Zona Mahasiswa - Masuk jurusan Ekonomi itu rasanya keren. Tapi begitu masuk kelas Pengantar Ilmu Ekonomi, rasanya kayak masuk planet lain. Dosen ngomong pakai bahasa alien: "Ceteris paribus, asumsi ini tidak valid karena elastisitasnya inelastis..."
Hah? Maksudnya gimana?
Kalau kamu anak Ekonomi (Pembangunan, Manajemen, atau Akuntansi) tapi masih bingung sama istilah dasar, fix kamu bakal kesulitan mengikuti mata kuliah lanjutan. Ekonomi bukan cuma soal hitungan uang, tapi soal logika dan perilaku.
Biar nggak plonga-plongo pas ditanya Dosen, yuk pahami 7 istilah "Sakti" anak Ekonomi berikut ini!
1. Ceteris Paribus (Mantra Paling Sakti)
Ini adalah istilah Latin yang paling sering diucapkan Dosen Ekonomi, bisa sampai 10 kali sehari.
- Arti: "Dengan asumsi hal-hal lain dianggap tetap/tidak berubah."
- Contoh Kasus: Hukum Permintaan bilang: "Kalau harga naik, permintaan turun, Ceteris Paribus."
- Maksudnya: Permintaan turun kalau harga naik, ASALKAN faktor lain (selera, pendapatan, harga barang lain) dianggap diam atau tidak berubah. Kalau gajimu naik drastis, harga naik pun kamu tetap beli, kan? Nah, itu berarti Ceteris Paribus gugur.
2. Opportunity Cost (Biaya Peluang)
Prinsip dasar hidup anak ekonomi: "There is no such thing as a free lunch." (Nggak ada makan siang gratis).
- Arti: Nilai dari kesempatan terbaik berikutnya yang kamu korbankan karena memilih sesuatu.
- Contoh Kasus: Kamu punya uang 50 ribu. Kamu pilih beli Kopi Kekinian daripada Buku Catatan.
- Maksudnya: Biaya sesungguhnya dari kopimu bukan cuma Rp50 ribu, tapi juga "hilangnya kesempatan memiliki buku catatan". Anak ekonomi selalu menghitung apa yang hilang dari sebuah keputusan.
3. Marginal Utility (Kepuasan Tambahan)
Kenapa suapan pertama nasi goreng rasanya surga, tapi suapan terakhir rasanya begah? Itu karena konsep ini.
- Arti: Tambahan kepuasan yang didapat konsumen dari setiap tambahan satu unit barang yang dikonsumsi.
- Hukum Gossen (Diminishing Marginal Utility): Semakin banyak kamu mengonsumsi sesuatu, tambahan kepuasannya akan semakin menurun sampai titik jenuh.
- Pentingnya: Ini alasan kenapa Dosen menjelaskan kurva permintaan itu miring ke bawah. Orang nggak mau bayar mahal untuk barang ke-100 karena kepuasannya udah turun.
4. Elastisitas (Elasticity)
Ini sering bikin pusing karena ada hitungannya, tapi logikanya sederhana: Sensitivitas.
- Arti: Seberapa peka (baper) permintaan/penawaran terhadap perubahan harga.
- Elastis (Peka): Harga naik dikit, orang langsung kabur nggak mau beli (Contoh: Barang mewah, Kopi mahal).
- Inelastis (Batu/Gak Peka): Harga naik gila-gilaan, orang tetap beli karena butuh banget (Contoh: Beras, Bensin, Obat-obatan).
5. PDB / GDP (Gross Domestic Product)
Indikator utama rapor negara. Kalau PDB naik, negara dianggap makmur.
- Arti: Total nilai pasar semua barang dan jasa akhir yang diproduksi di dalam wilayah suatu negara selama periode tertentu (biasanya setahun).
- Bedanya sama GNP (Gross National Product):
- GDP: Pokoknya yang diproduksi DI INDONESIA (mau punya bule atau orang lokal, dihitung). Konsep Wilayah.
- GNP: Pokoknya yang diproduksi ORANG INDONESIA (mau dia kerja di Arab atau di Jakarta, dihitung). Konsep Kewarganegaraan.
6. The Invisible Hand (Tangan Tak Terlihat)
Istilah legendaris dari Bapak Ekonomi dunia, Adam Smith.
- Arti: Mekanisme pasar yang mengatur dirinya sendiri tanpa perlu campur tangan pemerintah.
- Maksudnya: Penjual pengen untung, pembeli pengen murah. Tanpa disuruh pemerintah, mereka akan tawar-menawar sampai ketemu Harga Pasar yang adil. Interaksi egois inilah yang disebut "Tangan Tak Terlihat" yang menggerakkan ekonomi.
7. Inflasi vs. Deflasi
Sering dengar di berita, tapi masih ketukar?
- Inflasi: Kenaikan harga barang secara umum dan terus-menerus. Uangmu jadi "nggak ada harganya". (Dulu 50 ribu dapat sekresek, sekarang cuma dapat 2 item).
- Deflasi: Penurunan harga barang secara umum. Kedengarannya bagus, tapi bahaya karena bikin produsen rugi, PHK massal, dan ekonomi lesu.
Tips Survival di Kelas Ekonomi:
Jangan cuma menghafal definisinya. Ekonomi itu ilmu sosial. Coba hubungkan istilah-istilah di atas dengan kejadian sehari-hari.
- Lagi galau milih pacar? Itu Opportunity Cost.
- Lagi malas makan menu yang sama tiap hari? Itu Diminishing Marginal Utility.
Pahami logikanya, niscaya kamu nggak bakal plonga-plongo lagi pas Dosen nanya! Semangat, Ekonom Muda!
Baca juga: Pemuda Garut Diamuk Keluarga Kades Gara-gara Kritik Jalan Rusak: "Mau Tenar Kamu?"
Komentar
0

