Zona Mahasiswa - Sobat Zona, pepatah "diberi hati minta jantung" sepertinya sedang ramai disematkan publik kepada seorang aktivis sekaligus pengungsi Rohingya bernama Noor Azizah. Bukannya mengucapkan terima kasih karena telah ditampung, Noor justru menuai kecaman hebat setelah pidato wisudanya di sebuah kampus viral di media sosial. Berdiri lantang di depan mimbar, ia secara terbuka mengkritik keras dan menyudutkan tiga negara Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, dan Thailand) terkait perlakuan mereka terhadap pengungsi Rohingya. Yuk, kita bedah apa saja isi pidatonya yang bikin netizen tiga negara auto-ngamuk ini!
Baca juga: Memanfaatkan Momentum Malam Jumat Kliwon, Mahasiswa UGM Gelar Aksi Teatrikal Santet Prabowo Gibran
Isi Pidato Kontroversial: "Kalian Anggap Kami Hewan dan Sampah Laut!"
Dalam pidatonya, Noor Azizah menyatakan bahwa penderitaan etnis Rohingya ternyata tidak berhenti meskipun mereka telah berhasil keluar dan melarikan diri dari Myanmar. Ia menyentil negara-negara tetangga yang selama ini menjadi tempat mereka berlabuh.
"Anda mungkin mengetahui Indonesia, Malaysia, dan Thailand sebagai destinasi wisata untuk Anda beserta keluarga. (Tapi) di Malaysia, ada 2.000 anak yang dikurung di pusat imigrasi, tumbuh di balik jeruji alih-alih di dalam kelas," lantang Noor dalam videonya.
Kritik tajam pun diarahkan ke Indonesia. Ia menyoroti kerasnya perlakuan netizen +62 di dunia maya. "Di Indonesia, ujaran kebencian, misinformasi, disinformasi, membanjiri sosial media. Orang-orang menyebut kita 'hewan berkulit gelap', 'sampah laut', 'monyet'," sambungnya.
Tak luput, Thailand juga dituding telah melakukan perdagangan manusia terhadap etnis Rohingya, di mana laki-laki dipaksa bekerja kasar dan banyak perempuannya yang tiba-tiba menghilang.
Kolom Komentar Ditutup, Netizen 3 Negara Serang Postingan Lain!
Sadar pidatonya memicu kemarahan, Noor memilih untuk mematikan (turn off) kolom komentar pada video tersebut. Tapi, Sobat Zona pasti tahu kan seberapa barbar netizen Asia Tenggara kalau sudah bersatu?
Komentar kemarahan langsung membanjiri postingan Noor yang lain di akun Instagramnya. Salah satu komentar paling menohok datang dari seorang dokter asal Malaysia, @khadijahskis, yang selama ini justru menjadi relawan pengobatan gratis untuk pengungsi Rohingya.
"Cara kamu menggambarkan rakyatku tidak adil dan tidak mencerminkan siapa kita sebenarnya. Sebagai seorang warga Malaysia, saya menuntut permintaan maaf... Ucapanmu tidak sopan dan telah menyebabkan kekecewaan yang mendalam," tulis sang dokter.
Netizen Indonesia pun tak kalah garang menyuarakan kekecewaannya:
- "Salahkan pemerintahmu (Myanmar), jangan Malaysia, Indonesia, dan Thailand!" timpal akun @haidasefa20.
- "Dan kamu lupa siapa yang membantu rakyatmu? Salahkan negaramu sendiri, jangan INDONESIA!" seru @straw_berrytrip15.
Fakta Data Pengungsi di Indonesia
Sebagai konteks, Indonesia sebenarnya tidak meratifikasi Konvensi Pengungsi 1951, namun atas dasar asas kemanusiaan, negara ini tetap menampung belasan ribu pengungsi.
Menurut data terbaru dari Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) per April 2026, terdapat 12.261 pengungsi yang terdaftar di kantor UNHCR Indonesia. Menariknya, 30?ri total jumlah tersebut adalah anak-anak. Mayoritas pengungsi ini datang dari Afghanistan (39%), disusul oleh Myanmar/Rohingya (22%), dan Somalia (13%).
Baca juga: Mahasiswa UIN Semester 7 Gadaikan 40 Motor Teman, Raup Rp 135 Juta Untuk Foya-foya dan MiChat
Komentar
0

