Zona Mahasiswa - Dunia perkuliahan memang penuh dengan istilah-istilah akademis yang sering kali membuat mahasiswa baru (bahkan mahasiswa tingkat akhir) merasa bingung. Salah satu kesalahpahaman yang paling umum terjadi adalah menyamakan istilah "Jurnal" dan "Artikel Ilmiah".
Sering kali kita mendengar mahasiswa berkata, "Gue lagi nyari jurnal nih buat skripsi," padahal yang mereka unduh sebenarnya adalah sebuah artikel. Atau sebaliknya, dosen meminta mencari referensi dari jurnal terakreditasi, namun mahasiswa malah menyodorkan artikel dari blog atau website yang tidak jelas kredibilitasnya.
Baca juga: Viral! 2 Pria Nekat Masturbasi di TransJakarta Rute 1A, Korban Kira Tetesan Air AC Ternyata...
Kesalahan penggunaan istilah ini mungkin terdengar sepele, namun di mata dosen penguji atau pembimbing, hal ini bisa menjadi indikator seberapa paham Anda terhadap dunia akademis. Agar tidak salah kaprah dan terhindar dari momen canggung saat bimbingan, mari pahami perbedaan mendasar antara keduanya.
Analogi Sederhana: Majalah vs Berita
Cara termudah untuk membedakannya adalah dengan menggunakan analogi majalah atau koran.
Bayangkan sebuah Majalah Fashion. Di dalam majalah tersebut, terdapat banyak tulisan atau berita yang ditulis oleh berbagai penulis dengan topik yang berbeda-beda (ada tentang tren baju, tips makeup, profil desainer, dan sebagainya).
- Jurnal itu ibarat Majalahnya (wadah atau buku kumpulannya).
- Artikel Ilmiah itu ibarat Berita/Tulisan yang ada di dalamnya.
Jadi, ketika Anda membaca satu file PDF yang berisi judul, abstrak, hingga daftar pustaka, Anda sedang membaca sebuah Artikel Ilmiah yang diterbitkan dalam sebuah Jurnal.
Apa Itu Artikel Ilmiah? (Isinya)
Artikel ilmiah adalah karya tulis yang dirancang untuk dimuat dalam jurnal atau buku kumpulan artikel. Artikel ini ditulis dengan tata cara ilmiah dan mengikuti pedoman atau konvensi ilmiah yang telah disepakati.
Ciri-ciri fisik artikel ilmiah yang biasa Anda unduh meliputi:
- Format Spesifik: Terdiri dari Judul, Nama Penulis, Afiliasi (Kampus), Abstrak, Pendahuluan, Metode, Hasil dan Pembahasan, Kesimpulan, serta Daftar Pustaka.
- Fokus Topik: Membahas satu topik penelitian yang spesifik dan mendalam.
- Penulis: Ditulis oleh peneliti (bisa dosen, mahasiswa, atau praktisi).
Jadi, apa yang Anda kutip di Bab 2 skripsi Anda adalah Artikel Ilmiah, bukan Jurnalnya.
Apa Itu Jurnal? (Wadahnya)
Jurnal (atau Jurnal Ilmiah) adalah bentuk terbitan berkala yang berfungsi sebagai sarana penyebarluasan hasil penelitian. Jurnal diterbitkan oleh penerbit, badan ilmiah, atau universitas.
Ciri-ciri Jurnal meliputi:
- Identitas Terbitan: Memiliki Nama Jurnal (misalnya: Jurnal Manajemen Indonesia), Volume, Nomor, dan Bulan/Tahun terbit.
- Kode Unik: Memiliki ISSN (International Standard Serial Number) dan biasanya setiap artikel di dalamnya memiliki DOI (Digital Object Identifier).
- Kolektif: Satu edisi jurnal berisi kumpulan dari banyak artikel ilmiah (biasanya 5-15 artikel) yang memiliki tema serumpun.
- Terakreditasi: Jurnal yang baik memiliki peringkat akreditasi (seperti SINTA 1-6 di Indonesia atau terindeks Scopus secara internasional).
Kenapa Sering Salah Sebut?
Kebingungan ini sering terjadi karena kebiasaan bahasa lisan (metonimia). Mahasiswa sering berkata "Mencari Jurnal" untuk menyingkat kalimat "Mencari Artikel Ilmiah yang ada di Jurnal".
Meskipun dalam percakapan santai hal ini dimaklumi, dalam penulisan skripsi atau saat berbicara formal dengan dosen, Anda harus presisi.
Contoh penggunaan yang benar:
- "Pak, saya menemukan artikel menarik tentang Pemasaran Digital yang ditulis oleh Budi Santoso."
- "Artikel tersebut diterbitkan di Jurnal Ekonomi Bisnis Universitas X Volume 5 Nomor 2."
Kesimpulan
Jangan sampai tertukar lagi. Ingatlah bahwa Jurnal adalah rumahnya, dan Artikel Ilmiah adalah penghuninya.
Dengan memahami perbedaan ini, Anda akan terlihat lebih profesional dan siap menghadapi dunia akademis yang sebenarnya. Dosen pembimbing pun akan lebih menghargai argumen Anda karena didasari pemahaman istilah yang tepat.
Selamat berburu artikel ilmiah di jurnal bereputasi!
Baca juga: Dokter PPDS Unsri Diperas Senior Buat Clubbing & Skincare, Korban Depresi Sampai Mau Akhiri Hidup!
Komentar
0

