Berita

Dokter Internship FK Unsri Meninggal Usai Dipaksa Jaga Malam Saat Sakit Parah

Muhammad Fatich Nur Fadli 04 Mei 2026 | 17:09:24

Zona MahasiswaSobat Zona, dunia medis dan pendidikan kedokteran kita kembali berduka sekaligus memicu kemarahan publik. Sistem hierarki dan budaya kerja yang toxic lagi-lagi menelan korban jiwa dari kalangan tenaga medis muda.

Seorang dokter internship (magang) lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK Unsri) bernama dr. Myta Aprilia Azmy, meninggal dunia saat bertugas di RSUD K.H Daud Arif, Kuala Tungkal. Tragedi ini viral setelah Ikatan Alumni FK Unsri membongkar serangkaian dugaan perundungan, beban kerja tidak manusiawi, hingga pemaksaan bekerja dalam kondisi sakit parah yang dialami almarhumah.

Baca juga: Tragis! Kisah Mahasiswa ITB yang Meninggal Dunia Gegara Begadang 7 Hari 7 Malam Demi Selesaikan Skripsi

Dalam video tersebut, Amien Rais mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk memecat Seskab Teddy Indra Wijaya. Alasannya? Amien melontarkan tuduhan sangat personal dengan menyebut Teddy sebagai kelompok homoseksual, atau yang ia narasikan sebagai "Kaum Nabi Luth".

Namun, pantauan terbaru menunjukkan bahwa unggahan kontroversial tersebut rupanya sudah gentar menghadapi reaksi publik dan telah di-take down alias tidak bisa diakses lagi di kanal YouTube-nya.

Partai Ummat Putar Balik: "Pak Amien Off-Side!"

Menyadari pernyataan pendirinya memicu badai hujatan dan potensi delik hukum, Partai Ummat langsung buru-buru "cuci tangan" dan mengambil jarak aman.

Ketua DPP Partai Ummat, Aznur Syamsu, pada hari ini, Sabtu (2/5/2026), menegaskan secara terbuka bahwa ocehan tersebut adalah murni opini pribadi dan sama sekali tidak mewakili sikap resmi partai.

"Kami dari Partai Ummat, menyayangkan pernyataan seperti itu dari Pak Amien Rais... Tidak ada kaitan dengan persoalan bangsa dan negara saat ini. Pak Amien Rais off side," kritik Aznur secara blak-blakan.

Bahkan, internal partai sendiri merasa sangat menyesalkan tokoh sekelas Amien Rais sampai mengeluarkan pernyataan menyerang ranah privasi yang tidak ada hubungannya dengan kinerja negara dan hajat hidup orang banyak.

Relawan Prabowo Siapkan Serangan Balik Jalur Hukum

Tentu saja, pihak Istana dan para pendukung Presiden Prabowo tidak tinggal diam melihat menterinya diobok-obok secara personal. Relawan yang tergabung dalam Arus Bawah Prabowo (ABP) langsung pasang badan untuk membela nama baik Presiden dan Teddy.

Ketua DPP ABP, Supriyanto, mengecam keras pernyataan tersebut dan menilai itu bukanlah sebuah kritik politik, melainkan fitnah tak berdasar yang merusak nama baik.

"Ini bukan lagi kritik, melainkan tuduhan keji tanpa dasar yang dipaksakan menjadi seolah-olah kebenaran. Pernyataan ini jelas halusinasi dan menyesatkan publik," tegas Supriyanto.

Pihak ABP memastikan tidak akan membiarkan isu ini menguap begitu saja. Mereka menyatakan siap menempuh langkah hukum atas dugaan pencemaran nama baik.

 

Baca juga: Viral! Kasus Pelecehan Seksual Dosen Unpad, Korban Mahasiswa Asing: Diminta Foto Pakai Bikini

Share:
Tautan berhasil tersalin

Komentar

0

0/150