Berita

Bentrok Berdarah Teknik vs Pertanian USK Berujung Sabetan Celurit & Pembakaran Gedung!

Muhammad Fatich Nur Fadli 21 Mei 2026 | 16:09:54

Zona MahasiswaSobat Zona, rasanya miris banget melihat kelakuan oknum mahasiswa zaman sekarang. Di saat yang lain sibuk mengejar beasiswa dan nyusun skripsi, mahasiswa di Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh malah sibuk adu otot yang berujung pada aksi kriminal brutal!

Bentrok "klasik" yang melibatkan mahasiswa Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Pertanian (FP) pecah dan berujung pada bumi hangus fasilitas kampus pada Kamis (21/5/2026) dini hari tadi. Dalihnya? Apalagi kalau bukan tameng "menjaga marwah almamater". Yuk, kita bedah kronologi mengerikan dari insiden memalukan ini.

Baca juga: Bikin Publik Heran! Ferdy Sambo Ternyata Lanjut S2 Pakai Beasiswa dari Dalam Lapas

1. Pemicu Sepele: Gesekan Saat Demo JKA

Berdasarkan laporan dari lapangan, bibit pertikaian ini ternyata sudah mulai tercium sejak Senin lalu. Saat itu, ada pergerakan demonstrasi mahasiswa yang memprotes Kebijakan JKA (Jaminan Kesehatan Aceh) dari Pemerintah Aceh.

Di tengah-tengah aksi tersebut, terjadi pergesekan antara mahasiswa FP dan FT. Sebenernya, masalah ini diklaim sudah didamaikan. Kedua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari masing-masing fakultas bahkan sudah bersalam-salaman. Sayangnya, perdamaian di tingkat elite kampus itu ternyata cuma formalitas. Di tingkat grassroots (akar rumput), dendam ini jadi api dalam sekam!

2. Malam Berdarah: Markas Teknik Diserang Pakai Celurit

Eskalasi kekerasan memuncak sebelum insiden pembakaran terjadi. Tadi malam, markas Fakultas Teknik (tepatnya di area Teknik Mesin) diserbu secara mendadak oleh sekelompok massa yang membawa senjata tajam.

Akibat penyerangan membabi buta ini, dua orang mahasiswa Teknik terkena sabetan celurit.

  • Satu mahasiswa mengalami luka di bagian dagu (kini menjalani rawat jalan).
  • Satu mahasiswa lainnya mengalami luka di bagian jari dan harus menjalani operasi ringan sore ini.

Seluruh biaya pengobatan korban saat ini telah ditanggung penuh oleh pihak kampus.

3. Serangan Balasan Subuh Buta: Fakultas Pertanian Dibumi Hangus!

Tidak terima rekannya dibacok, aksi balas dendam yang lebih masif pun terjadi. Pada Kamis (21/5/2026) dini hari sekitar pukul 04.00 WIB, giliran Fakultas Pertanian yang digeruduk.

Wakil Ketua BEM FP USK, Alfi Sri Alfendra, menyebutkan bahwa mahasiswa FP sebenarnya sempat bersiaga di kampus hingga pukul 03.30 WIB, namun akhirnya kalah jumlah dan memilih menyelamatkan diri. Di saat itulah, massa yang anarkis melakukan perusakan parah:

  • Laboratorium GIS (Geographic Information System) FP USK hangus dilalap api.
  • Pintu ruang kuliah Teknologi Hasil Pertanian (THP) dibobol paksa.
  • Fasilitas ruangan dihancurkan dan sempat disiram minyak dengan niat membakar seluruh gedung!

4. Ironi Puncak: Hari Ini Wisuda Bareng!

Yang bikin geleng-geleng kepala, ketegangan fisik ini terjadi bertepatan dengan hari di mana kedua kubu (FT dan FP) dijadwalkan menjalani prosesi wisuda secara bersamaan pada pagi ini!

Untuk mencegah pertumpahan darah lanjutan, pihak rektorat dan keamanan kampus langsung melakukan langkah preventif super ketat. Rektor USK, Prof. Mirza Tabrani, langsung mengeluarkan Surat Edaran (SE) larangan beraktivitas malam di kampus agar situasi kembali cooling down.

Saat ini, lokasi Fakultas Pertanian sudah dipasangi police line (garis polisi), dan proses perkuliahan tatap muka (luring) terpaksa dihentikan sementara.

'Marwah Almamater' Bukan Alasan Berbuat Kriminal!

Sobat Zona, ada dugaan kuat dari investigasi awal bahwa pertikaian ini sudah ditunggangi oleh pihak luar (provokator non-mahasiswa USK). Namun apa pun alasannya, membakar fasilitas kampus dan membacok sesama mahasiswa adalah tindak pidana murni, bukan heroisme kampus!

Sangat disayangkan, gedung laboratorium yang dibangun menggunakan uang negara (dan mungkin uang UKT kalian sendiri) harus hangus karena ego kelompok yang salah kaprah. Kampus adalah tempat adu gagasan, bukan adu senjata tajam.

Mari kita kawal kasus ini agar polisi mengusut tuntas dan menangkap para pelaku perusakan serta penganiayaan. Jangan biarkan premanisme berlindung di balik jas almamater!

Baca juga: Mahasiswi Arsitektur UNHAS Meninggal di Area Kampus, Voice Note Terakhir: Bisa Jadi Saya Sudah Tidak Ada, Silakan Cari Saya di Belakang Kampus

Share:
Tautan berhasil tersalin

Komentar

0

0/150