Tips

Disuruh bikin MOM malah nelpon Ibu? Pelajari Kamus "Bahasa Corporate" Ini Biar Gak Plonga-Plongo saat Magang di Kantor!

Muhammad Fatich Nur Fadli 05 Juni 2026 | 13:20:12

Zona MahasiswaMemasuki dunia magang atau pekerjaan pertama ibarat pindah ke negara baru. Selain harus beradaptasi dengan budaya kerja, kamu juga akan dihadapkan pada satu tantangan unik: bahasa corporate (korporat).

Banyak mahasiswa magang yang mendadak panik atau kebingungan saat pertama kali diajak rapat. Pasalnya, staf kantor sering kali menggunakan singkatan atau istilah serapan bahasa Inggris yang sama sekali tidak diajarkan di bangku kuliah. Kalau kamu tidak tahu artinya, instruksi pekerjaan bisa salah sasaran.

 

Baca juga: Memalukan! Ilmuwan Gadungan Asal Indonesia Ketahuan Palsukan Riset Pakai AI di Konferensi Dunia

Agar kamu terlihat lebih profesional, cepat tanggap, dan tidak perlu diam-diam membuka Google Translate di tengah rapat, wajib hukumnya untuk memahami kamus bahasa corporate dasar berikut ini!

1. MOM (Minutes of Meeting)

Ini adalah kesalahpahaman yang paling sering terjadi. Saat atasan berkata, "Tolong buatkan MOM rapat hari ini ya," itu bukan berarti kamu disuruh menelepon ibumu.

MOM adalah istilah korporat untuk notulen rapat. Tugasmu adalah mencatat poin-poin penting, keputusan yang diambil, dan pembagian tugas selama rapat berlangsung. MOM ini nantinya akan dibagikan ke semua peserta rapat sebagai acuan kerja agar tidak ada informasi yang terlewat.

2. PIC (Person in Charge)

Di kampus, kamu mungkin mengenalnya dengan sebutan "Ketua Pelaksana" atau "Koordinator". Di dunia kerja, istilah yang dipakai adalah PIC.

PIC adalah orang yang bertanggung jawab penuh atas suatu tugas, divisi, atau acara. Misalnya, ketika perusahaan sedang menyusun Rapat Kerja dan Family Gathering tahunan, pimpinan akan menunjuk satu PIC utama untuk memastikan seluruh persiapan acara berjalan lancar dari awal hingga akhir.

3. Brainstorming

Istilah ini sangat sering diucapkan di industri kreatif, media, atau perusahaan rintisan (startup). Brainstorming adalah sesi diskusi santai namun terarah untuk memunculkan ide-ide baru atau memecahkan suatu masalah.

  • Contoh Penggunaan: "Nanti siang kita kumpul di ruang rapat ya, kita perlu brainstorming strategi pemasaran untuk fitur Anonymous Mode dan Voice Messaging di layanan forHat bulan depan."

Di sesi ini, kamu diharapkan aktif bersuara dan memberikan masukan, bukan hanya diam mendengarkan.

4. QC (Quality Control)

Sebelum sebuah produk, desain, atau naskah dipublikasikan ke publik, semuanya wajib melewati tahapan QC. Artinya, pekerjaan tersebut harus dicek ulang secara saksama untuk memastikan kualitasnya sudah memenuhi standar perusahaan dan bebas dari kesalahan (typo, glitch, atau resolusi yang pecah).

Dalam ritme kerja yang padat, bernegosiasi untuk mengurangi kuantitas publikasi konten harian sering kali menjadi langkah strategis yang sangat dihargai, asalkan tujuannya adalah memberikan ruang waktu yang lebih lega untuk optimalisasi quality control pada setiap aset visual yang akan tayang.

5. Deck (Bukan Dek Kapal)

Kalau kamu diminta untuk menyiapkan deck, jangan memberikan dokumen Microsoft Word yang penuh dengan paragraf panjang.

Deck (atau Pitch Deck) adalah sebutan gaul untuk slide presentasi (biasanya menggunakan PowerPoint, Canva, atau Figma). Sebuah deck harus berisi poin-poin visual yang menarik dan ringkas. Misalnya, kamu ditugaskan untuk mempresentasikan proposal komik edukasi untuk audiens mahasiswa kepada jajaran direksi, maka kamu harus merangkum ide tersebut ke dalam sebuah deck yang meyakinkan.

6. Follow Up

Ini adalah skill komunikasi krusial yang harus dimiliki anak magang. Follow up berarti menindaklanjuti atau menanyakan kembali perkembangan suatu pekerjaan kepada pihak terkait.

Kalau kamu sudah mengirim email ke klien atau melempar draf desain ke rekan satu tim namun belum ada balasan selama berhari-hari, kamu wajib melakukan follow up.

  • Contoh Penggunaan: "Selamat pagi, Pak. Izin follow up mengenai draf naskah yang saya kirimkan kemarin, apakah ada revisi?"

7. ASAP (As Soon As Possible)

Jika ada pesan dari atasan atau rekan kerja yang diakhiri dengan huruf kapital ASAP, itu artinya pekerjaan tersebut memiliki urgensi yang sangat tinggi dan harus diselesaikan secepat mungkin saat itu juga. Tinggalkan dulu tugas-tugas lain yang tenggat waktunya masih lama, dan prioritaskan pekerjaan yang berlabel ASAP ini.

Kesimpulan

Bahasa corporate diciptakan bukan untuk gaya-gayaan, melainkan untuk mempercepat komunikasi agar instruksi kerja menjadi lebih ringkas dan efisien.

Sebagai mahasiswa magang, jangan ragu untuk proaktif bertanya jika ada istilah yang benar-benar tidak kamu mengerti. Daripada sok tahu lalu melakukan kesalahan fatal dalam pekerjaan, mengonfirmasi sebuah instruksi akan membuatmu dinilai sebagai pribadi yang teliti dan mau belajar. Selamat mencoba dan semoga sukses di tempat magang!

 

Baca juga: Gacor! Setelah Dibuatkan Lagu Kanda Bahlil Ciduk 7 Tambang Ilegal yang Bikin Rugi Negara 857 M

Share:
Tautan berhasil tersalin

Komentar

0

0/150