Zona Mahasiswa - Sobat Zona, kabar menarik datang dari Kanada. Seorang politikus keturunan Indonesia bernama Alvin Tedjo berhasil memenangkan pemilihan Wali Kota Mississauga, Ontario, Kanada, pada Senin (26/10/2026).
Pria berusia 43 tahun tersebut memiliki hubungan keluarga dengan Indonesia. Kedua orang tuanya merupakan keturunan Tionghoa-Indonesia yang berasal dari Padang, Sumatera Barat, sebelum memutuskan pindah ke Kanada ketika Alvin masih berusia empat tahun.
Menariknya, Alvin berhasil mengungguli dua tokoh berpengalaman dalam politik Mississauga, yakni Carolyn Parrish, wali kota petahana, dan Bonnie Crombie, mantan wali kota yang pernah memimpin Mississauga selama beberapa periode.
Kemenangan tersebut menjadi perhatian karena Alvin sebelumnya hanya menjabat satu periode sebagai anggota Dewan Kota Mississauga dan sempat tertinggal jauh dalam jajak pendapat beberapa bulan sebelum pemilihan.
Keluarganya Berasal dari Padang, Sumatera Barat
Kisah Alvin Tedjo tidak bisa dilepaskan dari perjalanan kedua orang tuanya sebagai imigran asal Indonesia.
Orang tua Alvin memutuskan menetap di Mississauga ketika dirinya masih berusia empat tahun untuk mencari kehidupan dan kesempatan yang lebih baik.
Ayahnya, Anto Tedjo, diketahui berasal dari Padang, Sumatera Barat.
Dalam berbagai pemberitaan mengenai perjalanan keluarganya, Anto disebut pernah menjalani sejumlah pekerjaan untuk membangun kehidupan baru setelah pindah ke Kanada.
Alvin tumbuh besar di kawasan pusat kota Mississauga. Menariknya, rumah masa kecilnya berada tidak jauh dari Balai Kota Mississauga.
Bahkan, dari depan rumahnya, Alvin dapat melihat bangunan pusat pemerintahan kota tersebut.
Siapa sangka, puluhan tahun kemudian, ia justru terpilih untuk memimpin kota tempat dirinya dibesarkan.
Dalam sebuah siniar pada 2025, Alvin pernah menceritakan tantangan yang dialami keluarganya sebagai pendatang.
Ia mengaku melihat sendiri berbagai kesulitan yang harus dihadapi orang tuanya ketika memulai kehidupan baru di Kanada.
Dari pengalaman tersebut, Alvin mengingat salah satu pesan yang selalu diajarkan keluarganya.
"Jika kamu melihat sesuatu yang salah, lakukan sesuatu untuk memperbaikinya," ungkap Alvin, mengutip nasihat orang tuanya.
Sejak SMA Sudah Aktif Organisasi, Pernah Disuruh Jadi Politikus
Ketertarikan Alvin terhadap kegiatan organisasi dan pelayanan masyarakat ternyata sudah muncul sejak masih duduk di bangku sekolah.
Ketika bersekolah di tingkat menengah, ia pernah menjabat sebagai ketua dewan siswa atau organisasi perwakilan pelajar.
Alvin juga terlibat dalam komite penasihat pemuda untuk Wali Kota Mississauga.
Pada pertengahan 1990-an, ia memperoleh penghargaan Young Citizen of the Year atau penghargaan bagi warga muda berprestasi.
Penghargaan tersebut mempertemukannya dengan Hazel McCallion, Wali Kota Mississauga saat itu.
Dalam pertemuan tersebut, McCallion memberikan pesan singkat yang terus diingat Alvin hingga dewasa.
"Terjunlah ke dunia politik, anak muda," kenang Alvin mengenai pesan tersebut.
Bertahun-tahun setelah pertemuan itu, Alvin akhirnya meniti karier politik hingga terpilih untuk menduduki jabatan yang dahulu dipegang McCallion.
Punya Latar Belakang Pendidikan hingga Harvard
Sebelum terjun lebih jauh ke dunia politik, Alvin juga telah menempuh pendidikan tinggi dan membangun karier profesional di Kanada.
Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Queen's University dengan mengambil jurusan Ilmu Politik serta memperoleh sertifikat Studi Internasional.
Alvin kemudian melanjutkan pendidikan di bidang desain dan teknologi pembelajaran melalui Harvard Extension School, bagian dari Harvard University.
Ia juga memperoleh gelar magister di bidang Digital Media Design atau Desain Media Digital.
Latar belakang pendidikan tersebut kemudian menjadi bekal dalam pekerjaannya di bidang pemerintahan, komunikasi, dan pendidikan tinggi.
Sebelum menjadi anggota dewan kota, Alvin pernah bekerja sebagai penasihat serta staf politik di lingkungan Pemerintah Provinsi Ontario.
Ia juga menghabiskan sekitar empat tahun bekerja di bidang hubungan pemerintahan di Sheridan College.
Kariernya berlanjut di Toronto Metropolitan University, tempat ia menangani bidang strategi dan komunikasi.
Pengalaman tersebut membuat Alvin cukup lama berkecimpung dalam urusan kebijakan publik sebelum akhirnya berhasil memperoleh jabatan melalui pemilihan umum.
Pernah Gagal dalam Pemilihan Politik
Perjalanan Alvin menuju kursi wali kota tidak langsung berjalan mulus.
Pada 2018, ia mencalonkan diri dalam pemilihan anggota legislatif Provinsi Ontario dari daerah pemilihan Oakville North–Burlington.
Namun, ia hanya berhasil menempati posisi ketiga.
Setahun kemudian, Alvin kembali mencoba peruntungan dalam politik dengan mengikuti persaingan kepemimpinan Partai Liberal Ontario.
Upaya tersebut juga belum berhasil mengantarkannya menjadi pemimpin partai.
Barulah pada 2022, Alvin memenangkan pemilihan anggota Dewan Kota Mississauga untuk wilayah Ward 2.
Dalam jabatan tersebut, ia terlibat dalam berbagai urusan kota, termasuk anggaran, perencanaan pembangunan, lingkungan, dan pelayanan masyarakat.
Pada 2024, Alvin mencoba mencalonkan diri sebagai Wali Kota Mississauga melalui pemilihan sela.
Namun, ia kembali harus menerima kekalahan setelah berada di posisi kedua di belakang Carolyn Parrish.
Meski demikian, Alvin memutuskan kembali mengikuti pemilihan wali kota pada 2026.
Sempat Diremehkan, Ternyata Berhasil Menang
Persaingan dalam pemilihan Wali Kota Mississauga 2026 tidak mudah bagi Alvin.
Ia harus menghadapi dua politikus yang telah memiliki pengalaman memimpin kota tersebut, yakni Carolyn Parrish dan Bonnie Crombie.
Keduanya mengakui bahwa Alvin memiliki rekam jejak yang baik sebagai anggota dewan kota.
Namun, Parrish dan Crombie juga sempat mempertanyakan apakah pengalaman Alvin sudah cukup untuk memimpin Mississauga.
Menanggapi keraguan tersebut, Alvin memberikan jawaban singkat.
"Lihat saja nanti," ujarnya dalam wawancara selama masa kampanye.
Persaingan semakin menantang karena Alvin pada awalnya tidak berada dalam posisi unggul berdasarkan survei.
Dalam jajak pendapat Liaison Strategies pada pertengahan Agustus 2026, ia hanya memperoleh sekitar 9 persen dukungan dari seluruh responden, atau 12 persen di antara pemilih yang telah menentukan atau cenderung memiliki pilihan.
Angka tersebut menempatkannya di urutan keempat.
Namun, dukungan terhadap Alvin mulai meningkat pada akhir September hingga awal Oktober.
Kampanyenya memperoleh dukungan dari serikat pekerja kepolisian Peel. Ia juga mendapatkan perhatian dalam debat kandidat pada 1 Oktober ketika dua pesaingnya terlibat perdebatan sengit.
Memasuki hari pemilihan, dukungan terhadap Alvin telah meningkat dibandingkan hasil survei pada Agustus.
Raup 74 Ribu Suara, Kalahkan Dua Tokoh Politik Berpengalaman
Hasil pemilihan pada Senin, 26 Oktober 2026, akhirnya membawa Alvin Tedjo ke posisi teratas.
Berdasarkan hasil penghitungan sementara yang diumumkan Pemerintah Kota Mississauga, Alvin memperoleh 74.479 suara.
Sementara itu, Carolyn Parrish berada di posisi kedua dengan 51.853 suara dan Bonnie Crombie menempati posisi ketiga dengan 43.191 suara.
Artinya, Alvin unggul dengan selisih 22.626 suara atas pesaing terdekatnya.
Dalam penghitungan tersebut, Alvin memperoleh sekitar 39,2 persen dari suara sah pemilihan wali kota.
Secara keseluruhan, Pemerintah Kota Mississauga mencatat 191.166 pemilih menggunakan hak suaranya, dengan tingkat partisipasi sekitar 33,9 persen dari pemilih yang memenuhi syarat.
Kemenangan ini menjadi perkembangan penting dalam politik lokal Mississauga karena Alvin menjadi laki-laki pertama yang terpilih sebagai wali kota di kota tersebut sejak 1978.
Meski telah diumumkan sebagai pemenang, hasil tersebut masih berstatus sementara hingga disahkan oleh pejabat pemilihan kota sesuai ketentuan yang berlaku.
Apa yang Akan Dilakukan Alvin setelah Terpilih?
Selama kampanye, Alvin mengangkat sejumlah persoalan yang menurutnya perlu mendapatkan perhatian pemerintah kota.
Salah satu fokus utamanya adalah keterjangkauan biaya hidup, terutama pengeluaran masyarakat untuk perumahan dan pajak properti.
Alvin menjanjikan pembekuan komponen pajak properti tingkat kota selama dua tahun.
Ia juga menyampaikan rencana untuk memperbaiki layanan publik, memperluas pilihan hunian, serta meningkatkan keamanan masyarakat.
Dalam rekam jejaknya sebagai anggota dewan kota, Alvin sebelumnya turut mendukung kebijakan transportasi umum gratis bagi anak-anak, perluasan ruang terbuka hijau, serta pengembangan fasilitas masyarakat.
Namun, berbagai agenda yang disampaikan selama kampanye tersebut masih merupakan komitmen kebijakan yang perlu direalisasikan setelah ia mulai menjalankan jabatan.
Dalam pidato kemenangannya, Alvin menyatakan bahwa warga Mississauga telah memberikan mandat untuk melakukan perubahan di pemerintahan kota.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Carolyn Parrish, Bonnie Crombie, dan kandidat lainnya atas keterlibatan mereka dalam proses demokrasi.
Alvin Tedjo Bukan WNI, tetapi Memiliki Darah Indonesia
Meski ramai diberitakan sebagai sosok asal Indonesia, perlu dipahami bahwa Alvin Tedjo merupakan politikus Kanada yang memiliki keturunan Indonesia.
Latar belakang keluarganya memang berasal dari Padang, Sumatera Barat, tetapi hal tersebut tidak otomatis menjadikannya berstatus Warga Negara Indonesia.
Dalam ketentuan pemilihan wali kota di Mississauga, seorang kandidat diwajibkan memiliki kewarganegaraan Kanada.
Karena itu, penyebutan yang lebih tepat adalah Alvin Tedjo sebagai politikus Kanada keturunan Tionghoa-Indonesia yang memiliki hubungan keluarga dengan Indonesia.
Kisahnya memperlihatkan perjalanan keluarga imigran yang menetap di negara lain, membangun kehidupan, dan akhirnya terlibat dalam kepemimpinan pemerintahan setempat.
Dari Anak Keluarga Perantau hingga Terpilih Memimpin Kota
Sobat Zona, perjalanan Alvin Tedjo menunjukkan bagaimana latar belakang keluarga imigran dapat menjadi bagian dari perjalanan seseorang dalam membangun karier di negara tempatnya tumbuh besar.
Sejak kecil, Alvin menyaksikan tantangan yang dialami kedua orang tuanya ketika memulai kehidupan di Kanada.
Ia kemudian aktif dalam organisasi sejak sekolah, menempuh pendidikan tinggi, bekerja di bidang kebijakan publik, hingga beberapa kali mengikuti kontestasi politik.
Perjalanannya juga tidak selalu berhasil. Alvin pernah kalah dalam pemilihan legislatif dan pemilihan wali kota sebelum akhirnya memenangkan pemilihan pada 2026.
Kini, setelah terpilih sebagai Wali Kota Mississauga, perhatian akan tertuju pada bagaimana ia menjalankan tanggung jawab pemerintahan serta merealisasikan agenda kebijakan yang disampaikan selama kampanye.
Kisah Alvin juga menjadi salah satu contoh keterlibatan masyarakat keturunan Indonesia dalam kehidupan politik dan pemerintahan di luar negeri.
Menurut kalian, Sobat Zona, seberapa besar pengaruh pengalaman organisasi sejak sekolah dan kuliah dalam membentuk kemampuan seseorang menjadi pemimpin?
Komentar
0

