Zona Mahasiswa - Sobat Zona, niat hati ingin mencari penghasilan tambahan buat biaya kuliah, seorang mahasiswi asal Nunukan, Kalimantan Utara, justru mengalami mimpi buruk yang tak terbayangkan. Ia menjadi korban penyekapan, kekerasan seksual, dan perampokan oleh seorang pria berinisial DR di Makassar, Sulawesi Selatan.
Kejahatan brutal dengan modus lowongan kerja (loker) palsu ini sukses bikin darah publik mendidih. Beruntung, si pelaku pengecut ini sudah berhasil diringkus (dan dihadiahi timah panas) oleh pihak kepolisian. Mari kita bedah 5 fakta penting dari kasus yang harus jadi pelajaran buat kita semua ini!
1. Berawal dari Loker 'Baby Sitter' Fiktif di Facebook
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, membeberkan bahwa malapetaka ini bermula dari media sosial. Pelaku (DR) memasang iklan lowongan kerja sebagai baby sitter (pengasuh anak) di Facebook.
Korban yang memang sedang mencari part-time alias pekerjaan sampingan, tertarik dan mengikuti petunjuk pelaku untuk datang ke sebuah rumah sewaan di kawasan Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, Makassar.
2. Kena Prank Jahat: Dipaksa Jadi ART, Lalu Disekap
Setibanya di lokasi, red flag mulai bermunculan. Pelaku beralasan bahwa pekerjaan baby sitter belum tersedia dan memaksa korban untuk bekerja sementara sebagai Asisten Rumah Tangga (ART).
Mimpi buruk sesungguhnya terjadi di hari ketiga. DR tiba-tiba menerobos masuk ke kamar korban sambil menodongkan cutter. Korban diancam, mulutnya dilakban, dan tangannya diikat. Di bawah ancaman mematikan itulah, pelaku dengan keji melakukan kekerasan seksual terhadap mahasiswi malang tersebut.
3. Diperkosa dan Dirampok Habis-habisan
Kebejatan DR tidak berhenti pada kekerasan seksual. Layaknya iblis berwujud manusia, ia juga menguras seluruh harta benda milik korban.
"Setelah diperkosa, bukan cuman itu, uangnya juga diambil, motornya juga diambil, handphonenya juga diambil," ungkap Kombes Pol Arya Perdana.
Korban yang memiliki mental baja akhirnya berhasil menyelamatkan diri dan melarikan diri saat pelaku sedang tidak berada di rumah sewaan tersebut, lalu segera melapor ke polisi.
4. Kabur ke Surabaya, Berakhir Ditembak Polisi!
Sadar dirinya diburu, pelaku melarikan diri menyeberang pulau menuju Surabaya, Jawa Timur. Namun, sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Tim Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar bekerja sama dengan aparat setempat berhasil menciduk DR saat baru saja turun dari kapal di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya (16/5/2026).
Fakta mengejutkan terungkap: DR ternyata adalah seorang residivis (penjahat kambuhan) kasus curanmor! Karena sok jagoan dan mencoba melawan saat hendak dibawa kembali ke Makassar, polisi akhirnya memberikan "tindakan tegas terukur". Kaki kiri si predator ini sukses ditembak hingga ia harus mendapat perawatan medis.

5. Gubernur dan DPRD Kaltara Turun Tangan
Kasus tragis yang menimpa warganya ini membuat para petinggi Kalimantan Utara ikut geram. Gubernur Kaltara, Zainal Paliwang, bahkan langsung mendatangi Kapolda Sulsel untuk mendesak penangkapan pelaku.
Senada dengan hal itu, Ketua Komisi VI DPRD Kaltara, Tamara Moriska, meminta agar penegak hukum menuntut pelaku dengan hukuman seberat-beratnya. Tamara juga menyoroti hal yang paling krusial saat ini: pemulihan mental korban.
"Kasian psikisnya pasti sangat terguncang karena insiden ini. Harus ada pendampingan untuk pemulihan psikisnya," tegas Tamara.
Waspada Loker Media Sosial!
Sobat Zona, kasus ini adalah alarm super keras buat kita semua. Mencari kerja part-time saat kuliah memang hal yang hebat, tapi ingat: Jangan pernah mudah percaya dengan lowongan kerja dari akun media sosial yang tidak kredibel (terutama Facebook atau grup Telegram/WhatsApp).
Selalu cek profil perusahaan, ajak teman atau keluarga saat sesi wawancara, dan jangan pernah mau diminta datang sendirian ke rumah pribadi, kos, atau tempat sepi dengan dalih apa pun! Mari kita doakan agar korban segera pulih secara fisik maupun psikis, dan si pelaku mendapatkan hukuman paling maksimal di pengadilan.
Baca juga: Bikin Publik Heran! Ferdy Sambo Ternyata Lanjut S2 Pakai Beasiswa dari Dalam Lapas
Komentar
0

