Zona Mahasiswa - Sobat Zona, bahaya Pinjaman Online (Pinjol) ilegal memang sudah di tahap darurat nasional! Saking ngerinya efek kecanduan utang, seorang guru pengganti mata pelajaran Sosiologi di sebuah SMA di Jakarta sampai tega merampok masa depan anak didiknya sendiri.
Oknum guru berinisial SRA ini nekat meminjam laptop muridnya dengan alasan darurat, lalu menggadaikannya! Parahnya, laptop tersebut ternyata milik kakak korban yang sedang berjuang menyusun skripsi. Bisa bayangkan gimana jantungan dan ngamuknya sang kakak? Yuk, kita bedah kelakuan manipulatif oknum guru yang satu ini!
Baca juga: Istri Curiga, Dosen UIN Jambi Digrebek di Kos Bareng Mahasiswi
Modus 'Darurat' Incar Murid Polos
Aksi tidak terpuji ini pertama kali terbongkar dari unggahan viral di akun Threads @_ssbrin. Kasus bermula pada Jumat, 8 Mei 2026.
SRA, yang ironisnya baru bertugas selama dua minggu di sekolah tersebut, melancarkan taktik manipulasi psikologis. Ia memanfaatkan citranya sebagai guru yang "ramah" dan "dekat dengan murid" untuk mencari mangsa. Sasarannya? Murid-murid kelas X yang dinilai masih polos dan gampang percaya pada guru.
"Dia bilang ada tugas ingin bikin soal kelas X, dia mengincar murid-murid polos dan ambil laptop dadakan," bongkar akun @_ssbrin.
Karena sangat percaya pada gurunya, adik korban dengan polosnya meminjamkan laptop milik sang kakak. Namun hingga malam hari, laptop tersebut tidak kunjung dikembalikan dengan seribu satu alasan, hingga akhirnya kedok sang guru pun terbongkar.
Kakak Korban 'Pejuang Skripsi' Terpaksa Tebus Rp3,2 Juta!
Sobat Zona yang lagi nyusun skripsi pasti paham betul, laptop itu ibarat nyawa kedua. Kehilangan laptop berisi draf skripsi sama saja dengan kiamat kecil!
Sang kakak tentu saja langsung ngamuk besar saat tahu laptopnya sudah pindah tangan ke tempat gadai. Demi menyelamatkan file skripsinya, ia terpaksa merogoh kocek pribadinya dalam-dalam. Keluarga korban menebus laptop tersebut di tempat gadai dengan nilai mencapai Rp3.000.000 hingga Rp3.200.000.
Gara-gara oknum guru yang tidak bertanggung jawab, seorang mahasiswa tingkat akhir harus kehilangan uang tabungannya secara paksa!
Sistem 'Gali Lubang Tutup Lubang' Demi Tutupi Utang Pinjol
Kejahatan SRA tidak berhenti di satu korban saja. Pihak tempat gadai memberikan pengakuan mengejutkan terkait kebiasaan oknum guru ini. SRA rupanya mempraktikkan skema gali lubang tutup lubang dengan barang gadainya.
"Dari pihak gadai menjelaskan dia baru tebus laptop, kemudian masuk lagi laptop baru," ungkap pengunggah video dengan geram.
Netizen yang penasaran akhirnya melacak nomor telepon SRA menggunakan aplikasi pelacak nomor (Getcontact). Hasilnya sangat mencengangkan: nama kontak SRA penuh dengan tagihan utang piutang, khususnya dari pihak Pinjol! Kuat dugaan, tekanan finansial yang mencekik inilah yang membuatnya nekat memanipulasi murid-muridnya sendiri.
Sejauh ini, sudah ada tiga siswa yang melapor menjadi korban manipulasi SRA, dan jumlahnya diyakini masih bisa bertambah.
Background Check Guru Harus Diperketat!
Kasus ini memberikan tamparan keras bagi dunia pendidikan kita. Ada dua pelajaran penting yang harus kita garis bawahi:
- Seleksi Ketat Pihak Sekolah: Status sebagai "guru pengganti" tidak boleh menjadi celah bagi sekolah untuk asal rekrut. Harus ada background check (pemeriksaan latar belakang) yang ketat, termasuk soal rekam jejak kriminal atau masalah finansial yang berpotensi merugikan lingkungan sekolah.
- Jangan Over-Trust! Rasa hormat kepada guru adalah kewajiban, tapi meminjamkan barang berharga bernilai jutaan rupiah atas dasar "kasihan" atau "segan" adalah kesalahan fatal. Murid harus diedukasi untuk berani berkata TIDAK jika ada pihak (termasuk tenaga pendidik) yang meminta sesuatu di luar batas profesionalitas pendidikan.
Mari kita tunggu statement resmi dari pihak sekolah dan tindak lanjut hukum dari pihak kepolisian. Pelaku penipuan berkedok guru ini harus diproses secara pidana agar ada efek jera!
Baca juga: Mengaku! Dosen UIN Walisongo Kirim Chat Vulgar ke Mahasiswi, Sanksi Tertunda: Alasan Sedang 'Cuti'
Komentar
0

