Cerbung

Kisah Legendaris Hantu Reformasi di Kampus Trisakti

Nisrina Salsabila 25 Februari 2022 | 19:00:55

zonamahasiswa.id - Halo, Sobat Zona. Gimana kabarnya hari ini? Semoga baik dan sehat selalu ya. Sans balik lagi nih dengan cerita horor yang pastinya bakal bikin kalian penasaran. Kali ini Sans akan kembali membawa kalian ke Kampus Trisakti. Sebab, kampus ini punya banyak cerita horor yang sangat menarik untuk dikulik.

Kalau dari cerita sebelumnya, banyak Sobat Zona yang makin penasaran dengan kisah horor kampus ini. Nah tenang aja, kali ini Sans bakal menceritakan tentang kisah legendaris dari Kampus Trisakti yaitu hantu reformasi.

Yuk, langsung aja biar nggak makin penasaran sama ceritanya. Eits, jangan lupa matikan lampu dan aktifkan mode horornya, supaya lebih seru! Selamat membaca.

Masih dalam suasana peringatan peristiwa 12 Mei 1998. Mahasiswa dan warga kampus lainnya mengadakan acara penaburan bunga untuk menghormati para mahasiswa yang telah gugur dari peristiwa tersebut.

Begitu pula Gita dan Bayu yang terlihat berkaca-kaca saat mengikuti acara penaburan bunga di kampusnya. Bayu yang berjongkok di sebelah Gita tiba-tiba berdiri dan menepuk pundak pacarnya.

Bayu menenangkan Gita yang sudah terbawa perasaan ketika melihat tangisan para orang tua mahasiswa mulai berjatuhan.

"Udah yuk nangisnya, ntar lecek tuh muka," kata Bayu seraya menepuk pundak Gita.

Gita tersenyum geli dan mengangguk mengiyakan. Nggak tega melihat tangisan Gita jatuh, Bayu menggenggam tangan pacarnya dengan tatapan yang sangat hangat.

Bertepatan dengan hari itu, Bayu maupun Gita berencana mengikuti rapat organisasi di salah satu gedung fakultasnya. Lantas Bayu mengajak pacarnya untuk meninggalkan tempat tabur bunga dan menuju gedung tersebut.

Mereka berdua berjalan santai dengan mahasiswa lainnya. Sesampainya di ruang rapat, anggota organisasi lainnya sudah berkumpul dengan duduk melingkar.

Banyak dari mereka yang membicarakan peristiwa mengenaskan puluhan tahun lalu itu. Tepatnya pada 12 Mei 1998 yang menggugurkan empat mahasiswa Trisakti.

Nggak hanya bercerita tentang kejadiannya, namun mereka juga ngerumpi menceritakan hantu-hantu yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Gita yang penasaran ikut nimbrung dan berbagi cerita hantu versinya yang katanya menjadi urban legend kampusnya. Mulai dari cerita hantu 12 Mei hingga yang paling legendaris yakni hantu reformasi.

"Gaes, gue ceritain hantu yang katanya ada tiap kita memperingati tanggal 12 Mei ini" kata Gita membuka pembicaraan.

"Apaan Git? Beneran gak nih? Ntar cuma khayalan doang lagi," celetuk Reza.

"Eh.. Kagak dong, kalo pacar gue udah mode serius gini berarti beneran sob," balas Bayu.

"Yauda sok cerita atuh," jawabnya.

"Jadi gini, gue sih pernah denger dari kating katanya ada yang namanya hantu 12 Mei sama hantu reformasi. Itu sih yang paling terkenal," pungkas Gita.

"Eh iya, kalau cerita detailnya gue gak tau banyak sih. Ya karena belum pernah liat, amit-amit deh jangan sampe," ucap Gita seraya menggelengkan kepala.

Mereka yang ada di sana akhirnya satu per satu menceritakan kisah horor dengan versinya masing-masing. Namun cerita yang lebih menyeramkan menurut mereka adalah kisah satpam yang bertemu hantu reformasi.

Seketika mereka merinding! Entah karena hembusan angin yang tiba-tiba menerpa atau memang hantu tersebut juga ikut mendengarkan cerita mereka?

DEG!

Berawal dari kisah Pak Naryo, seorang satpam yang sudah bekerja puluhan tahun di kampus tersebut. Hari-harinya ia jalani seperti biasa, nggak ada yang aneh meskipun saat Pak Naryo keliling patroli setiap malam.

Namun malam itu berbeda, selain masih dalam suasana peringatan peristiwa menyayat hati tersebut. Hari ini adalah hari sakral bagi sebagian orang yakni malam Jumat Kliwon.

Tapi hal itu nggak berlaku bagi Pak Naryo, satpam senior yang katanya kebal sama hantu. Seperti kemarin, Pak Naryo bergegas mengambil senternya dan memasang topi yang ia taruh dimeja pos satpam.

Lengkap dengan tongkat satpamnya, ia pun menuju salah satu gedung kampus untuk patroli memastikan bahwa nggak ada mahasiswa yang masih berada di area tersebut.

Jam hampir menunjukkan pukul tengah malam, dengan jalannya yang sedikit terseret Pak Naryo menjajaki setiap anak tangga. Satu per satu pintu ruangan kelas maupun ruang lainnya ia buka dan memastikan kembali.

Ia memasang mata elangnya, memastikan setiap sudut ruangan. Setelah dirasa aman terkendali, Pak Naryo segera menutup dan mengunci pintunya. Kemudian ia beralih ke ruangan lainnya.

Memang Pak Naryo sedikit menyadari bahwa malam itu terasa sangat berbeda dari biasanya. Bahkan rasanya seperti ada yang mengintainya saat ia mengecek satu per satu ruangan.

Menghiraukan perasaan itu, ia berjalan dengan tenang. Pandangan Pak Naryo tertuju pada jendela yang mengarah ke tempat bekas penaburan tadi siang.

Ia berhenti mengamati setiap foto mahasiswa yang telah gugur dalam peristiwa tersebut. Entah apa yang ada dibenaknya, namun hatinya terasa sangat perih.

Tak tahan dengan perasaan yang makin jatuh, ia pun melanjutkan patrolinya. Sebelum masuk ke dalam kelas, Pak Naryo sedikit melihat dari ujung matanya seorang mahasiswa masuk di ruangan tersebut.

Maka dari itu, ia bergegas menggapai gagang pintu. Pintu yang sudah berkarat menambah kesan horor malam itu.

KRIET..

Ternyata benar, seorang mahasiswa duduk di sana. Anehnya ia menunduk sendirian seperti sedang merenung.

Tak berpikir panjang, Pak Naryo menyapa sekaligus menanyakan kenapa mahasiswa itu yang masih berada di kelas tersebut, terlebih dalam suasana gelap gulita.

Sebelumnya, ia mengarahkan senternya pada mahasiswa berambut panjang dan lurus itu. Kulitnya putih pucat dan kering, mirip seperti mayat hidup. Pakaian yang ia kenakan pun mirip baju jaman dahulu tahun '90 an.

"Kamu ngapain di sini? Sudah malam, sebaiknya pulang saja," ucap Pak Naryo.

SRET!!

Mahasiswa itu tiba-tiba menggerakkan kepalanya seperti menggeleng. Sontak hal itu pun sedikit mengagetkan Pak Naryo. Sampai-sampai tangannya memegang dada yang makin berdegup kencang.

"Astagfirullah kirain ngapain anak ini," batinnya.

Mahasiswa itu tak menjawab, hanya menunduk dengan rambut yang sedikit menutup wajahnya. Pak Naryo yang penasaran, perlahan mendekat dengan tangannya yang masih memegang senter.

Tap.. tap..

Langkahnya makin mendekat dan mahasiswa tersebut perlahan seperti mendongakkan kepalanya.

SRET!

TAK..

Badan Pak Naryo bergetar hebat, bahkan senter yang ia bawa jatuh ke lantai. Dalam suasana gelap gulita, ia berhadap-hadapan dengan mahasiswa itu.

Mulut Pak Naryo seperti ingin meneriakkan sesuatu tapi tertahan entah karena apa.

Bruk!

Pak Naryo jatuh membungkuk mencari senternya dengan gelagapan. Nggak lama kemudian, ia kembali mengarahkan senternya pada mahasiswa tersebut dan..

AAKKHHH..

BLAR!!

Pak Naryo membanting pintu dan berlari membabi buta. Ia bolak balik menoleh ke belakang, rasanya seperti diikuti oleh mahasiswa itu.

Ralat, ternyata itu bukan mahasiswa melainkan...

Hosh hosh..

"Pak Naryo kenapa?" tanya satpam lainnya.

"Ii-iituu ada setan di sana," jawabnya dengan gugup.

"Hah?! Mana ada pak begituan," balasnya.

"Itu mahasiswa yang gugur puluhan tahun lalu, dia ada di situ di ruangan itu," jelas Pak Naryo.

Deg!

Seketika satpam itu memucat dan merinding saat melihat ruangan yang dimaksud Pak Naryo. Tak ingin berlama-lama di sana, mereka berdua berjalan cepat menuju pos satpam.

Sesampainya di sana, Pak Naryo menjelaskan dengan detail kejadian saat ia bertemu dengan sosok hantu legendaris itu.

Ia menyebut bahwa hantu itu adalah hantu reformasi yang ceritanya sudah melegenda. Merinding dengan hal itu, mereka berdua memutuskan untuk menghentikan patroli dan memilih berjaga di pos satpam.

Sementara itu, cerita Pak Naryo menjadi bahan gosip mahasiswa hingga kini. Tak lupa juga Gita dan Bayu yang mendengar kisah seorang satpam yang bertemu dengan hantu reformasi, mirip dengan cerita Pak Naryo.

Karena hantu tersebut, nggak sedikit mahasiswa yang akhirnya menjadi takut berjalan sendirian menyusuri setiap ruangan saat malam hari. Apalagi harus bertemu dengan hantu reformasi ataupun hantu-hantu lainnya.

Kisah Legendaris Hantu Reformasi di Kampus Trisakti

Hmm, entah ada yang percaya atau nggak dengan cerita di atas. Bagaimana menurut Sobat Zona, pernah mengalami kejadian serupa seperti Pak Naryo? Kalau ada, boleh nih sharing sama Sans tentang cerita horor yang ada di kampus kalian. Yuk, tulis di kolom komentar. Sampai jumpa.

Baca Juga: Cerita Mistis di Balik Tragedi 98 Kampus Trisakti

Share:
Tautan berhasil tersalin

Komentar

0

0/150