Zona Mahasiswa - Sobat Zona, pernah nggak sih kalian dengerin pidato pejabat yang saking "bijak"-nya sampai bikin kita pengen tepuk jidat pakai panci? Nah, momen langka nan absurd ini baru saja dipersembahkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Pak Bahlil Lahadalia.
Dalam rangka menyikapi krisis energi global dan mengimbau masyarakat untuk hemat, Pak Menteri memberikan sebuah "petuah" yang sangat revolusioner dan di luar nalar. Beliau mengingatkan kita semua untuk... Mematikan kompor kalau masakannya sudah matang. Wait, what?! Sejak kapan emak-emak Indonesia punya hobi ninggalin kompor nyala sampai sayur asemnya berubah jadi karbon? Yuk, kita bedah kelucuan di balik kepanikan pemerintah soal subsidi gas ini!
Baca juga: Modus Bimbingan Skripsi di Kamar Hotel, Dosen UHN Pematangsiantar Resmi Dipecat Tidak Hormat!
Imbauan Hemat Energi yang (Terlalu) Mind-Blowing
Pesan spesial ini disampaikan Pak Bahlil saat konferensi pers kesiapan arus mudik Lebaran di SPBU Colomadu, Solo, pada Kamis (26/3/2026). Niatnya sih baik, mengajak masyarakat bijak memakai energi. Tapi contoh spesifik yang diberikan sukses bikin netizen ngakak online.
"Contoh katakanlah kalau masak pakai LPG, kalau masakannya sudah matang, jangan kompornya dibiarkan menyala boros," tutur Pak Menteri dengan serius.
Sobat Zona, mari kita berlogika sejenak. Tanpa diimbau oleh pejabat selevel menteri pun, naluri bertahan hidup emak-emak se-Nusantara sudah otomatis mematikan kompor saat air sudah mendidih atau tempe sudah golden brown. Kalau kompor dibiarkan nyala terus:
- Makanannya gosong tak bersisa.
- Dapur bisa kebakaran.
- Gas 3 kg (melon) yang harganya makin mahal dan carinya susah itu bakal cepat habis!
Fakta Pahit di Balik Komedi: Indonesia Masih "Ngemis" Energi
Di balik statement kocak tersebut, ada realita pahit yang sebenarnya sedang coba ditutupi atau diperhalus oleh pemerintah. Indonesia saat ini sedang berada dalam posisi yang sangat rentan secara ketahanan energi.
Pak Bahlil sendiri akhirnya mengakui fakta telanjangnya:
- 50% Kebutuhan Bensin Nasional masih harus impor dari luar negeri.
- 70% Kebutuhan LPG Nasional juga berasal dari impor.
Dengan kondisi geopolitik global yang lagi berantakan (perang, sanksi ekonomi, dll), harga energi dunia melonjak tajam. Beban subsidi negara untuk menahan harga BBM dan LPG agar tidak meledak di pasaran kini makin membengkak.
Itulah kenapa pemerintah tiba-tiba panik dan mendadak rajin mengkampanyekan "gaya hidup hemat energi" ke rakyat jelata.
Komentar
0

