Berita

Bikin Merinding! Kesal Dipersulit Cairkan Uang, Pria Ini Gali Makam & Gendong Kerangka Saudaranya ke Bank

Muhammad Fatich Nur Fadli 01 Mei 2026 | 13:55:00

Zona MahasiswaSobat Zona, jagat media sosial baru saja digemparkan oleh sebuah video amatir yang visualnya sukses bikin jantungan. Saking creepy-nya kejadian ini, Sanz si kucing mascot kesayangan redaksi kita aja rasanya bakal ikut sembunyi ketakutan kalau disuruh lihat rekaman aslinya!

Sebuah insiden di luar nalar terjadi di distrik Keonjhar, Odisha, India pada Senin (27/4/2026). Seorang pria paruh baya bernama Jitu (Jeetu) Munda (52) terekam kamera sedang berjalan santai di tengah keramaian sambil menggendong sisa-sisa kerangka jenazah adiknya. Tujuannya cuma satu: Pergi ke bank untuk membuktikan bahwa adiknya sudah meninggal!

Baca juga: Tragis! Kisah Mahasiswa ITB yang Meninggal Dunia Gegara Begadang 7 Hari 7 Malam Demi Selesaikan Skripsi

Bagaimana hal gila ini bisa terjadi? Mari kita bedah kasusnya dengan penalaran yang lebih kritis dan mendalam.

Terhalang Birokrasi Kaku: Bukti Logis vs Dokumen Legal

Tindakan ekstrem yang dilakukan Jeetu ini sebenarnya bermula dari rasa frustrasi yang memuncak. Jeetu berkali-kali mendatangi bank lokal untuk mencairkan dana dari rekening milik mendiang adiknya.

Sebagai prosedur standar, pihak bank menolak pencairan tersebut dan meminta Jeetu melampirkan "bukti resmi kematian" atau dokumen ahli waris yang sah secara hukum.

Masalahnya, Jeetu adalah potret warga kelas bawah yang tidak memahami rumitnya prosedur administrasi perbankan. Di kepalanya, logika pembuktian itu sangat sederhana: Bank butuh bukti kalau adik saya sudah mati? Ya sudah, saya bawa saja jasadnya!

Tanpa pikir panjang, Jeetu membongkar kembali makam adiknya, mengangkat kerangka jenazahnya, dan memanggulnya langsung ke hadapan para teller bank.

Klarifikasi Bank & Kemarahan Publik Nasional

Video Jeetu yang memanggul kerangka itu langsung meledak di media sosial dan memicu kemarahan publik seantero India. Banyak yang mengecam pihak bank karena dianggap tidak memiliki empati terhadap warga miskin.

Menghadapi gelombang protes, pihak bank buru-buru melakukan pembelaan. Mereka membantah keras telah menyuruh Jeetu membawa kerangka jenazah.

"Kami hanya meminta dokumen yang diwajibkan secara hukum. Insiden ini tampaknya murni berasal dari kurangnya kesadaran warga akan prosedur yang sah," kilah perwakilan bank.

Pemerintah lokal pun ikut kepanasan. Menteri Pendapatan Odisha, Suresh Pujari, menyatakan keprihatinan mendalam dan berjanji akan melakukan penyelidikan menyeluruh. Ia bahkan mengancam akan mengambil tindakan tegas terhadap manajer cabang bank tersebut karena gagal memberikan pendampingan yang layak kepada masyarakat. Pada akhirnya, uang di rekening tersebut dikabarkan telah diserahkan kepada Jeetu sebagai ahli waris.

Tragedi di Balik Buta Administrasi

Sobat Zona, jika kita menganalisis kasus ini lebih dalam, ini bukanlah sekadar cerita komedi gelap atau aksi kriminal biasa. Ini adalah tragedi kegagalan sistemik.

  1. Kesenjangan Literasi yang Fatal: Kasus Jeetu menelanjangi ketimpangan yang luar biasa antara sistem korporasi yang kaku dengan masyarakat akar rumput yang minim literasi administratif. Sesuatu yang dianggap "prosedur dasar" oleh pegawai bank bisa menjadi bahasa alien bagi warga desa.
  2. Hilangnya Sisi Kemanusiaan dalam Birokrasi: Ketika sebuah institusi keuangan hanya berpatokan pada SOP kertas tanpa mau mengedukasi atau membantu nasabah marginalnya, di situlah rasa frustrasi warga meledak menjadi tindakan ekstrem yang tidak terbayangkan.

Kisah dari India ini adalah pelajaran mahal, tidak hanya bagi instansi di sana, tapi juga birokrasi di negara kita. Jangan sampai pelayanan publik yang terlalu kaku malah menghilangkan martabat manusia itu sendiri.

Baca juga: Viral! Kasus Pelecehan Seksual Dosen Unpad, Korban Mahasiswa Asing: Diminta Foto Pakai Bikini

Share:
Tautan berhasil tersalin

Komentar

0

0/150