Zona Mahasiswa - Sobat Zona, lagi-lagi ruang publik kita tercemar oleh aksi predator seksual yang bikin mual. Transportasi umum yang harusnya aman dan nyaman, malah dijadikan tempat pelampiasan nafsu bejat oleh oknum tak berotak.
Baru saja terjadi dan viral, dua orang pria (iya, kalian nggak salah baca, DUA orang) berinisial HW dan FTR ditangkap polisi setelah ketahuan melakukan aksi eksibisionis alias masturbasi di dalam bus TransJakarta.
Kejadian ini terjadi di Rute 1A (Pantai Maju - Balai Kota) yang memang sering padat penumpang. Yang bikin trauma, korban awalnya mengira cairan yang menempel di bajunya adalah tetesan air AC yang bocor. Ternyata, itu adalah cairan tubuh pelaku! Speechless banget, kan?
Yuk, simak kronologi lengkapnya dan bagaimana keberanian penumpang lain berhasil meringkus pelaku bejat ini!
Kronologi: Sore Mencekam di Tol Gedong Panjang
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar, membeberkan detail kejadian memalukan ini. Peristiwa terjadi pada Kamis sore (15/1/2026) pukul 18.20 WIB, jam sibuk di mana orang-orang lelah pulang kerja atau kuliah.
Saat bus melintas di kawasan Jalan Tol Pelabuhan Gedong Panjang, Penjaringan, suasana di dalam bus cukup ramai. Korban berdiri berdesakan bersama penumpang lainnya.
Modus "Air AC": Awalnya, korban tidak menaruh curiga sama sekali. Tiba-tiba, ia merasakan ada sesuatu yang basah mengenai bagian belakang pakaiannya.
"Korban sempat mengira cairan tersebut berasal dari pendingin udara (AC)," ujar AKBP Onkoseno, Jumat (16/1/2026).
Pikiran positif korban ini wajar, karena AC bocor di bus umum itu hal biasa. Tapi, para predator ini memanfaatkan situasi tersebut untuk melancarkan aksinya tanpa disadari korban.
The Real Hero: Penumpang Lain Teriak!
Untungnya, kejahatan tidak bisa ditutupi selamanya. Situasi berubah tegang ketika mata jeli salah satu penumpang lain menangkap gerakan mencurigakan dari dua pria tersebut (HW dan FTR).
Sadar bahwa itu bukan air AC melainkan aksi asusila, saksi mata tersebut langsung berteriak kencang.
"Situasi berubah ketika salah satu penumpang lain menyadari adanya kejanggalan dan berteriak, sehingga menarik perhatian penumpang lainnya," jelas Onkoseno.
Teriakan itu membuat seisi bus sadar. Korban yang kaget langsung memeriksa pakaiannya dan menyadari bahwa ia baru saja menjadi korban pelecehan seksual yang sangat menjijikkan.
Apresiasi buat Kondektur & Penumpang: Sobat Zona, di sini kita wajib kasih standing applause buat penumpang dan petugas TransJakarta (Petugas Layanan Bus/PLB). Mereka tidak diam. Mereka tidak membiarkan pelaku kabur.
Petugas kondektur dibantu penumpang lain langsung mengepung dan mengamankan kedua pelaku di tempat kejadian sebelum akhirnya diserahkan ke pihak kepolisian. Kerja bagus!
Bukti Menjijikkan & Ancaman Penjara
Kedua pelaku kini sudah mendekam di tahanan Polres Metro Jakarta Utara. Polisi bergerak cepat mengamankan barang bukti yang tak terbantahkan.
"Polisi telah mengantongi barang bukti berupa pakaian korban yang diduga terdapat cairan mencurigakan," tambah Onkoseno.
Cairan tersebut akan menjadi bukti forensik yang kuat untuk menjerat pelaku. Selain itu, dua orang saksi mata juga sudah dimintai keterangan untuk memperkuat penyidikan.
HW dan FTR dijerat dengan Pasal Tindak Pidana Asusila di Muka Umum sebagaimana diatur dalam KUHP. Ancaman penjaranya siap menanti mereka yang sudah merusak kenyamanan publik.
Sobat Zona, kasus ini agak "unik" (dalam arti negatif) karena pelakunya ada dua orang. Biasanya, eksibisionis beraksi sendirian (lone wolf).
Ada beberapa kemungkinan analisis psikologis di sini:
- Deviasi Kelompok: Melakukan hal menyimpang bersama-sama memberikan "adrenalin" atau validasi yang salah bagi mereka.
- Saling Melindungi: Mungkin satu bertugas melakukan aksi, satu lagi mengawasi situasi (atau sebaliknya).
- Normalisasi Kejahatan: Ketika dilakukan berdua, rasa malu atau rasa bersalah mereka berkurang karena merasa ada "temannya".
Apapun alasannya, perilaku ini SAKIT dan tidak bisa ditoleransi. Ruang publik, apalagi transportasi umum yang menjadi nadi kehidupan mahasiswa dan pekerja, harus steril dari predator macam ini.
Jangan Takut Lapor!
Kejadian di Rute 1A ini mengajarkan kita satu hal penting: The Power of Speak Up.
Bayangkan kalau penumpang yang melihat itu diam saja karena takut atau jijik? Mungkin korban akan pulang dengan baju kotor tanpa tahu apa-apa, dan pelaku akan bebas mencari mangsa lain besoknya.
Tips Aman di TransJakarta/KRL:
- Waspada Sekitar: Kalau ada orang yang gerak-geriknya aneh atau mepet-mepet padahal masih ada ruang kosong, geser atau pindah tempat.
- Tegur Keras: Kalau melihat pelecehan (ke diri sendiri atau orang lain), TERIAK! Tarik perhatian orang banyak. Predator seksual paling takut kalau aksinya terekspos publik.
- Lapor Petugas: Tombol darurat atau petugas di dalam bus ada untuk melindungi kalian.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor.
"Keamanan dan kenyamanan di ruang publik adalah tanggung jawab bersama," tutup AKBP Onkoseno.
Mari kita jaga transportasi umum kita. Buat para pelaku pelecehan: Kalian nggak akan aman. Mata netizen dan penumpang ada di mana-mana!
Komentar
0

