Opini

Perspektif Mahasiswa sebagai Maha Ilmu atau Maha Nilai?

Dinik Afrianingsih 09 November 2021 | 12:10:35

zonamahasiswa.id - Banyak perpektif tentang mahasiswa yang muncul di dunia perkuliah. Mahasiswa dipandang sebagai maha ilmu dan sebagai maha nilai. Padahal tugas utama mereka adalah belajar, namun dituntut mendapat nilai tinggi.

Sekarang, yang perlu dipertanyakan adalah apakah semua mahasiswa seorang maha ilmu atau maha nilai? Mengapa pula mahasiswa hanya dipandang dari kedua hal tersebut?

Baca Juga: Mahasiswa dan Predikat Impostor Syndrome

Mahasiswa sebagai Maha Ilmu

Ilustrasi mahasiswa belajar (Foto: Edukasi Kompas)

Kata mahasiswa berasal dari dua kata yaitu 'maha' berarti besar atau tinggi dan 'siswa' berarti pelajar atau orang yang tingkatnya lebih tinggi dari pelajar yang lain.

Mahasiswa merupakan para calon sarjana yang keterlibatannya dalam perguruan tinggi, dididik dan diharapkan menjadi orang berintelektual tinggi. Dalam dunia nyata mahasiswa memang sudah melibatkan diri dan mendidik diri dalam perguruan tinggi termasuk dalam skala luas di masyarakat. Hal ini terjadi agar mahasiswa benar-benar menjadi calon intektual.

Pendidikan sendiri merupakan proses mengembangkan diri sendiri dan kekuatan individu. Namun yang menjadi pertanyaan adalah apakah mahasiswa dan pendidikan sudah sesuai dan saling bersinergi? Sayangnya konsep itu sudah semakin tergetus oleh perubahan zaman pendidikan akibat peilaku manusia.

Padahal untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan kompetitif dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, pendidikan memiliki peran penting di dalamnya. Namun, ternyata pendidikan masih belum siap untuk menjadikan mahasiswa yang berkualitas.

Menurut Ki Hajar Dewantara, pendidikan seharusnya memerdekakan manusia atau memberi kebebasan. Asas tersebut ditujukan kepada peserta didik untuk mendapat kesempatan dalam mengembangkan potensi dalam diri mereka, bisa luwes dalam proses pembelajaran, dan mendapat metode pembelajaran yang sesuai.

Realitanya di dunia perkuliahan mahasiswa dituntut untuk terus mengerjakan tugas kuliah, kuis, dan sebagainya. Sehingga membuat mereka lelah dan tak ingin mengembangkan skill. Padahal di era industri 4.0 skill sangatlah dibutuhkan untuk dunia kerja.

Mahasiswa sebagai Maha Nilai

Ilustrasi mahasiswa ujian (Foto: STIE YKPN Yogyakarta)

Mahasiswa dituntut memiliki kemampuan spiritual yang stabil, teguh, aman, terintegritas pribadi baik dan bersikap teladan. Seharusnya kemampuan tersebut terbangun saat duduk di bangku kuliah.

Namun, nyatanya masih banyak kasus mahasiswa ikut dalam tindakan anti-sosial, penyebaran ujiaran kebencian, bahkan tidak bijak dalam penggunaan media sosial. Sangat berbanding terbalik dengan keinginan dunia pendidikan pada mahasiswa.

Selain itu, mahasiswa seharusnya membangun diri terhadap ilmu pengetahuan. Namun, mahasiswa yang haus akan belajar tidaklah banyak. Contohnya saja ketika kuliah daring yang mana mahasiswa banyak kuliah sambil tidur. Miriskan?

Banyak mahasiswa yang terobsesi dengan nilai dan IPK namun mengesampingkan proses untuk mendapat nilai itu, contohnya saja mencontek, apatis terhadap sosial dan kerja tim, egois, dan anti kritik. Bagaimana bisa hal tersebut terjadi?

Hal tersebut dapat terjadi akibat sistem penilaian yang hanya menekankan pada kecerdasan intelektual atau angka saja. Padahal karena sistem seperti itulah yang berdampak pada mahasiswa, seperti menjadi sosok yang munafik, tidak jujur, intoleransi, dan hal buruk lainnya.

Ekspektasi pendidikan memanusiakan mahasiswa, ternyata hanya ucapan belaka. Nyatanya, pendidikan dengan tuntutan nilai bagus menjadikan mahasiswa sebagai manusia egosentris. Padahal seharusnya mahasiswa mampu membuat solusi dari persoalan di masyarakat lho.

Baca Juga: Dear Rektor Tersayang, Kuliah Tatap Muka Tidak Dilakukan Tapi Mengapa UKT Tetap Berjalan dengan Normal?

Mahasiswa yang Sebenarnya

Ilustrasi mahasiswa (Foto: Grid)

Sobat Zona, ingatlah bahwa mahasiswa sebenarnya adalah manusia biasa. Mereka berhak memiliki ilmu dan nilai yang bagus. Terobsesi terhadap IPK memang tak masalah namun, ingatlah untuk hidup sebagai manusia pada umumnya.

Pendidikan yang menuntut IPK baik pun sebenarnya tak masalah. Tinggal kita saja melihatnya dari perpektif yang mana. Mereka melakukannya pasti ada alasan, tak mungkin tiba-tiba menuntut mahasiswa seperti itu.

Perspektif Mahasiswa sebagai Maha Ilmu atau Maha Nilai?

Itulah ulasan Mimin tentang perpektif mahasiswa sebagai maha ilmu atau maha nilai. Sobat Zona bisa menanggapinya dengan perpektif kalian sendiri tentang mahasiswa. Menurut kalian mahasiswa iu maha ilmu atau maha nilai?

Semoga ulasan ini bermanfaat untuk Sobat Zona. Jangan lupa untuk terus mengikuti informasi seputar perkuliahan dan mahasiswa, serta aktifkan notifikasinya.

Baca Juga: Kasus Fetish Mukena Berkedok Olshop Bermunculan, Sudah Tertutup pun Masih Dilecehkan?

Share:
Tautan berhasil tersalin

Komentar

0

0/150