Zona Mahasiswa - Momen paling horor saat sidang skripsi bukanlah saat presentasi, tapi saat sesi tanya jawab (Q&A). Apalagi kalau Dosen Penguji melontarkan pertanyaan yang jawabannya benar-benar kamu tidak tahu atau di luar kuasamu.
Reaksi alami mahasiswa biasanya panik, diam seribu bahasa, menjawab "ngasal" (ngarang), atau yang paling parah bilang: "Saya tidak tahu, Pak/Bu."
Stop! Menjawab "tidak tahu" mentah-mentah akan menurunkan nilaimu drastis. Kamu akan dianggap tidak siap.
Kunci lolos dari situasi ini adalah Seni Diplomasi Akademis. Kamu harus bisa menolak, mengelak, atau mengakui kekurangan dengan bahasa yang elegan sehingga Dosen merasa dihargai.
Berikut adalah template jawaban "Sakti" untuk menyelamatkan nyawamu di ruang sidang!
1. Situasi: Benar-Benar Tidak Tahu Jawabannya (Blank)
Jangan bilang "Gak tahu" atau diam. Ubah ketidaktahuanmu menjadi "Peluang Riset Selanjutnya".
- ❌ Jawaban Salah: "Waduh, saya nggak tahu Pak. Belum baca sampai situ."
- ✅ Jawaban Diplomatis:
*"Terima kasih atas pertanyaannya, Pak. Jujur, poin tersebut merupakan sudut pandang baru yang sangat menarik dan belum ter-cover secara mendalam dalam penelitian ini.
Namun, jika ditarik benang merahnya, hal tersebut kemungkinan berkaitan dengan [Sebutkan Konsep Dasar yang Kamu Tahu]. Masukan ini akan saya catat sebagai saran untuk pengembangan penelitian selanjutnya."*- Efek: Dosen melihatmu rendah hati dan terbuka pada ilmu baru, bukan malas baca.
2. Situasi: Ditanya Hal di Luar Skripsi (Out of Topic)
Dosen sering mengetes mental dengan bertanya hal yang melenceng jauh. Jangan defensif/marah. Gunakan tameng "Batasan Masalah".
- ❌ Jawaban Salah: "Itu nggak ada di skripsi saya, Bu! Jangan tanya itu dong." (Auto Eror).
- ✅ Jawaban Diplomatis:
*"Pertanyaan yang sangat kritis, Bu. Namun, mohon izin menyampaikan kembali bahwa berdasarkan Batasan Masalah yang tertuang di Bab 1, fokus penelitian ini dibatasi pada variabel [Sebutkan Variabelmu] dan konteks [Lokasi/Waktu].
Hal yang Ibu tanyakan memang krusial, namun berada di luar lingkup penelitian ini agar pembahasan tetap terfokus dan mendalam."*- Efek: Kamu terlihat konsisten dan taat pada koridor metodologi.
3. Situasi: Ketahuan Salah Tulis / Salah Hitung
Jangan ngeyel kalau sudah jelas salah. Akui, minta maaf, dan tawarkan solusi. Debat kusir di poin ini hanya bikin nilai turun.
- ❌ Jawaban Salah: "Ah masa sih salah Pak? Perasaan saya udah bener deh semalam."
- ✅ Jawaban Diplomatis:
*"Terima kasih atas kejelian Bapak mengoreksi. Saya menyadari adanya kekeliruan teknis/penulisan pada bagian tersebut.
Saya akan segera menandai bagian ini dan melakukan perbaikan (revisi) sesuai dengan arahan Bapak agar data yang disajikan menjadi valid."*- Efek: Kamu terlihat kooperatif dan bertanggung jawab.
4. Situasi: Tidak Paham Maksud Pertanyaan Dosen
Daripada jawab ngawur (jaka sembung), lebih baik minta ulang. Tapi caranya harus sopan.
- ❌ Jawaban Salah: "Hah? Gimana, Pak? Maksudnya apa ya?"
- ✅ Jawaban Diplomatis:
"Mohon maaf Pak, agar jawaban saya bisa tepat sasaran dan tidak melebar, apakah Bapak berkenan untuk memperjelas poin spesifik dari pertanyaan tersebut? Saya ingin memastikan pemahaman saya sesuai dengan konteks yang Bapak maksud."- Efek: Dosen akan dengan senang hati mengulang karena kamu terlihat serius ingin menjawab dengan benar.
5. Situasi: Dosen Tidak Setuju dengan Pendapatmu (Debat Teori)
Ini situasi paling tricky. Jangan lawan Dosen secara frontal, tapi jangan juga langsung menyerah kalau kamu punya dasarnya. Gunakan teknik "Validasi & Pertahankan".
- ❌ Jawaban Salah: "Bapak salah, menurut buku yang saya baca tuh gini!"
- ✅ Jawaban Diplomatis:
*"Saya sangat menghargai perspektif yang Bapak sampaikan. Memang terdapat perdebatan di kalangan akademisi mengenai hal ini.
Namun, argumen yang saya tulis di skripsi ini dibangun berdasarkan landasan teori dari [Sebutkan Nama Ahli] tahun [Tahun] yang menyatakan bahwa [Jelaskan Teori]. Oleh karena itu, saya menggunakan pendekatan tersebut karena dinilai paling relevan dengan kondisi objek penelitian saya saat ini."*- Efek: Kamu tidak menyalahkan Dosen, tapi kamu punya pendirian (integritas akademik) yang didukung data.
Tips Kunci: Bahasa Tubuh
Selain kata-kata, bahasa tubuh menentukan 50% keberhasilan diplomasimu:
- Jangan Menunduk: Tatap mata Dosen (atau area hidung/dahi).
- Jangan Memotong: Biarkan Dosen selesai bicara, jeda 2 detik, baru jawab.
- Catat: Selalu pegang pulpen. Saat Dosen memberi kritik, pura-pura mencatat. Itu tanda kamu menghargai ucapannya.
Sidang itu bukan interogasi polisi, tapi diskusi ilmiah. Selama kamu sopan dan logis, Dosen pasti respect. Semangat, calon Sarjana!
Komentar
0

