Berita

Cinta Terlarang Berujung Maut: Oknum Polisi Banjarbaru Cekik Mahasiswi ULM, Jasad Dibuang ke Got Demi Tutupi Perselingkuhan!

Muhammad Fatich Nur Fadli 27 Desember 2025 | 17:02:01

Zona MahasiswaSobat Zona, kabar duka sekaligus bikin emosi kembali datang dari dunia mahasiswa. Di penghujung tahun 2025 yang harusnya penuh sukacita liburan, civitas akademika Universitas Lambung Mangkurat (ULM) justru diselimuti awan hitam.

Seorang mahasiswi cantik berinisial ZD (20) ditemukan tewas mengenaskan di dalam gorong-gorong (got). Dan plot twist-nya? Pelaku yang tega menghabisi nyawa ZD bukanlah preman jalanan, melainkan seorang oknum polisi aktif yang bertugas di Polres Banjarbaru!

Pelaku diketahui bernama Bripda Muhammad Seili (20). Sosok yang seharusnya menjadi pelindung masyarakat, justru berubah menjadi mimpi buruk bagi ZD. Motifnya pun sangat klasik namun mematikan: Cinta Segitiga dan ketakutan rencana pernikahannya hancur berantakan.

Baca juga: Tragis! Mahasiswi UMM Dihabisi Oknum Polisi, Dendam Kesumat Berujung Maut

Bagaimana kronologi lengkap malam jahanam itu terjadi? Dan apa yang membuat seorang penegak hukum muda tega melakukan aksi sekeji ini? Simak laporan lengkap tim Zona Mahasiswa berikut ini.

Motif: "The World of The Married" Versi Nyata

Kasus ini terbongkar setelah Tim Gabungan Polda Kalsel bergerak cepat menangkap Bripda Muhammad Seili pada Rabu malam (24/12/2025), tak lama setelah jasad korban ditemukan.

Dalam konferensi pers yang digelar di Polresta Banjarmasin, Jumat (26/12/2025), Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Adam Erwindi, membeberkan fakta yang bikin geleng-geleng kepala. Ternyata, hubungan antara korban dan pelaku sangat rumit.

1. Calon Pengantin: Bripda Seili sebenarnya sudah dalam proses menuju pelaminan. Ia bahkan sudah menjalani Sidang Badan Pembantu Penasihat Perkawinan, Perceraian, dan Rujuk (BP4R) atau sidang nikah dinas dengan calon istrinya. Rencananya, resepsi pernikahan akan digelar bulan depan, tepatnya 26 Januari 2026.

2. Sahabat Makan Teman: Yang bikin nyesek, korban ZD ternyata adalah teman dari calon istri pelaku.

3. Affah Iyah?: Meski sudah mau nikah, Bripda Seili ternyata menjalin hubungan asmara terlarang (selingkuh) dengan ZD. Hubungan inilah yang menjadi bom waktu.

"Tersangka sudah sidang pernikahan dengan calon istrinya... sedangkan korban adalah teman calon istrinya. Hasil pemeriksaan sementara, petugas menemukan pembunuhan ini karena motif asmara cinta segitiga," ungkap Kombes Pol Adam Erwindi.

Kronologi Malam Jahanam: Dari Kencan Hingga Eksekusi

Berdasarkan hasil penyidikan, malam tragedi itu bermula pada Selasa, 23 Desember 2025. Berikut runutan waktu (timeline) kejadian yang disusun dari keterangan kepolisian:

Pukul 20.00 WITA - Pertemuan Awal Korban ZD dan pelaku janjian bertemu di perempatan Mali-mali, Kabupaten Banjar. ZD datang mengendarai sepeda motor Vario. Ia kemudian memarkir motornya di sebuah supermarket dan pindah ke mobil Toyota Rush berwarna merah milik pelaku. Niat hati ingin kencan, ZD tak sadar ia sedang masuk ke dalam perangkap maut.

Pukul 21.00 - 23.00 WITA - Gangguan Telepon Pelaku membawa korban berkendara ke arah Bukit Batu, Banjar. Namun, suasana romantis berubah tegang. Ponsel pelaku terus berdering. Siapa yang menelepon? Ternyata calon istrinya. Panik karena ditelepon terus-menerus, pelaku sempat membawa korban singgah ke rumahnya sebentar sekitar pukul 23.00 WITA, mungkin untuk menenangkan situasi atau mencari alibi.

Pukul 00.00 WITA (24 Desember) - Cekcok di Pal 15 Perjalanan berlanjut ke arah Banjarmasin. Mereka berhenti di tempat kejadian perkara (TKP) di kawasan Pal 15, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar. Di dalam mobil itulah, nafsu dan emosi bercampur aduk.

Menurut polisi, keduanya sempat melakukan hubungan badan di dalam mobil. Namun, setelah momen intim itu, terjadi pertengkaran hebat.

Pemicu Pembunuhan: Korban ZD, yang mungkin merasa dipermainkan atau ingin kejelasan status, melontarkan ancaman yang membuat nyali Bripda Seili ciut.

"Korban mengancam melaporkan tersangka ke calon istrinya karena telah melakukan hubungan badan dengan korban," jelas Adam.

Ancaman ini adalah mimpi buruk bagi Seili. Jika perselingkuhan ini terbongkar, karir polisinya hancur, dan pernikahannya batal.

Detik-Detik Eksekusi: Tangan Aparat yang Mencabut Nyawa

Dikuasai rasa panik dan takut "belang"-nya ketahuan calon istri, Bripda Seili gelap mata. Ia langsung menyerang ZD yang saat itu berada dalam posisi lemah di dalam mobil.

Tanpa menggunakan senjata tajam, pelaku menggunakan tangan kosongnya. Ia mencekik leher ZD dengan kuat. Korban yang kalah tenaga tak bisa berbuat banyak. Perlahan tubuh ZD lemas, napasnya terhenti, dan nyawanya melayang di tangan kekasih gelapnya sendiri.

"Tersangka panik dan langsung mencekik leher korban pakai tangan... Korban lemas dan beberapa saat kemudian sudah tidak bernyawa karena kehabisan nafas," tambah Adam.

Bayangkan betapa mengerikannya momen itu. Seseorang yang baru saja berbagi keintiman, berubah menjadi pembunuh dalam hitungan detik hanya karena ego dan rasa takut.

Jasad Dibuang ke Gorong-Gorong: Biadab!

Setelah memastikan ZD tewas, Bripda Seili tidak langsung menyerahkan diri. Ia justru berpikir keras bagaimana cara menghilangkan jejak.

Pukul 02.00 WITA - Mencari Tempat Pembuangan Pelaku menyetir mobilnya menuju area jembatan STIHSA Banjarmasin. Awalnya, ia berniat melempar jasad korban ke sungai agar hanyut. Ia memarkir mobil dan menurunkan tubuh kaku ZD.

Namun, rencana berubah saat ia melihat ada lubang gorong-gorong (got) yang terbuka tepat di depan mobilnya. Mungkin karena takut ketahuan orang jika harus mengangkat mayat ke sungai, ia memilih jalan pintas yang sangat tidak manusiawi.

Jasad mahasiswi ULM itu dimasukkan paksa ke dalam saluran air yang kotor tersebut.

Menjarah Harta Korban: Kekejaman Bripda Seili tak berhenti di situ. Untuk mengaburkan motif dan seolah-olah ZD adalah korban perampokan, pelaku mengambil barang-barang berharga milik korban. Perhiasan, tas, dan handphone korban dibawa kabur dan dibuang di tempat terpisah.

Penemuan Jasad & Penangkapan

Kejahatan tidak ada yang sempurna. Pada Rabu pagi, 24 Desember 2025 sekitar pukul 07.30 WITA, seorang petugas kebersihan yang sedang bekerja di sekitar lokasi kaget bukan main. Ia melihat sesosok tubuh manusia di dalam gorong-gorong.

Penemuan ini langsung menggegerkan warga Banjarmasin. Polisi datang, melakukan olah TKP, dan membawa jasad ke RSUD Ulin untuk autopsi.

Berbekal rekaman CCTV di sekitar lokasi dan jejak komunikasi digital korban, Tim Resmob Polda Kalsel tidak butuh waktu lama. Kurang dari 24 jam, Bripda Muhammad Seili diciduk.

Oknum atau Sistem?

Sobat Zona, kasus ini menambah panjang daftar kekerasan yang melibatkan aparat penegak hukum terhadap perempuan. Ada beberapa poin yang harus kita soroti:

  1. Mentalitas Aparat Muda: Pelaku masih sangat muda (20 tahun), baru meniti karir, tapi sudah berani melakukan pembunuhan berencana untuk menutupi kesalahannya. Apakah proses rekrutmen sudah benar-benar menyaring aspek psikologis?
  2. Relasi Kuasa: Korban ZD mungkin merasa "aman" karena pacarnya adalah polisi. Namun, relasi kuasa ini justru mematikan ketika sang polisi merasa terancam posisinya.
  3. Toxic Relationship: Hubungan backstreet atau perselingkuhan selalu membawa risiko tinggi. Ancaman untuk "speak up" seringkali menjadi pemicu kekerasan ekstrem dari pihak yang ingin menjaga reputasi (dalam hal ini pelaku).

Ancaman Hukuman: Bripda Seili kini harus menghadapi konsekuensi fatal. Selain Pecat Tidak Dengan Hormat (PTDH) dari kepolisian yang sudah pasti menanti, ia terancam pasal berlapis:

  • Pasal 338 KUHP (Pembunuhan): Maksimal 15 tahun.
  • Pasal 340 KUHP (Pembunuhan Berencana): Karena ada jeda waktu dan upaya menghilangkan jejak, bisa saja dikenakan hukuman mati atau seumur hidup.

Pesan untuk Mahasiswa & Gen Z

Kasus ZD adalah alarm keras buat kita semua.

  • Hati-hati dalam Hubungan: Hindari hubungan yang rumit seperti menjadi "orang ketiga". Risikonya bukan cuma hati, tapi nyawa.
  • Share Location: Jika bepergian dengan siapa pun (meski pacar sendiri) di malam hari, biasakan share live location ke orang tua atau sahabat terdekat.
  • Speak Up: Jika kalian terjebak dalam hubungan yang manipulatif atau penuh ancaman, segera cari bantuan.

Kami segenap tim Redaksi Zona Mahasiswa turut berduka cita yang sedalam-dalamnya untuk keluarga ZD dan civitas akademika ULM. Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.

Dan untuk Pak Polisi, tolong hukum pelaku seberat-beratnya! Jangan ada diskon hukuman hanya karena dia "anggota". Nyawa mahasiswa bukan mainan!

Gimana menurut kalian, Sobat Zona? Apakah hukuman mati pantas buat oknum polisi yang membunuh demi menutupi perselingkuhan ini?

Baca juga: Seorang Ustaz Diduga Pinjam Duit dari Jemaah Buat 'Perbesar Alat Vital', Janji Nikah Berujung Ghosting Hutangnya sampai 97 Juta

Share:
Tautan berhasil tersalin

Komentar

0

0/150