Zona Mahasiswa - Sobat Zona, siapa nih yang kemarin sempat lewat atau lihat VT (Video TikTok) viral soal zebra cross unik bergaya game arcade retro Pac-Man di Jalan Dr. Soepomo, kawasan Tebet-Pancoran?
Karya seni jalanan (street art) yang sukses bikin pejalan kaki senyum-senyum sendiri itu, sayangnya umurnya nggak bakal panjang. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, baru saja memastikan bahwa zebra cross aesthetic tersebut akan segera dibongkar dan dikembalikan ke bentuk asalnya.
Kenapa karya sekreatif itu malah dihapus? Bukannya bikin kota makin hidup? Yuk, kita bedah alasan di balik "penggusuran" zebra cross Pac-Man ini!
Kreativitas Warga Berawal dari Rasa Geregetan
Sebelum kita bahas aturan mainnya, kita harus tahu dulu history kenapa gambar Pac-Man ini bisa muncul di aspal Jakarta.
Ternyata, fasilitas penyeberangan orang di lokasi tersebut awalnya rusak dan garis-garis putihnya terpotong. Karena gemas melihat fasilitas publik yang terbengkalai dan tak kunjung diperbaiki oleh dinas terkait, warga lokal pun berinisiatif mengambil alih.
Baca juga: Modus Bimbingan Skripsi di Kamar Hotel, Dosen UHN Pematangsiantar Resmi Dipecat Tidak Hormat!
Mereka menyambung garis-garis yang putus itu dengan gambar karakter ikonik Pac-Man yang seolah-olah sedang memakan titik-titik putih zebra cross. Hasilnya? Super kreatif, menghibur, dan langsung viral!
Tanggapan Gubernur: Apresiasi, Minta Maaf, Lalu Eksekusi
Melihat kehebohan di media sosial, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, akhirnya buka suara di Balai Kota DKI Jakarta pada Selasa (31/3/2026).
Tanggapan Pak Gubernur sebenarnya cukup fair. Ia memberikan apresiasi tinggi terhadap ide warganya dan bahkan meminta maaf karena jajarannya lambat memperbaiki jalur penyeberangan tersebut.
"Kami minta maaf untuk itu. Dan makanya saya bilang kreativitas warga saya ucapkan terima kasih dan respek," tutur Pramono.
Namun, di balik pujian itu, ada realita hukum lalu lintas yang harus ditegakkan. Pramono menegaskan bahwa zebra cross adalah fasilitas keselamatan yang memiliki standar baku secara nasional maupun internasional.
"Hanya memang zebra cross itu kan juga ada aturan mainnya... Sehingga dengan demikian yang sekarang terjadi di lapangan kami sempurnakan lagi, kami kembalikan kepada aturan," tegasnya.
Tarik Ulur Estetika vs Standar Keselamatan
Sobat Zona, kasus zebra cross Pac-Man ini memunculkan perdebatan menarik antara estetika kota dan keamanan berlalu lintas. Mari kita lihat dari dua sisi:
- Dari Sisi Warga (Estetika & Sindiran): Karya ini adalah bentuk kritik sosial yang sangat elegan. Daripada demo bakar ban karena jalanan rusak, warga memilih menggunakan seni untuk "menyentil" pemerintah yang lambat bekerja.
- Dari Sisi Pemerintah (Keselamatan): Rambu lalu lintas dan marka jalan memang didesain universal dengan warna kontras (putih/hitam atau kuning/hitam) agar mudah dikenali oleh pengemudi dari jarak jauh, baik siang maupun malam. Jika bentuknya diubah-ubah menyerupai gambar kartun, dikhawatirkan pengemudi (terutama yang dari luar daerah atau luar negeri) tidak menyadari bahwa itu adalah tempat orang menyeberang, yang mana bisa berujung kecelakaan fatal.
Komentar
0

