Berita

Legenda Streetball Ditangkap Polisi! Cerita Richard Insane Latunusa yang Dibahas Pandji Pragiwaksono di Mens Rea Ini Bikin Ngakak

Muhammad Fatich Nur Fadli 12 Januari 2026 | 11:05:15

Zona MahasiswaSobat Zona, belakangan ini timeline media sosial kita lagi ramai banget ngebahas pertunjukan special show stand-up comedy terbaru dari Pandji Pragiwaksono yang bertajuk 'Mens Rea'. Kalau kemarin-kemarin yang viral adalah potongan video Pandji nge-roasting politisi, kali ini ada satu segmen cerita yang bikin penonton ngakak sampai sakit perut tapi sekaligus mikir keras.

Cerita itu bukan tentang politik, melainkan tentang pengalaman apes seorang legenda hidup olahraga Indonesia. Yap, kita bicara soal Richard "Insane" Latunusa. Buat anak basket atau anak nongkrong era 2000-an, nama ini adalah GOAT (Greatest of All Time)-nya streetball Indonesia.

Siapa sangka, di balik skill dribble-nya yang memukau, Richard Insane menyimpan cerita kelam (tapi kocak) saat dirinya menjadi korban salah tangkap polisi. Cerita ini dibongkar habis-habisan oleh Pandji di panggung Mens Rea.

Baca juga: Kuliah Ekonomi Tapi Gak Tau Istilah-istilah Ini? Malu Dong! Pahami Biar Nggak "Plonga-Plongo" di Kelas

Gimana sih kronologi lengkapnya? Kenapa legenda basket bisa dikira kriminal cuma gara-gara gaya bajunya? Yuk, kita bedah cerita "tragikomedi" ini!

Siapa Richard Insane? The Godfather of Indo Streetball

Sebelum masuk ke cerita penangkapannya, Sobat Zona (terutama Gen Z yang mungkin kurang familiar) wajib tahu dulu siapa itu Richard Insane.

Richard Latunusa atau yang lebih dikenal dengan julukan "Insane" adalah pionir yang membawa dan membesarkan budaya streetball (basket jalanan) di Indonesia. Ingat acara "LA Lights Streetball" yang dulu hits banget di TV? Nah, Richard Insane adalah ikon utamanya.

Dengan ciri khas rambut kepang (cornrows), baju gombrong (oversized), dan aksesoris bling-bling, Richard adalah representasi gaya hip-hop Amerika yang sangat kental. Style inilah yang menjadi identitasnya, tapi ironisnya, style ini juga yang membawanya ke dalam masalah hukum yang absurd.

Era Facebook & Kencan Maut di Tanah Abang

Dalam potongan video yang viral di TikTok (salah satunya diunggah akun @streplesbiru), Pandji membuka ceritanya dengan set-up nostalgia. Kejadian ini terjadi di masa lampau, zaman di mana media sosial belum se-toksik sekarang, dan Facebook masih menjadi raja.

"Temen seharusnya malam ini dia dateng. Dia pernah jadi korban salah tangkep dari zaman dulu. Zaman sosmed cuma Facebook," ujar Pandji di atas panggung Mens Rea.

Ceritanya bermula saat Richard Insane sedang berulang tahun. Layaknya anak muda yang sedang dimabuk asmara (atau mungkin hode?), Richard berkenalan dengan seorang cewek lewat Facebook.

Di hari ulang tahunnya, Richard berniat membuat kejutan romantis. Ia ingin mendatangi sang pujaan hati dunia maya itu untuk merayakan ulang tahun bersama. So sweet, kan?

Masalahnya, lokasi rumah si cewek ada di kawasan yang cukup "keras" dan hectic, yaitu Tanah Abang, Jakarta Pusat.

"Dia naik bis, entah metromini atau kopaja. Turun di Tanah Abang karena ceweknya tinggal di tempat itu, itu aja sudah mencurigakan," canda Pandji yang langsung disambut gelak tawa penonton.

Buat anak Jakarta, pergi kencan ke Tanah Abang naik MetroMini dengan dandanan hip-hop mencolok memang terdengar seperti misi bunuh diri atau setidaknya mengundang perhatian yang salah.

Dikira Transaksi Narkoba?

Cerita versi Pandji ini dikonfirmasi langsung oleh Richard Insane dalam sebuah video lawas di kanal YouTube Pandji Pragiwaksono (25 Mei 2022). Richard menceritakan detail penangkapan yang berasa kayak adegan film action, tapi low budget.

Saat itu, Richard baru saja turun dari kendaraan umum di halte Fujifilm. Ia sedang sibuk menatap layar ponselnya (mungkin HP Nokia atau Blackberry jadul), mengetik pesan ke si cewek: "Aku udah sampe nih."

Tiba-tiba, dari arah depan dan belakang, muncul dua orang berpakaian preman. Tanpa ba-bi-bu, mereka langsung menyergap Richard.

"Tiba-tiba pas gue lagi ngetik itu ada dua orang lewat di depan gue, belakang gue, pakaian preman. Yang satu giniin tangan gue ke belakang, yang satu lagi gini," cerita Richard sambil mempraktikkan gerakan kuncian polisi.

Richard yang punya refleks atlet sempat mencoba membela diri dan memberontak. "Woy, apa-apaan nih!" mungkin begitu pikirnya. Ia mengira sedang dipalak atau dirampok preman Tanah Abang.

Namun, situasi berubah drastis ketika satu orang lagi datang, memukul bagian belakang kepalanya, dan klik! memborgol tangannya.

"Polisi! Jangan bergerak!"

Richard shock berat. Niat hati mau tiup lilin bareng gebetan, malah berakhir diangkut ke Polres Jakarta Selatan dengan tangan terborgol. Bayangkan malunya, Guys!

Profiling "Kriminal" Cuma Modal Baju Gombrong

Sesampainya di kantor polisi, Richard menjalani pemeriksaan. Polisi menggeledah semua barang bawaannya, mencari barang bukti (mungkin narkoba atau senjata tajam).

Hasilnya? ZONK. Tidak ada barang haram. Richard bersih. Polisi mulai panik dan sadar kalau mereka melakukan kesalahan fatal alias Salah Tangkap.

Richard yang kesal dan bingung akhirnya bertanya kepada petugas. Pertanyaan ini yang melahirkan jawaban paling kocak sekaligus miris yang menjadi inti materi komedi Pandji.

"Ciri-cirinya gimana Pak bisa salah tangkap?" tanya Richard.

Polisi itu dengan polos (atau mungkin malu) menjawab:

"Ciri-ciri cuma dapet: Baju gombrong, rambut kepang, pakai bling-bling tapi kalung gede. Itu kan kamu doang!"

Sontak, satu gedung pertunjukan Mens Rea meledak tawanya.

Ternyata, polisi saat itu sedang memburu target operasi (TO) dengan ciri-ciri fisik yang kebetulan 100% mirip dengan style sehari-hari Richard Insane. Di mata polisi awam saat itu, cowok yang pakai baju kebesaran, rambut dikepang, dan kalung rantai besar di kawasan Tanah Abang, kalau bukan penyanyi rap, ya pasti bandar narkoba. Padahal, itu cuma Richard yang mau pacaran!

Stereotip dan "Profiling" yang Bermasalah

Meskipun cerita ini dibawakan dengan sangat lucu oleh Pandji, sebenarnya ada isu sosial yang cukup serius di baliknya, Sobat Zona.

1. Stereotip Penampilan (Racial/Subculture Profiling) Kasus Richard Insane adalah bukti nyata bagaimana aparat penegak hukum kita (terutama di masa lalu) sering melakukan profiling hanya berdasarkan penampilan luar.

  • Rambut Gondrong/Kepang = Kriminal?
  • Tatoan = Preman?
  • Baju Gombrong = Pemakai?

Stigma ini berbahaya karena bisa menimpa siapa saja yang berekspresi beda dari norma umum. Richard adalah atlet profesional, tapi karena style-nya dianggap "nyeleneh" oleh standar umum saat itu, ia langsung dicap kriminal tanpa bukti permulaan yang cukup.

2. Bahaya Salah Tangkap Untungnya Richard adalah figur publik (meski saat itu mungkin belum seterkenal sekarang) dan dia benar-benar bersih. Bayangkan kalau ini menimpa warga biasa yang tidak punya power untuk membela diri? Trauma psikologis akibat ditangkap paksa di tempat umum itu nggak main-main, lho.

3. Evolusi Budaya Cerita ini juga menunjukkan betapa budaya kita sudah berkembang. Dulu, gaya hip-hop dianggap aneh dan mencurigakan. Sekarang? Gaya oversized dan rambut cornrows sudah jadi tren fashion yang wajar di kalangan Gen Z. Kalau Richard jalan-jalan di Tanah Abang sekarang dengan gaya itu, mungkin dia nggak ditangkap polisi, tapi malah diajak bikin konten TikTok "Berapa Harga Outfit Lo?".

Kisah Richard Insane di Mens Rea ini mengajarkan kita banyak hal. Pertama, jangan menilai buku dari sampulnya. Penampilan sangar belum tentu jahat, penampilan rapi belum tentu baik (lihat tuh koruptor pake jas).

Kedua, hati-hati kalau mau kencan. Pastikan lokasi kencan kalian aman dan penampilan kalian tidak menyerupai buronan polisi yang sedang dicari (hehehe).

Dan yang terakhir, salut buat Pandji Pragiwaksono yang berhasil mengangkat cerita personal sahabatnya menjadi materi komedi yang pecah, sekaligus menyentil isu sosial dengan cara yang cerdas.

Buat Bang Richard Insane, respect! Pengalaman pahitnya kini jadi hiburan yang bikin satu Indonesia tertawa. Semoga nggak ada lagi kejadian salah tangkap cuma gara-gara baju kegedean ya!

Gimana menurut kalian, Sobat Zona?

 

Baca juga: HRD Nanya: "Masih Kerja Kok Udah Lamar Sini?" Jangan Panik! Ini Jawaban Cerdas Biar Kamu Tetap Dinilai Profesional & Visioner.

Share:
Tautan berhasil tersalin

Komentar

0

0/150