Zona Mahasiswa - Belakangan ini, banyak kampus yang menerapkan aturan baru: mahasiswa bisa lulus tanpa skripsi asalkan berhasil memublikasikan artikel ilmiah di jurnal terakreditasi. Atau, publikasi jurnal menjadi syarat mutlak sebelum mahasiswa diizinkan mendaftar sidang sarjana.
Ketika berbicara soal publikasi di Indonesia, kamu pasti akan sering mendengar kata SINTA (Science and Technology Index). SINTA adalah portal pemeringkatan jurnal ilmiah yang dikelola oleh Kemendikbudristek. Portal ini mengelompokkan jurnal ke dalam beberapa "kasta" atau tingkatan berdasarkan kualitas, ketatnya proses review, dan reputasinya.
Bagi mahasiswa yang baru pertama kali terjun ke dunia publikasi, istilah S1, S2, hingga S6 mungkin terdengar membingungkan. Jangan sampai kamu salah sasaran dengan mengirimkan artikel pemula ke jurnal level atas yang berujung pada penolakan instan.
Baca juga: Guru Besar UIN Palopo Diduga Cabuli Mahasiswi Saat Pingsan, Kampus Gercep Nonaktifkan!
Agar strategi publikasimu tepat sasaran, mari bedah kasta Jurnal SINTA dari level paling dasar hingga level tertinggi.
1. SINTA 5 dan 6: Level Newbie (Pemula)
Ini adalah pintu gerbang bagi mahasiswa strata satu (S1) yang baru belajar menulis artikel ilmiah. Jurnal yang berada di SINTA 5 (S5) dan SINTA 6 (S6) biasanya merupakan jurnal yang baru merintis akreditasi nasional.
- Tingkat Kesulitan: Rendah.
- Proses Review: Relatif cepat dan masukan dari reviewer biasanya tidak terlalu memberatkan. Mereka lebih fokus pada kesesuaian format (template) dan kelengkapan struktur dasar (Pendahuluan, Metode, Hasil, Kesimpulan).
- Kecocokan: Sangat cocok untuk tugas akhir mata kuliah, latihan publikasi pertama kali, atau syarat kelulusan kampus yang tidak mematok level SINTA tertentu. Jika data skripsimu standar, sasarlah level ini.
2. SINTA 3 dan 4: Level Mid-Tier (Menengah)
Kasta menengah ini adalah target paling realistis dan paling populer di kalangan mahasiswa S1 untuk memenuhi syarat kelulusan. Jurnal di SINTA 3 (S3) dan SINTA 4 (S4) memiliki manajemen redaksi yang sudah mapan dan bereputasi baik di tingkat nasional.
- Tingkat Kesulitan: Sedang.
- Proses Review: Lebih ketat. Reviewer akan mulai menyoroti kedalaman analisismu, kebaruan (novelty) penelitian, dan relevansi daftar pustaka (biasanya mewajibkan referensi 5-10 tahun terakhir).
- Kecocokan: Standar emas untuk syarat kelulusan jalur publikasi S1. Jika artikelmu merupakan hasil ringkasan skripsi dengan metode yang jelas dan data yang komprehensif, level ini sangat layak untuk dicoba.
3. SINTA 2: Level Pro (Ahli)
Memasuki SINTA 2 (S2), kamu sudah berhadapan dengan liga besar. Pada sistem lama, SINTA 2 ini setara dengan Jurnal Nasional Terakreditasi "A" atau "B". Mayoritas penulis di level ini adalah dosen, peneliti profesional, atau mahasiswa jenjang S2 dan S3.
- Tingkat Kesulitan: Tinggi.
- Proses Review: Sangat ketat dan sering kali memakan waktu berbulan-bulan. Artikelmu tidak hanya diuji formatnya, tetapi juga ketajaman argumen, kebaruan teori, dan kontribusi nyata terhadap ilmu pengetahuan. Terkadang, bahasa pengantar yang diminta sudah harus menggunakan Bahasa Inggris.
- Kecocokan: Cocok untuk mahasiswa S1 yang memiliki proyek riset bersama dosen, atau mahasiswa yang mengejar beasiswa Fast Track. Artikel biasa hasil copas-edit dari skripsi standar hampir pasti akan langsung ditolak (Desk Rejection).
4. SINTA 1: Level Boss (Dewa)
Inilah puncak rantai makanan publikasi di Indonesia. Jurnal yang berhasil masuk ke kasta SINTA 1 (S1) bukan sekadar diakui secara nasional, tetapi biasanya juga sudah terindeks secara internasional di database bergengsi seperti Scopus atau Web of Science (WoS).
- Tingkat Kesulitan: Sangat Tinggi (Ekstrem).
- Proses Review: Berlapis, buta (blind review), dan tanpa ampun. Kesalahan kecil dalam metodologi atau kurangnya novelty global akan membuat naskahmu ditolak. Wajib ditulis dalam Bahasa Inggris akademis yang sempurna (biasanya membutuhkan jasa proofreader bersertifikat).
- Kecocokan: Ini adalah arena bermain para Guru Besar (Profesor), peneliti senior, dan mahasiswa doktoral (S3). Bagi mahasiswa S1, menembus SINTA 1 adalah sebuah prestasi langka yang bisa menjadi karpet merah untuk melanjutkan S2 ke luar negeri.
Tips Memilih Kasta Jurnal
Kesalahan fatal yang sering dilakukan mahasiswa adalah mengincar gengsi tanpa mengukur kapasitas naskah dan tenggat waktu kelulusan.
- Cek Syarat Kampus: Pastikan dulu aturan prodimu. Jika aturannya hanya berbunyi "Publikasi di Jurnal Nasional", maka tembaklah SINTA 4 atau 5 agar prosesnya cepat dan kamu bisa segera lulus.
- Ukur Waktu Tunggu: Semakin tinggi kasta SINTA, semakin lama antrean terbitnya. SINTA 2 bisa memakan waktu 6 bulan hingga 1 tahun dari submit hingga publish. Jika waktu deadline yudisiummu tinggal 2 bulan, mengincar SINTA 2 adalah langkah bunuh diri.
Mengetahui kapasitas diri dan naskah adalah kunci utama keberhasilan publikasi. Kalau dari penjelasan di atas, kira-kira artikel penelitianmu sudah pantas tembus ke SINTA level berapa nih?
Komentar
0

