Zona Mahasiswa - Pertanyaan ini sering bikin deg-degan. "Masih kerja kok udah lamar sini? Emang nggak betah? Atau kamu kutu loncat?"
Banyak kandidat yang terpeleset di sini karena salah strategi. Ada yang malah curhat menjelekkan bos lama, ada yang bilang cuma mau gaji gede, atau ada yang gugup dan bilang "cuma iseng".
Ingat, HRD bertanya bukan untuk menuduhmu tidak loyal. Mereka ingin tahu Motivasi Utamamu: Apakah kamu lari dari masalah (negatif) atau lari menuju kesuksesan (positif)?
Berikut adalah strategi dan template jawaban cerdas agar kamu terlihat sebagai kandidat yang Profesional (menghargai tempat lama) dan Visioner (punya tujuan jelas di tempat baru).
Baca juga: Persiapan "Anti-Kaget" Biar IPK Semester Depan Nggak Terjun Bebas
DILARANG KERAS: 3 Jawaban "Bunuh Diri"
Sebelum masuk ke jawaban benar, hindari 3 hal ini kalau nggak mau langsung dicoret:
- Menjelekkan Bos/Kantor Lama: "Bos saya toxic banget, Pak." (HRD akan mikir: Nanti kalau kamu keluar dari sini, kamu bakal jelekin kami juga).
- Mengeluh Soal Gaji Duluan: "Gaji di sana kecil, nggak cukup buat healing." (Terkesan transaksional dan tidak punya visi karir).
- Jawaban "Bosan": "Saya bosan aja bu, pengen suasana baru." (Terkesan tidak tahan banting).
RUMUS JAWABAN CERDAS: "Grateful but Hungry"
Rumusnya sederhana: Hargai Masa Lalu + Tunjukkan Lapar akan Masa Depan.
Gunakan pola ini: "Saya bersyukur belajar banyak di kantor sekarang, TAPI saya melihat peluang pertumbuhan yang lebih besar di perusahaan Bapak/Ibu yang selaras dengan visi karir saya."
Berikut 3 Opsi Jawaban sesuai kondisimu:
Opsi 1: Alasan "Ingin Berkembang" (Paling Aman) 📈
Gunakan ini jika kamu merasa sudah stuck di kantor lama dan tidak ada jenjang karir lagi.
Jawaban: "Saat ini saya sangat bersyukur bekerja di perusahaan X karena saya belajar banyak tentang [Sebutkan 1 Skill]. Namun, saya merasa jenjang karir dan ruang lingkup belajar saya sudah maksimal di sana.
Saya melamar ke sini karena saya melihat posisi ini menawarkan tantangan [Sebutkan Tantangan] yang lebih kompleks, di mana saya bisa mengaplikasikan skill saya ke level yang lebih tinggi alias step up the game. Saya ingin tumbuh bersama perusahaan yang visinya sejalan dengan target jangka panjang saya."
Opsi 2: Alasan "Pivot Karir/Industri" (Paling Visioner) 🔄
Gunakan ini jika kamu ingin pindah industri (misal: dari Manufaktur ke Tech Startup).
Jawaban: "Saya menikmati peran saya di industri manufaktur selama 2 tahun terakhir. Namun, saya menyadari bahwa passion dan visi jangka panjang saya ada di industri Teknologi Digital.
Saya melihat perusahaan Bapak/Ibu adalah market leader di bidang ini. Saya ingin melakukan transisi karir sekarang karena saya yakin skill manajemen proyek yang saya bangun di tempat lama akan menjadi aset berharga jika diterapkan di lingkungan yang lebih dinamis seperti di sini."
Opsi 3: Alasan "Kecocokan Budaya/Visi" (Paling Flattering) 🤝
Gunakan ini jika kamu benar-benar mengagumi perusahaan yang kamu lamar.
Jawaban: "Sebenarnya saya tidak sedang aktif mencari kerja secara masif. Namun, ketika melihat lowongan di perusahaan Bapak/Ibu, saya merasa ini adalah kesempatan yang tidak boleh dilewatkan.
Saya sudah lama mengikuti perkembangan perusahaan ini dan sangat kagum dengan inovasi [Sebutkan Produk/Karyanya]. Saya merasa budaya kerja di sini lebih cocok dengan gaya bekerja saya yang inovatif dan kolaboratif, dibandingkan tempat saya saat ini yang cenderung konvensional."
Tips Pamungkas: Tegaskan Komitmen "Notice Period"
Setelah memberikan alasan di atas, tutup dengan kalimat yang menunjukkan Integritas Tinggi. Ini akan membuat HRD makin yakin merekrutmu.
Tambahan Kalimat: "Meskipun saya antusias dengan peluang ini, saya tetap berkomitmen untuk menyelesaikan tanggung jawab saya di kantor lama dan melakukan proses handover (serah terima) dengan baik selama masa One Month Notice. Saya ingin meninggalkan jejak yang baik secara profesional."
Poin Plus: HRD akan berpikir, "Wah, kalau dia resign dari kita nanti, dia juga pasti bakal profesional kayak gini."
Kesimpulan: Jangan merasa bersalah karena melamar kerja saat masih bekerja. Itu hak profesionalmu. Asalkan alasannya adalah Mengejar Pertumbuhan, bukan Menghindari Masalah, kamu aman! Semangat interview!
Baca juga: Mahasiswa Wajib Ngerti! Ternyata Ada Loh Website Alternatif Buat Buka Jurnal Kekunci Selain Sci-Hub
Komentar
0

