Zona Mahasiswa - Sobat Zona, siapkan tisu sebelum membaca kisah ini. Di saat anak usia 14 tahun lainnya sedang asyik bermain game, nongkrong, atau pusing memikirkan tugas sekolah, seorang pelajar SMP di Sumedang justru harus memikul beban hidup layaknya orang dewasa.
Sebuah video yang memperlihatkan seorang siswa berpamitan dan menyalami teman-teman sekelasnya satu per satu mendadak viral di media sosial. Ia adalah MIH alias I (14), siswa kelas 8 SMPN 1 Tanjungsari. Alasannya pamit sungguh mengiris hati: ia memutuskan berhenti sekolah demi membantu sang ayah berjualan dan melunasi tumpukan utang yang ditinggalkan ibunya. Mari kita simak kisah ketegaran bocah luar biasa ini.
Baca juga: Viral! 16 Orang Mahasiswa Hukum UI Melecehkan Mahasiswi dan Dosen Perempuan di Grup Chat
Jualan dari Pagi Ketemu Malam Demi Keluarga
Keputusan berat ini murni datang dari inisiatif I sendiri, bukan karena paksaan dari siapa pun. Kepada awak media pada Senin (20/4/2026), I menceritakan bahwa ia merasa tidak tega melihat ayahnya, Imam Agus Faisal (34), banting tulang sendirian menghidupi dirinya dan dua adiknya.
"Ini niat saya sendiri, ingin membantu ayah jualan. Bahkan, ayah sempat melarang saya dan meminta tetap fokus sekolah," ujar I dengan suara terbata-bata.
Demi niat mulianya itu, I rela melepaskan seragam putih-birunya. Setiap hari, mulai pukul 09.00 pagi hingga 22.00 WIB malam, I berdiri di kawasan Alun-alun Tanjungsari untuk membantu sang ayah berjualan fried chicken dan tahu crispy.
Keluarga Hancur Gegara 'Utang Gelap' Sang Ibu
Apa yang sebenarnya membuat ekonomi keluarga ini terjun bebas? Jawabannya ada pada masalah rumah tangga yang berujung perceraian, ditambah lilitan utang.
Imam, ayah dari I, menceritakan fakta pahit bahwa mantan istrinya (ibu dari I) ternyata memiliki utang yang sangat besar ke berbagai pihak tanpa sepengetahuannya.
"Mantan istri saya sebelumnya punya utang yang cukup besar, yang tanpa sepengetahuan saya. Jadi, utangnya itu numpuk ke mana-mana, hingga memengaruhi kondisi keuangan keluarga,” keluh Imam.
Tumpukan utang warisan itulah yang mencekik leher keluarga Imam, hingga membuat anak sulungnya yang dikenal pendiam dan penurut itu merasa harus turun tangan mengorbankan masa depannya.
Pemerintah Turun Tangan, I Kembali ke Sekolah!
Beruntung, viralnya video pamitan I sampai ke layar smartphone para pejabat daerah. Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, langsung melakukan inspeksi mendadak ke Alun-alun Tanjungsari.
Tindakan Pak Wabup patut diacungi jempol. Ia tidak hanya memborong seluruh dagangan I hari itu, tapi juga langsung mengawal I pulang untuk melihat kondisi keluarganya secara langsung. Fajar memastikan bahwa I wajib kembali ke sekolah esok harinya.
"Besok I akan kembali ke sekolah. Wajib bagi setiap anak di Sumedang untuk menuntaskan pendidikan 12 tahun," tegas Fajar.
Pemerintah Kabupaten Sumedang juga berkomitmen memberikan dukungan nyata melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sosial lainnya untuk meringankan beban Pak Imam. Wabup Fajar juga menepis isu miring soal eksploitasi anak, karena niat I murni karena bakti kepada ayahnya.
Komentar
0

