Zona Mahasiswa - Sobat Zona, awan duka yang sangat pekat tengah menyelimuti "Kampus Merah" Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar. Seorang mahasiswi dari Jurusan Arsitektur angkatan 2024 ditemukan tewas secara tragis di area kampus.
Kejadian ini sontak mengejutkan seluruh sivitas akademika. Korban diduga meninggal dunia setelah terjatuh atau melompat dari lantai tiga gedung kampus. Meski demikian, kepolisian belum mau mengambil kesimpulan terburu-buru dan masih terus mendalami penyebab pasti insiden memilukan ini.
Berikut adalah rekam jejak waktu (kronologi) kejadian berdasarkan keterangan saksi di lapangan:
Kronologi Tragedi di Fakultas Arsitektur
- Pukul 18.50 WITA – Voice Note Terakhir Tanda-tanda keputusasaan mulai terendus ketika seorang saksi (rekan korban) menerima pesan suara (voice note/VN) dari korban. Isi pesan tersebut sangat menyayat hati, di mana korban berucap, "Bisa jadi saya sudah tidak ada (meninggal) dan silakan cari saya di belakang kampus (Gedung Arsitek)." Mendengar pesan darurat itu, saksi langsung bergerak cepat menuju kampus sambil menghubungi saksi lain.
- Pukul 19.00 WITA – Penemuan Korban Saksi tiba di kampus dan langsung bergegas menyisir area parkiran gedung belakang fakultas. Benar saja, saksi mendapati korban sudah tergeletak di atas jalan beton dengan posisi tengkurap dan tak lagi bergerak.
- Proses Evakuasi yang Menegangkan Saksi segera meminta bantuan orang sekitar untuk mengevakuasi korban. Berselang beberapa menit saja, ayah korban tiba di lokasi kejadian dengan penuh kepanikan. Mereka berpacu dengan waktu membawa korban ke Rumah Sakit Yapika. Namun sayangnya, tim medis menyatakan bahwa nyawa korban sudah tidak bisa diselamatkan.
- Pukul 19.45 WITA – Dibawa ke Rumah Duka Setelah dinyatakan meninggal dunia secara resmi oleh pihak rumah sakit, pihak keluarga yang hancur hatinya segera membawa jenazah korban ke rumah duka.
- Pukul 22.00 WITA – Pihak Berwajib Turun Tangan Tim Inafis Polres Gowa bersama Biddokes Polda Sulsel langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) di kampus dan rumah duka. Untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, jenazah korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Makassar guna dilakukan pemeriksaan mendalam.
You Are Not Alone
Sobat Zona, rentetan kasus yang menimpa mahasiswa akhir-akhir ini adalah tamparan keras bagi kita semua. Dunia perkuliahan memang penuh dengan tekanan yang luar biasa berat, entah itu karena tugas, ekspektasi, masalah keluarga, maupun pergolakan batin.
Namun satu hal yang harus selalu kalian ingat: Kalian tidak sendirian. Jika dunia terasa terlalu kejam dan beban di pundak terasa tidak tertanggungkan, tolong jangan dipendam sendiri. Jangan ragu untuk mencari pertolongan kepada sahabat yang kamu percaya, konselor kampus, atau tenaga profesional. Nilai kuliah atau masalah apa pun tidak akan pernah lebih berharga dari nyawamu.
Segenap tim redaksi Zona Mahasiswa mengucapkan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhumah diberikan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan keikhlasan dan ketabahan.
TRIGGER WARNING: Artikel ini memuat kabar duka terkait kematian dan dugaan bunuh diri. Harap bijak dalam membaca. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, depresi, atau memiliki pemikiran untuk menyakiti diri sendiri, mohon segera mencari bantuan dengan menghubungi layanan konseling, psikolog, atau profesional kesehatan mental terdekat.
Baca juga: Bikin Publik Heran! Ferdy Sambo Ternyata Lanjut S2 Pakai Beasiswa dari Dalam Lapas
Komentar
0

