
Zona Mahasiswa - Kematian tragis pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan (21), yang tewas dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob memicu kemarahan publik. Ratusan pengemudi ojol turun ke jalan, menuntut keadilan, sementara Presiden Prabowo Subianto berjanji akan mengusut tuntas insiden ini secara transparan.
Pada Jumat (29/08), ratusan pengemudi ojol mendatangi Markas Brimob Polda Metro Jaya di Jalan Kwitang, Jakarta Pusat. Mereka menuntut jaminan bahwa anggota Brimob yang terlibat akan dihukum berat dan tidak dilindungi oleh institusi.
Baca juga: Sadis! Gegara Cemburu, Pria Lombok Bunuh Pacar lalu Dicor Telanjang di Septic Tank
Salah seorang pengemudi ojol, Galuh (42), mengekspresikan kekecewaannya. “Jangan sampai dilindungi. Harus dihukum seadil-adilnya,” katanya. Galuh menilai tindakan aparat sudah di luar batas. “Polisi tugasnya melindungi masyarakat. Bukan malah membunuh!” tegasnya.
Eskalasi dan Klarifikasi Polisi
Di depan Mako Brimob, sempat terjadi bentrokan antara massa dan polisi. Namun, situasi mereda setelah perwakilan Brimob muncul dan meminta maaf. Perwakilan Brimob tersebut berulang kali menyatakan bahwa peristiwa itu tidak disengaja. Pengakuan ini memicu teriakan "huuuu" dari massa.
Pihak Brimob berjanji akan merilis perkembangan terbaru dan menyatakan bahwa tujuh anggota yang diduga terlibat telah ditahan di Polda Metro Jaya. Massa pendemo juga menuntut agar rekan-rekan mereka yang ditahan segera dibebaskan. Setelah dialog panjang, massa sempat berangsur-angsur meninggalkan lokasi.
Namun, sekitar pukul 14.00 WIB, eskalasi kembali meningkat. Massa menerobos masuk ke ruas jalan, menembakkan petasan, dan mencopot papan plang Brimob sambil meneriakkan protes. “Jangan sampai kekuasaan menjadi alat yang menindas rakyatnya sendiri!” teriak Sudarmanto (40), pengemudi ojol lainnya.
Situasi semakin tegang hingga sekitar pukul 15.00 WIB, polisi menembakkan gas air mata dari dalam Mako Brimob. Massa pun berlarian panik, banyak yang mengalami sesak napas dan batuk-batuk akibat gas air mata.
Kondisi Korban Lain dan Tanggapan Presiden
Selain Affan, sejumlah pengemudi ojol lainnya juga menjadi korban kekerasan. Di Rumah Sakit Pelni, empat orang masih dirawat inap. Salah satunya adalah Umar Amarudin, yang mengalami luka serius di dada, patah tulang leher, dan rahang. Menurut kakak iparnya, Tina, luka-luka tersebut diduga akibat kepala Umar sempat diinjak oleh oknum yang tidak dikenal.
Menanggapi insiden ini, Presiden Prabowo Subianto menyatakan terkejut dan kecewa dengan tindakan aparat yang dianggap berlebihan. Ia menyampaikan duka cita mendalam atas tewasnya Affan Kurniawan.
“Saya sangat prihatin dan sangat sedih terjadi peristiwa ini,” ujar Prabowo melalui video yang diunggah Sekretariat Presiden. Ia berjanji pemerintah akan menjamin kehidupan keluarga korban dan memberikan perhatian khusus kepada mereka.
Presiden menegaskan, insiden ini akan diusut tuntas dan transparan. Jika terbukti ada pelanggaran, petugas yang terlibat akan ditindak sekeras-kerasnya sesuai hukum yang berlaku. Prabowo mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan percaya pada pemerintah. "Semua keluhan-keluhan masyarakat akan kami catat dan akan kami tidak lanjuti," pungkasnya.
Komentar
0