Zona Mahasiswa - Sobat Zona, kita semua tahu kalau Isra Mi'raj adalah salah satu momen paling sakral dalam kalender Islam. Ini adalah peringatan perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW menembus langit ketujuh. Biasanya, acara diisi dengan pengajian, sholawat, atau setidaknya renungan religius.
Tapi, apa jadinya kalau backdrop panggungnya bertuliskan "Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW", tapi isinya malah joget erotis biduan berbusana minim ala konser dangdut koplo pinggir jalan?
Kejadian mindblowing ini benar-benar terjadi di Banyuwangi dan sukses bikin jagat maya mendidih. Video yang memperlihatkan kontradiksi antara tema acara dan hiburannya ini viral, memancing amarah netizen yang menilai panitia sudah kelewat batas alias "hilang akal sehat".
Baca juga: Viral! 2 Pria Nekat Masturbasi di TransJakarta Rute 1A, Korban Kira Tetesan Air AC Ternyata...
Gimana kronologinya dan kenapa bisa lolos sensor panitia? Yuk, kita bedah kasus yang bikin elus dada ini!
Kronologi: Banner Islami, Goyangan "Duniawi"
Kehebohan ini bermula dari unggahan akun TikTok @jawa.timur24jam yang langsung viral di berbagai platform media sosial. Dalam video tersebut, terlihat suasana panggung yang cukup megah.
Secara visual, panggung itu jelas didesain untuk acara keagamaan.
- Backdrop: Terpampang jelas tulisan besar "Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW".
- Pemusik: Para pemain musik pengiring terlihat mengenakan busana yang cenderung sopan dan Islami (baju koko/kopiah).
Namun, fokus utama video itu menghancurkan segala nuansa religius yang dibangun. Di tengah panggung, seorang biduan wanita dengan atasan hitam ketat dan bawahan minim (rok pendek) sedang asyik berjoget dengan gerakan yang dinilai erotis.
Tak sendirian, biduan itu ditemani seorang pria berbaju putih yang ikut bergoyang menikmati irama dangdut yang menghentak. Mirisnya lagi, di sisi kiri panggung, terlihat antrean penyanyi lain yang juga mengenakan pakaian terbuka, menunggu giliran tampil.
"Ga etis atuh uy, acara Isra Mi’raj yang berbalut islami, malah dibumbui acara-acara LC (Lady Companion)," sindir salah satu netizen pedas.
TKP: Desa Parangharjo, Banyuwangi
Setelah ditelusuri lebih lanjut, peristiwa yang dianggap mencoreng nilai agama ini terjadi di Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi.
Warga Banyuwangi yang dikenal religius namun juga kental dengan seni budaya, kali ini merasa kecolongan. Mencampurkan tradisi hiburan dangdut dengan acara sakral keagamaan tanpa filter busana dan etika, dianggap sebagai blunder fatal panitia penyelenggara.
Netizen Ngamuk: "Sakit Hati Banget Lihatnya!"
Bukan netizen +62 namanya kalau diam saja melihat hal yang dianggap menistakan agama. Kolom komentar unggahan tersebut langsung banjir hujatan dan kritikan tajam. Mayoritas merasa sedih dan marah karena momen Isra Miraj dijadikan ajang pamer aurat.
Berikut beberapa komentar menohok yang dirangkum tim Zona Mahasiswa:
- Tudingan Pencemaran: "Laporin ni pencemaran," tulis seorang warganet yang mendesak aparat bertindak.
- Rasa Bersalah pada Rasulullah: "Walaupun gw bukan ahli ibadah tapi rasanya sakit hati banget liat ke gini ya Rasulallah maafkan kami." Komentar ini mewakili perasaan banyak umat Muslim yang merasa acara tersebut tidak menghormati Nabi.
- Bandingkan dengan Pengajian: "Kayak gini gak dibubarkan. Kajian yang membahas sesuai Al-Qur'an dan sunnah dibubarkan," sindir netizen lain, menyoroti standar ganda dalam perizinan acara di masyarakat.
Krisis "Adab" dan Salah Kaprah Hiburan
Sobat Zona, kasus di Banyuwangi ini adalah cerminan dari fenomena sosial yang mengkhawatirkan: Desakralisasi Agama.
- Gagal Paham Konteks: Panitia sepertinya gagal membedakan antara "Hajatan Nikahan" dengan "Peringatan Hari Besar Islam (PHBI)". Dangdutan boleh-boleh saja di acara syukuran, tapi memasukkan goyang erotis di acara Isra Mi'raj adalah kesalahan fatal dalam menempatkan sesuatu pada tempatnya (Wad'u Syai'in Fi Ghairi Mahallihi).
- Sensitivitas Nol: Membiarkan biduan berpakaian minim naik ke panggung dengan backdrop nama Nabi Muhammad SAW menunjukkan tumpulnya sensitivitas moral panitia. Apakah tidak ada yang mengingatkan? Atau memang sengaja demi "meramaikan" suasana?
- Tanggung Jawab Siapa?: Tokoh masyarakat dan pemuka agama setempat seharusnya menjadi filter. Jika acara seperti ini bisa lolos, artinya fungsi kontrol sosial di desa tersebut sedang lemah.
Pesan Buat Panitia Acara di Manapun!
Kejadian ini harus jadi pelajaran keras buat Karang Taruna, Remaja Masjid, atau Panitia Desa di manapun kalian berada.
- Jaga Marwah Acara: Kalau judul acaranya Isra Miraj, Maulid, atau Nuzulul Quran, isinya ya harus selaras. Kalau mau bikin konser dangdut, bikin di hari lain dengan judul "Pesta Rakyat", jangan dompleng acara agama.
- Briefing Pengisi Acara: Kalau mengundang hiburan, pastikan dresscode dan aturan main (SOP) disepakati. Sopan itu wajib.
- Hormati Nilai Agama: Jangan sampai niat hati ingin menghibur warga, malah jadi ladang dosa dan memicu kemarahan publik.
Semoga pihak terkait di Banyuwangi segera memberikan klarifikasi dan evaluasi agar kejadian memalukan ini tidak terulang di tahun-tahun mendatang.
Gimana menurut kalian, Sobat Zona?
Baca juga: Dokter PPDS Unsri Diperas Senior Buat Clubbing & Skincare, Korban Depresi Sampai Mau Akhiri Hidup!
Komentar
0

