Zona Mahasiswa - Sobat Zona, tempat yang seharusnya menjadi ruang paling aman untuk berobat saat kita jauh dari orang tua, justru berubah menjadi mimpi buruk. Jagat media sosial kembali diguncang oleh kasus pelecehan seksual di lingkungan akademik, dan kali ini pelakunya diduga kuat adalah seorang dokter klinik kampus!
Seorang dokter berinisial L yang bertugas di Klinik Pratama Unri Sehati 1 (klinik milik Universitas Riau/Unri) dituding melakukan pelecehan seksual terhadap puluhan mahasiswi. Kasus yang kabarnya sudah terjadi sejak 2025 ini akhirnya meledak setelah para korban berani speak up secara viral. Yuk, kita bongkar modus menjijikkan oknum dokter ini!
Modus 'Pemeriksaan Medis' yang Melenceng Jauh
Kepala Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Unri, Separen, membongkar siasat licik pelaku. Dokter L memanfaatkan otoritasnya sebagai tenaga medis untuk memanipulasi korban.
Berdasarkan laporan, modus pelecehan yang dilakukan antara lain:
- Dalih Pemeriksaan Stetoskop: Pasien yang mengeluh sakit (seperti asam lambung) disuruh membuka kancing baju atas. Pelaku kemudian memeriksa menggunakan stetoskop hingga dengan sengaja menyentuh bagian intim (area dada).
- Membuka Resleting Celana: Lebih parah lagi, ada korban yang dipaksa membuka resleting celananya tanpa indikasi medis yang jelas.
- Teror di Luar Klinik: Pelaku juga kerap meminta nomor ponsel korban dan melakukan komunikasi ( chatting ) di luar konteks pelayanan medis.
Salah satu korban di media sosial membagikan pengalaman traumatisnya:
"Aku asam lambung, tapi disuruh buka kancing baju paling atas, diperiksa pakai stetoskop, terus diraba dada. Bagian atas perut aku dicek, tapi menurut aku sudah agak ke bawah."
30 Mahasiswi Jadi Korban, Ada yang Trauma Berat
Sobat Zona, ini bukan lagi kejahatan biasa, ini adalah tindak kekerasan seksual yang dilakukan secara masif dan berulang. Hingga saat ini, tercatat sudah 30 mahasiswi yang memberanikan diri melapor ke Satgas PPKPT Unri. Tiga di antaranya sudah dipanggil untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Dampak psikologis dari pelecehan ini sangat fatal. Separen mengonfirmasi bahwa ada satu korban yang mengalami trauma berat dan rasa malu yang sangat mendalam. Pihak kampus telah menjanjikan pendampingan psikologis penuh melalui konselor resmi Unri untuk memulihkan mental korban.
Baca juga: Viral! Kasus Pelecehan Seksual Dosen Unpad, Korban Mahasiswa Asing: Diminta Foto Pakai Bikini
Komentar
0

