada kualitas perawatan di lingkungan KBS.
Anggaran operasional yang seharusnya digunakan untuk perawatan fasilitas dan pakan satwa diduga tidak disalurkan sebagaimana mestinya. Akibatnya, fasilitas disebut menjadi tidak terawat, sementara sebagian satwa mengalami kondisi kurang sehat.
Di sisi lain, pihak KBS menyatakan menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan tetap fokus menjalankan operasional, konservasi, pemeliharaan, serta pelayanan kesehatan satwa sesuai standar yang berlaku.
Riset Mahasiswa Bisa Jadi Catatan Sosial
Yang menarik dari viralnya kembali tugas akhir Andrew bukan karena penelitian itu membongkar kasus korupsi. Riset tersebut tidak secara spesifik mengungkap dugaan penyimpangan dana.
Namun, penelitian itu menunjukkan bahwa riset mahasiswa bisa menjadi catatan sosial yang penting. Isu kesejahteraan satwa, kelalaian pengelolaan, dan tata kelola kebun binatang ternyata tetap relevan dibicarakan bertahun-tahun kemudian.
Bagi mahasiswa, kisah ini menjadi pengingat bahwa skripsi atau tugas akhir bukan sekadar syarat kelulusan. Jika dikerjakan dengan serius, riset akademik bisa merekam masalah sosial, membuka ruang diskusi publik, dan menjadi rujukan ketika isu serupa kembali muncul.
Jadi, buat Sobat Zona yang sedang pusing dengan revisi, jangan buru-buru meremehkan riset sendiri. Bisa jadi, tulisan yang kamu kerjakan hari ini akan menjadi arsip penting untuk memahami persoalan besar di masa depan.
Baca juga: Pemerintah Akan Buat Universitas Republik Indonesia, Lantas Apa Bedanya dengan Kampus Lain?
Komentar
0

