Berita

Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang Diserang Buzzer dari Kampusnya Sendiri Gegara Kritik Wacana SPPG

Muhammad Fatich Nur Fadli 28 Mei 2026 | 17:30:03

Zona Mahasiswa - Sobat Zona, kabar panas dan memprihatinkan baru saja datang dari Universitas Brawijaya (UB) Malang. Kampus yang seharusnya menjadi mimbar bebas akademik dan ruang aman untuk berpendapat, kini malah diwarnai oleh teror digital.

Muhammad Rafi Azzamy, seorang mahasiswa program studi Antropologi UB, mendadak menjadi pusat perhatian publik setelah mengaku mengalami serangan buzzer yang terorganisir. Gara-garanya? Ia vokal mengkritik wacana kebijakan kampus terkait rencana pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan universitas.

Baca juga: BEM UI Geruduk Mabes Polri Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Kasus Kematian Siswa MTs Maluku

Kolom Komentar Diserbu Akun Bodong

Melalui akun media sosial pribadinya (@rafiazzamy.ph.d), Rafi membeberkan bukti nyata bahwa kolom komentarnya secara mendadak diserbu oleh pasukan akun bodong. Serangan ini bukan sekadar adu argumen intelektual biasa, melainkan sudah menjurus ke arah pembunuhan karakter (character assassination) yang sangat mengerikan, yaitu dengan sengaja membawa-bawa ranah privasi keluarganya.

Dugaan Kebocoran Data Internal Kampus

Para buzzer tersebut dengan masif melontarkan tuduhan miring terhadap ibunda Rafi yang kebetulan bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan kampus.

Tindakan intimidatif ini sontak memicu dugaan kuat sekaligus tanda tanya besar di kalangan mahasiswa: Apakah telah terjadi kebocoran data internal rektorat yang sengaja dieksploitasi oleh oknum tertentu demi membungkam suara kritis mahasiswanya sendiri? Lawan Balik: Buktikan Mandiri dengan UKT Golongan 8! Menghadapi teror mental tersebut, Rafi pantang mundur. Ia tidak tinggal diam dan langsung mematahkan tuduhan-tuduhan miring yang dialamatkan kepadanya.

Dengan tegas, Rafi mengklarifikasi bahwa dirinya berstatus sebagai pemegang Uang Kuliah Tunggal (UKT) Golongan 8, yang merupakan kategori UKT tertinggi di UB. Fakta ini membuktikan bahwa ia membiayai kuliahnya secara mandiri penuh, bukan mengandalkan "orang dalam" seperti yang difitnahkan para buzzer.

Mendapat dukungan penuh dari sang ayah, Rafi bersumpah tidak akan mundur selangkah pun dalam menghadapi intimidasi ini. Ia berjanji akan terus menjadi garda terdepan untuk mengawal transparansi birokrasi kampusnya sampai masa studinya berakhir.

 

Baca juga: Cinta Ditolak Parang Bertindak! Mahasiswa UIN Suska Riau Nekat Bacok Mahasiswi di Ruang Ujian

Share:
Tautan berhasil tersalin

Komentar

0

0/150