Berita

Keren! Aktif Jadi Wakil Ketua BEM UI dan Ikut Demo, Fathimah Azzahra Lulus Sidang Skripsi Kedokteran dalam 3 Tahun

Muhammad Fatich Nur Fadli 28 Oktober 2026 | 18:27:09

Zona Mahasiswa - Sobat Zona, kabar membanggakan datang dari Fathimah Azzahra, Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) periode 2026, yang berhasil menyelesaikan sidang skripsi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).

Menariknya, Fathimah berhasil mencapai tahap tersebut setelah menempuh pendidikan selama sekitar tiga tahun, meskipun dikenal aktif menjalankan berbagai kegiatan organisasi, diskusi publik, hingga aksi demonstrasi mahasiswa.

Baca juga: Bikin Ferry Irwandi Nggak Habis Pikir! Orang-orang Ini Malah Bikin Pameran Sawit di saat Karhutla Masih Parah "Nirempati"

Keberhasilan tersebut diketahui melalui unggahan akun Instagram pribadinya, @fathimahzzhr, pada Jumat (23/10/2026).

Dalam unggahan tersebut, Fathimah membagikan beberapa foto setelah menyelesaikan sidang skripsi. Ia tampak mengenakan pakaian formal berwarna krem sambil membawa laptop dan buket bunga di lingkungan kampus FKUI.

Momen tersebut langsung mendapat berbagai ucapan selamat dari warganet dan sejumlah tokoh publik.

Masuk Kedokteran UI Tahun 2023, Kini Berhasil Lulus Sidang Skripsi

Fathimah Azzahra merupakan mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia angkatan 2023.

Berdasarkan informasi profil pendidikan yang tercantum dalam akun LinkedIn miliknya, Fathimah mulai menempuh pendidikan di UI pada Juli 2023.

Ia merupakan lulusan SMA Negeri 3 Depok yang diterima di FKUI melalui jalur Talent Scouting untuk Program Kelas Khusus Internasional (KKI).

Program tersebut menggunakan bahasa Inggris sebagai salah satu bahasa utama dalam kegiatan pembelajaran dan ujian.

Setelah menjalani pendidikan selama sekitar tiga tahun tiga bulan, Fathimah berhasil menyelesaikan sidang skripsinya pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Kabar keberhasilan itu kemudian ia bagikan melalui Instagram satu minggu setelah pelaksanaan sidang.

Namun, keberhasilan menyelesaikan sidang skripsi merupakan salah satu tahap penting menuju kelulusan sarjana, bukan berarti seluruh proses administrasi akademik dan pendidikan profesi dokter otomatis telah selesai.

Sibuk Jadi Wakil Ketua BEM UI, Tetap Fokus Kuliah Kedokteran

Pencapaian Fathimah menarik perhatian karena ia tidak hanya aktif dalam kegiatan akademik.

Sejak awal perkuliahan, Fathimah telah mengikuti berbagai organisasi mahasiswa, baik di tingkat fakultas maupun universitas.

Pada 2024, ia pernah menjabat sebagai Head of Community of Neuroscience and Psychiatry (CORE) FKUI, sebuah komunitas yang berfokus pada pengembangan pengetahuan mengenai ilmu saraf dan kesehatan jiwa.

Pada tahun yang sama, Fathimah juga terlibat dalam kegiatan sosial melalui Forum Studi Islam FKUI, termasuk menjadi penanggung jawab kegiatan Semarak Ramadan.

Memasuki 2025, ia dipercaya menjabat sebagai Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Indonesia (DPM UI).

Pengalaman organisasi tersebut kemudian mengantarkannya menjadi Wakil Ketua BEM UI periode 2026, mendampingi Yatalathof Ma'shum Imawan sebagai Ketua BEM UI.

Jabatan itu membuat Fathimah semakin aktif terlibat dalam berbagai agenda kemahasiswaan, termasuk forum diskusi dan penyampaian aspirasi publik.

Empat Hari Setelah Sidang, Fathimah Kembali Ikut Demonstrasi

Hal lain yang menarik perhatian adalah aktivitas Fathimah setelah menyelesaikan sidang skripsi.

Pada Selasa (20/10/2026), hanya empat hari setelah sidang, ia kembali mengikuti kegiatan demonstrasi mahasiswa di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat.

Sebelumnya, Fathimah juga dikenal melalui keterlibatannya dalam sejumlah diskusi publik yang membahas berbagai kebijakan pemerintah.

Salah satunya ketika ia menyampaikan pandangan kritis mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam sebuah forum diskusi pada Juni 2026.

Keterlibatannya dalam organisasi dan aksi mahasiswa membuat namanya cukup dikenal di media sosial.

Namun, di tengah padatnya aktivitas tersebut, Fathimah tetap berhasil menuntaskan salah satu tahapan penting dalam pendidikan kedokterannya.

Tak Cuma Aktif Organisasi, Pernah Juara Kompetisi Riset Nasional

Selain aktif dalam organisasi kemahasiswaan, Fathimah juga memiliki rekam jejak prestasi akademik.

Pada Mei 2025, ia bersama timnya berhasil meraih Juara I dalam kompetisi penelitian nasional The 17th Liver Update.

Kompetisi tersebut berkaitan dengan pengembangan penelitian dan pengetahuan di bidang kesehatan, khususnya penyakit hati.

Pencapaian ini melengkapi perjalanan akademiknya sebagai mahasiswa kedokteran yang juga memiliki ketertarikan pada penelitian medis.

Sementara itu, skripsi yang dipertahankan Fathimah pada Oktober 2026 dilaporkan membahas identifikasi penyebab infeksi aliran darah menggunakan pemeriksaan molekuler berdasarkan data periode 2021–2025.

Topik tersebut berkaitan dengan upaya mengenali mikroorganisme penyebab infeksi melalui pendekatan pemeriksaan laboratorium.

Dapat Ucapan Selamat dari Connie Rahakundini Bakrie

Keberhasilan Fathimah menyelesaikan sidang skripsi juga mendapat perhatian dari sejumlah tokoh publik.

Salah satunya adalah pengamat militer dan akademisi Connie Rahakundini Bakrie.

Melalui kolom komentar Instagram Fathimah, Connie menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi atas pencapaian akademiknya.

"Selamat. Teramat bangga padamu. Semoga banyak yang mengikuti langkahmu Perempuan Pintar Yang Melawan," tulis Connie, sebagaimana dikutip Kompas.com pada Senin (26/10/2026).

Ucapan selamat juga datang dari sejumlah pengguna media sosial lainnya yang mengapresiasi kemampuan Fathimah menjalankan aktivitas akademik dan organisasi secara bersamaan.

Lulus Sidang Kedokteran Bukan Berarti Langsung Menjadi Dokter

Meski telah berhasil menyelesaikan sidang skripsi, terdapat perbedaan antara pendidikan Sarjana Kedokteran dan pendidikan profesi dokter.

Mahasiswa yang memenuhi seluruh persyaratan kelulusan tahap sarjana dapat memperoleh gelar Sarjana Kedokteran (S.Ked.).

Namun, gelar tersebut belum menjadikan seseorang berhak langsung menjalankan praktik kedokteran.

Calon dokter masih harus menyelesaikan pendidikan profesi, termasuk menjalani pembelajaran klinis atau koasistensi di fasilitas pelayanan kesehatan.

Setelah itu, terdapat persyaratan kompetensi, registrasi, dan perizinan yang harus dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

Karena itu, pencapaian Fathimah pada Oktober 2026 lebih tepat disebut sebagai keberhasilan menyelesaikan sidang skripsi dalam waktu sekitar tiga tahun, bukan telah menyelesaikan seluruh tahapan untuk menjadi dokter.

Bukti Aktif Berorganisasi Tak Harus Mengorbankan Akademik

Sobat Zona, kisah Fathimah Azzahra menunjukkan bahwa kesibukan organisasi dan kegiatan kemahasiswaan dapat berjalan berdampingan dengan tanggung jawab akademik.

Sebagai mahasiswa kedokteran, ia menghadapi tuntutan pembelajaran yang padat. Di sisi lain, jabatan sebagai Wakil Ketua BEM UI juga membawanya terlibat dalam berbagai agenda organisasi dan kegiatan publik.

Di tengah kedua tanggung jawab tersebut, Fathimah berhasil mencapai tahap akhir penyusunan skripsi dalam waktu sekitar tiga tahun sejak pertama kali masuk kuliah.

Pencapaiannya menjadi contoh bahwa mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus kepemimpinan, selama mampu mengelola tanggung jawab masing-masing.

Namun, keberhasilan setiap mahasiswa tentu tidak harus diukur dari seberapa cepat mereka menyelesaikan pendidikan.

Setiap orang memiliki kondisi, tantangan, dan perjalanan akademik yang berbeda.

Menurut kalian, Sobat Zona, lebih sulit menjaga prestasi akademik sambil aktif berorganisasi atau mengatur waktu agar keduanya bisa berjalan seimbang?

 

Baca juga: Mahasiswa PTN Asal Jakarta Ditemukan Meninggal di Kos, Sempat Meringis Kesakitan

Share:
Tautan berhasil tersalin

Komentar

0

0/150