Berita

Neraka Berkedok Daycare di Jogja Digrebek Polisi: Bayi Kelaparan dan Diikat di Lantai Tanpa Baju

Muhammad Fatich Nur Fadli 27 April 2026 | 17:41:09

Zona MahasiswaSobat Zona, darah rasanya langsung mendidih membaca berita yang satu ini. Tempat penitipan anak (daycare) yang seharusnya menjadi surga kecil nan aman bagi balita saat orang tuanya bekerja, justru disulap menjadi "neraka" dunia oleh oknum-oknum berhati iblis.

Jagat media sosial saat ini tengah diguncang oleh kasus penggerebekan daycare Little Aresha yang berlokasi di Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Bayangkan saja, anak-anak yang belum berdosa ditemukan dalam kondisi kelaparan, diikat di lantai, dan ditelanjangi! Mari kita bedah tuntas kasus biadab yang membuat miris seluruh orang tua di Indonesia ini.

Baca juga: Tragis! Kisah Mahasiswa ITB yang Meninggal Dunia Gegara Begadang 7 Hari 7 Malam Demi Selesaikan Skripsi

Terbongkar Lewat Jalur Viral: Dari Threads hingga Google Maps

Kasus ini pertama kali meledak dan menjadi Breaking News setelah akun Instagram @merapi_uncover membagikan foto lokasi daycare yang sudah disegel dengan garis polisi ( police line ).

Kebusukan daycare ini perlahan tercium dari platform digital. Banyak pihak yang mulai mengunggah kesaksian mengerikan di Threads, yang kemudian merembet pada penemuan ulasan-ulasan gelap di Google Maps. Berbagai laporan menyebutkan adanya tindakan keji yang jauh dari akal sehat: anak-anak diseret, dipukul, hingga diikat layaknya hewan.

Viralnya kasus ini menjadi pemicu keberanian para orang tua korban yang selama ini mungkin memendam curiga untuk berbondong-bondong melapor ke Mapolresta Yogyakarta.

Polisi Gerebek Lokasi: Temukan Pemandangan bak Neraka

Merespons gelombang aduan publik, jajaran Satreskrim Polresta Yogyakarta langsung bergerak cepat. Pada Jumat (24/4/2026) sore, polisi melakukan penggerebekan langsung ke lokasi.

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizky Adrian, membenarkan dan menyaksikan sendiri kengerian di dalam bangunan tersebut.

"Petugas kita memang melihat langsung bahwa anak tersebut diperlakukan tidak manusiawi. Ada yang kakinya diikat, tangannya diikat, dan sebagainya," tegas Adrian, Sabtu (25/4/2026).

Polisi menduga kuat adanya tindak pidana diskriminasi, penelantaran, serta kekerasan anak yang dilakukan secara terstruktur oleh oknum pengelola daycare.

30 Orang Diamankan, Termasuk Pejabat Yayasan!

Kejahatan ini rupanya bukan sekadar ulah satu-dua oknum pengasuh yang "khilaf" atau stres, melainkan diduga sudah menjadi borok sistemik di dalam lembaga tersebut.

Sejak Jumat malam hingga Sabtu sore, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Yogyakarta telah menciduk dan memeriksa secara intensif sekitar 30 orang. Mereka yang diamankan bukan cuma kroco atau pengasuh harian, tapi juga merembet ke level pejabat yayasan yang menaungi daycare tersebut!

Pihak kepolisian menargetkan gelar perkara akan segera dilakukan untuk menetapkan status tersangka setelah alat bukti formil lengkap.

Kesaksian Pilu Orang Tua: "Saya Kira Jatuh..."

Penyesalan terdalam kini menghantui para orang tua korban. Aldewa, salah satu ayah korban, mengaku baru mengetahui kebenaran pahit ini dari video yang beredar di medsos.

Ia bercerita bahwa beberapa waktu lalu, mertuanya mendapati ada luka lebam di kaki anaknya usai dijemput dari daycare.

"Istri saya bilang kayaknya jatuh, jadi saya tidak tanya pihak sekolah," sesal Aldewa.

Fakta bahwa lebam itu ternyata adalah hasil dari siksaan (diikat dan dipukul) jelas menjadi pukulan psikologis yang teramat berat bagi keluarga.

 

Baca juga: Viral! Kasus Pelecehan Seksual Dosen Unpad, Korban Mahasiswa Asing: Diminta Foto Pakai Bikini

Share:
Tautan berhasil tersalin

Komentar

0

0/150