Zona Mahasiswa - Seorang pengunjung berinisial BN (38) meninggal dunia setelah keluar dari wahana rumah hantu di area Apollo Supermall, Tulungagung, Jawa Timur, pada Rabu (29/7/2026).
Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban. Jajaran Polsek Tulungagung Kota bersama Tim Inafis Polres Tulungagung dan tenaga medis telah melakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian.
Baca juga: Tak Sanggup Beri Ongkos Kereta Seorang Ayah Antar Anak ke ITB Naik Bajaj, Tempuh 24 Jam Perjalanan
Sempat Berlari Lalu Pingsan
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.28 WIB. Berdasarkan keterangan saksi, BN datang bersama seorang rekannya dan masuk ke wahana rumah hantu yang berada di area basecamp parkiran Apollo Supermall.
Beberapa menit kemudian, BN keluar dari wahana, sempat berlari, lalu berdiri di depan pintu keluar. Tidak lama setelah itu, korban tiba-tiba pingsan dan terjatuh.
Saat terjatuh, bagian wajah korban disebut membentur kursi yang berada di sekitar lokasi. Saksi dan petugas wahana kemudian mengecek kondisi korban.
Polisi Lakukan Olah TKP
Pihak pengelola wahana melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Tulungagung Kota. Setelah menerima laporan, polisi langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara, meminta keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan Tim Inafis dan tenaga medis.
Dari pemeriksaan awal, korban dinyatakan meninggal dunia saat dilakukan pemeriksaan oleh tim terkait. Petugas juga menemukan luka di bagian pipi kiri korban yang diduga berasal dari benturan saat terjatuh.
Wahana Ditutup Sementara
Demi kepentingan penyelidikan, area wahana rumah hantu tersebut dipasangi garis polisi. Operasional wahana juga dihentikan sementara hingga proses pemeriksaan selesai.
Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdianto, menyampaikan bahwa polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi dan penyebab pasti kejadian.
“Hingga saat ini, kami masih melakukan pendalaman dan memastikan seluruh penanganan dilakukan sesuai prosedur,” ujarnya.
Polisi Minta Warga Tidak Berspekulasi
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat tidak berspekulasi mengenai penyebab kematian korban sebelum seluruh proses pemeriksaan selesai. Polisi juga meminta warga tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa setiap wahana hiburan tetap membutuhkan aspek keamanan dan kesiapsiagaan. Namun, publik tetap perlu menunggu hasil pemeriksaan resmi sebelum menyimpulkan penyebab kejadian.
Bagi Sobat Zona, penting juga untuk memahami kondisi diri sebelum mencoba wahana ekstrem atau wahana dengan efek kejutan. Jika merasa tidak nyaman, panik, atau memiliki riwayat kesehatan tertentu, lebih baik menghindari aktivitas yang berpotensi memicu tekanan fisik maupun psikologis.
Baca juga: Pemerintah Akan Buat Universitas Republik Indonesia, Lantas Apa Bedanya dengan Kampus Lain?
Komentar
0

