Berita

Mahasiswi Prodi FKM-Undana Diduga Depresi Berat Gegara Ganti Dosen Penguji saat Mau Ujian Skripsi

Muhammad Fatich Nur Fadli 31 Juli 2026 | 18:28:03

Zona MahasiswaUniversitas Nusa Cendana atau Undana Kupang sedang menyelidiki kasus mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat yang viral di media sosial setelah diduga mengalami tekanan psikologis jelang ujian hasil skripsi.

Kasus ini mencuat setelah beredar video berdurasi sekitar 31 detik yang memperlihatkan mahasiswi bernama Jessica Sofia Tunardjo dalam kondisi sangat tertekan. Pihak Undana menyatakan masih mengumpulkan keterangan untuk mengetahui duduk perkara sebenarnya.

Viral karena Persoalan Ujian Skripsi

Narasi yang beredar di media sosial menyebut Jessica mengalami tekanan setelah muncul persoalan terkait pergantian dosen penguji menjelang ujian hasil skripsi.

 

Baca juga: Tak Sanggup Beri Ongkos Kereta Seorang Ayah Antar Anak ke ITB Naik Bajaj, Tempuh 24 Jam Perjalanan

Dalam narasi tersebut, dosen penguji disebut meminta pergantian saat jadwal ujian sudah dekat. Ada pula klaim bahwa Jessica beberapa kali mengalami kendala penjadwalan ujian. Namun, seluruh klaim tersebut masih perlu menunggu hasil pemeriksaan kampus.\\

Kampus Langsung Rapat Koordinasi

Dekan FKM Undana, Apris Adu, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, setelah mendapatkan informasi, pihak fakultas bersama jajaran pimpinan langsung melakukan rapat koordinasi.

Pihak fakultas juga mengecek kondisi Jessica di Rumah Sakit Wira Sakti Kupang untuk memastikan keadaan mahasiswa tersebut.

“Pada saat kami mendapatkan informasi, kami langsung melakukan rapat koordinasi bersama seluruh pimpinan untuk mengecek informasi ini,” kata Apris.

Keterangan Dosen Masih Dikumpulkan

Apris mengatakan hasil rapat memutuskan agar persoalan tersebut segera diselesaikan. Pihak fakultas juga mulai meminta keterangan dari dosen pembimbing dan dosen penguji yang terkait dalam proses ujian skripsi Jessica.

Namun, salah satu dosen penguji disebut masih berada dalam suasana kedukaan sehingga proses klarifikasi dijadwalkan menyusul.

“Dosen penguji tersebut masih ada kedukaan, sehingga kami jadwalkan besok sudah bisa mendapatkan hal-hal yang berkaitan,” ujar Apris.

Undana Masih Investigasi

Wakil Rektor IV Undana, Philiphi de Rozari, menyatakan kampus masih melakukan investigasi terhadap kasus tersebut. Menurutnya, hasil investigasi akan menjadi dasar bagi universitas untuk menentukan langkah lanjutan.

Undana juga menyatakan akan menyiapkan sanksi apabila hasil pemeriksaan menemukan adanya pelanggaran dalam proses akademik.

Baca juga: Pemerintah Akan Buat Universitas Republik Indonesia, Lantas Apa Bedanya dengan Kampus Lain?

Share:
Tautan berhasil tersalin

Komentar

0

0/150