Berita

Polisi di Bekasi Dibegal & Bersimbah Darah, Warga Takut Nolong Gegara 'Serba Salah'

Muhammad Fatich Nur Fadli 12 Februari 2026 | 16:06:21

Zona MahasiswaSobat Zona, Bekasi sedang tidak baik-baik saja. Wilayah yang sering disebut sebagai "Planet Lain" ini kembali mencekam dengan aksi kejahatan jalanan yang makin brutal. Kali ini, korbannya bukan warga biasa, melainkan seorang aparat penegak hukum! Seorang anggota polisi berinisial Briptu AA menjadi korban pembegalan sadis di Jalan Inspeksi Kalimalang, Cikarang Utara.

Tubuhnya tergeletak lemas, bersimbah darah di aspal yang dingin. Ia berteriak meminta tolong. Namun, yang bikin hati ini nyeri, warga sekitar sempat ragu dan takut untuk mendekat.

Baca juga: Guru Besar UIN Palopo Diduga Cabuli Mahasiswi Saat Pingsan, Kampus Gercep Nonaktifkan!

Kenapa di negeri yang terkenal ramah ini, orang-orang justru mematung melihat orang sekarat? Apakah kemanusiaan sudah mati? Atau ada ketakutan lain yang lebih besar daripada rasa iba? Yuk, kita bedah realita pahit ini!

Teriakan di Kalimalang

Peristiwa mengerikan ini terjadi di lokasi yang memang dikenal rawan dan minim penerangan saat malam hari. Briptu AA dihadang oleh komplotan begal yang tak segan melukai korbannya.

Setelah dibacok/dilukai (detail luka belum dirilis resmi), Briptu AA jatuh tersungkur. Para pelaku kabur meninggalkan korban yang sekarat.

"Tolong... Tolong..."

Teriakan Briptu AA memecah keheningan malam. Darah segar mengalir dari tubuhnya. Beberapa warga dan pengendara yang melintas melihat kejadian itu. Mereka melihat ada orang yang butuh pertolongan darurat.

Tapi, bukannya langsung lari membantu, saksi mata menyebut suasana justru mencekam. Warga diam, menjaga jarak, dan saling pandang.

Dilema Warga: "Maju Kena, Mundur Kena"

Sobat Zona, jangan buru-buru menghakimi warga Bekasi sebagai orang jahat yang tak punya hati. Fenomena "Enggan Menolong" ini adalah puncak gunung es dari trauma sosial dan hukum di Indonesia.

Warga berada di posisi buah simalakama alias serba salah:

1. Takut Nyawa Melayang (Safety First): Pelaku begal zaman now itu nekat dan sering bawa senpi atau celurit raksasa. Warga takut kalau mereka mendekat, komplotan pelaku masih ada di sekitar dan malah menyerang mereka. Niat nolong malah jadi korban selanjutnya.

2. Trauma Hukum (The Amaq Sinta Effect): Ini alasan paling logis dan menyedihkan. Masih ingat kasus korban begal yang membela diri malah jadi tersangka? Atau orang yang nolong kecelakaan malah dituduh nabrak? Warga takut berurusan dengan polisi.

  • "Nanti kalau saya nolong, saya dijadikan saksi berjam-jam, kerjaan keganggu."
  • "Nanti kalau saya lawan begalnya dan begalnya mati, saya yang dipenjara."

Ketakutan akan ribetnya birokrasi hukum membuat insting kemanusiaan warga tumpul seketika.

Akhirnya Ada Pahlawan Pemberani

Di tengah keraguan massal itu, untungnya masih ada satu orang yang punya nyali lebih. Seorang pengendara motor akhirnya memberanikan diri mendekat.

Melihat kondisi korban yang merupakan anggota polisi (mungkin terlihat dari atribut atau identitasnya), pengendara ini langsung menghubungi pihak Satlantas Cikarang.

Ambulans datang, dan Briptu AA akhirnya dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Bayangkan kalau pengendara motor itu tidak lewat, mungkin ceritanya akan berakhir lebih tragis.

"Kita Bukan Gak Peduli, Kita Takut Ribet!"

Berita ini langsung viral di media sosial. Kolom komentar dipenuhi oleh netizen yang membela sikap warga. Mereka merasa relate dengan ketakutan tersebut.

"Bukannya gak mau nolong, Pak. Tapi hukum di sini aneh. Nolongin orang ribetnya minta ampun. Salah dikit kita yang dituduh," tulis salah satu netizen.

"Polisi aja dibegal, apalagi kita rakyat jelata? Bekasi butuh Batman kayaknya," sindir netizen lain.

Fenomena ini menunjukkan adanya Public Distrust (ketidakpercayaan publik) terhadap jaminan keamanan bagi saksi dan "Good Samaritan" (orang baik yang menolong).

PR Besar Kapolri & Pembuat Hukum

Sobat Zona, kasus Briptu AA ini adalah tamparan keras bagi institusi Polri dan sistem hukum kita.

  1. Keamanan yang Rapuh: Jika seorang polisi yang notabene dilatih bela diri dan punya senjata saja bisa jadi korban begal sampai kritis, bagaimana nasib mahasiswa atau pekerja yang pulang malam naik motor sendirian?
  2. Perlindungan Hukum bagi Penolong: Negara harus tegas. Harus ada UU atau pasal yang secara eksplisit MELINDUNGI orang yang menolong korban kejahatan atau kecelakaan dari tuntutan hukum yang mengada-ada. Jangan biarkan warga takut berbuat baik.
  3. Patroli Presisi: Jalan Kalimalang dan titik rawan lainnya di Bekasi butuh penerangan dan patroli rutin, bukan cuma pas lagi viral.

Cepat Sembuh, Pak Polisi!

Kami dari Zona Mahasiswa mendoakan kesembuhan untuk Briptu AA. Semoga bapak bisa segera pulih dan kembali bertugas menjaga keamanan kami.

Dan untuk para pelaku begal: Kalian cari masalah dengan orang yang salah. Kami mendukung polisi untuk mengusut tuntas dan menangkap pelaku (bahkan dengan tindakan tegas terukur) agar Bekasi kembali aman.

Buat Sobat Zona yang di Bekasi dan sekitarnya, please hati-hati kalau pulang malam. Hindari jalan sepi, jalanlah berkelompok. Nyawa kalian lebih berharga dari apapun.

Gimana menurut kalian, Sobat Zona?

Baca juga: Mahasiswa Itera Lampung Diam-diam Rekam Teman Cewek Tanpa Busana: "Sehari Bisa Dua Kali", Pelaku Diinterogasi Warga!

Share:
Tautan berhasil tersalin

Komentar

0

0/150