Zona Mahasiswa - Sobat Zona, pepatah "Mulutmu Harimaumu" kayaknya udah harus di-update jadi "Jempolmu Harimaumu" di era digital ini. Apalagi kalau yang main medsos adalah seorang tenaga pendidik sekelas Kepala Sekolah (Kepsek). Sekali kepeleset ngetik, urusannya bisa panjang sampai dipanggil Dinas Pendidikan!
Kejadian memalukan sekaligus bikin ngakak ngenes ini menimpa seorang Kepsek SD berinisial SK di wilayah Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali. Ia terciduk netizen menulis komentar berbau pelecehan seksual di akun Instagram kreator konten Siti Hajar Humairoh (@sitihajarhumairoh).
Waktu ditegur dan viral, sang Kepsek mengeluarkan jurus andalan netizen +62 kalau lagi kepepet: "Maaf, saya Typo!". Gimana kronologi lengkap drama typo yang berujung panggilan Inspektorat ini? Yuk, kita bedah!
Baca juga: Modus Bimbingan Skripsi di Kamar Hotel, Dosen UHN Pematangsiantar Resmi Dipecat Tidak Hormat!
Kronologi: Beda Satu Huruf, Beda Dimensi Arti!
Drama ini bermula saat Siti Hajar Humairoh, kreator konten dengan 63 ribu pengikut, mengunggah sebuah postingan di Instagram-nya. Unggahan tersebut membahas tentang 'loloh', yang dalam bahasa Bali berarti jamu tradisional.
Entah jempolnya kepleset, kurang fokus, atau memang ada maksud lain, akun Instagram pribadi milik sang Kepsek (@pakkmt) tiba-tiba mampir di kolom komentar dan menulis kalimat yang bikin shock:
"Siti Kamu kok suka lolok?" tulis SK.
Sobat Zona yang paham bahasa Bali pasti langsung istighfar. Masalahnya, kata 'lolok' (pakai huruf K) dalam bahasa Bali memiliki arti yang sangat jauh dari jamu, yaitu alat kelamin laki-laki!
Siti yang merasa dilecehkan secara verbal di ruang publik pun tidak tinggal diam. Ia langsung membuat video balasan yang menohok sang Kepsek.
"Semoga anak perempuan Bapak tidak mengalami hal-hal seperti apa yang Bapak lakukan ke saya. Saya yakin Bapak berkomentar dalam keadaan yang sadar," cetus Siti tegas.
Jurus Ngeles: "Sumpah, Maksudnya Loloh!"
Melihat komentarnya digeruduk netizen dan di-spill oleh kreatornya langsung, SK langsung panik. Melalui akunnya, ia berusaha melakukan klarifikasi dan minta maaf di kolom komentar video Siti.
"Maaf Siti ini saya, maksudnya itu loloh karena postingan Siti tentang loloh. Sekali lagi mohon maaf Siti saya salah ketik. Sy sdh DM Siti tapi blum di respon," tulis SK membela diri.
Secara teknis keyboard QWERTY, huruf 'K' dan 'H' memang jaraknya lumayan dekat (terpisahkan oleh huruf 'J'). Tapi bagi netizen, alasan typo dari seorang guru senior terkesan klise dan sulit dipercaya begitu saja.
Buntut Panjang: Dipanggil Disdikpora Sampai Inspektorat
Gara-gara jempol kurang stretching, urusan ini langsung sampai ke telinga birokrasi pemerintahan.
Pada Rabu (25/3/2026), Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jembrana langsung memangil SK untuk diinterogasi. Kepala Disdikpora, I Gusti Putu Anom Saputra, membenarkan kejadian tersebut.
SK tetap keukeuh pada pendiriannya bahwa itu murni kesalahan ketik. Meski sudah membuat surat pernyataan dan permohonan maaf, Disdikpora tetap menjatuhkan sanksi teguran lisan dan tertulis kepada sang Kepsek agar lebih berhati-hati.
Nggak berhenti sampai di situ, pada Kamis (26/3/2026) hari ini, SK juga harus menghadap Inspektorat Kabupaten Jembrana untuk diperiksa lebih lanjut terkait kedisiplinan dan etika sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Benar-benar hari yang melelahkan hanya karena huruf 'K', kan?
Komentar
0

